Tim Gabungan Susuri Kali 5 Km, Bocah Hanyut di Purwosari Belum Ketemu

ARUS DERAS: Tim SAR menggunakan peralatan safety untuk mencari korban tenggelam di Kali Kerang, kemarin. Inset korban Adelia Safitri yang hingga kemarin belum ditemukan. (Rizal Syatori/ Radar Bromo)

Related Post

PURWOSARI, Radar Bromo – Keberadaan Adelia Safitri, 8, yang hanyut saat mandi di Kali Kerang, Sabtu (28/3), sejauh ini masih belum diketahui. Upaya pencarian yang dilakukan hingga hari kedua Minggu (29/3), belum membuahkan hasil.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, pencarian hari kedua kemarin melibatkan petugas gabungan. Mulai dari Basarnas, BPBD Kabupaten Pasuruan, Banser, juga Polsek dan Koramil Purwosari.

Tim terbagi menjadi dua. Pencarian dilakukan di sejumlah titik. Salah satunya, beberapa dam di sepanjang Kali Kerang. Mulai dari Desa Sukodermo, Purwosari hingga desa sekitar yang ada di hilir seperti di kawasan Kecamatan Wonorejo.

“Memasuki hari kedua, tim SAR gabungan susuri Kali Kerang hingga 4-5 kilometer dari TKP awal korban tenggelam. Hingga sore hari, korban masih belum berhasil diketemukan,” terang Farid Kurniadi, koordinator tim pencarian dari Basarnas Jatim.

Upaya pencarian itu dengan sejumlah cara. Mulai pemantauan di tepian atau bibir sungai. Hingga sebagian tim masuk ke sungai dengan peralatan safety.

Tim tidak menggunakan perahu karet dalam pencarian itu. Sebab, medannya cukup sulit dan berbatu. Upaya pencarian pun dihentikan saat turun hujan jelang petang.

“Meskipun sungainya tidak terlalu besar, medannya cukup sulit. Di beberapa titik, cukup dalam. Juga banyak bebatuan. Posisi korban, belum bisa kami prediksi,” terang Farid. Rencananya, pencarian bakal dilanjutkan hari ini (30/3). Mulai pagi hari sampai dengan selesai.

Secara terpisah, Kades Sukodermo Abdul Karim saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo menjelaskan, korban saat itu tidak sempat pamit ke orang tuanya, pasutri Nasar, 50 dan Misnatun, 45. Pihak desa sendiri baru dapat laporan sekitar 3 jam usai korban dinyatakan hanyut.

“Korban anak bungsu dari tiga bersaudara. Semoga segera diketemukan. Saat kejadian, di desa kami tidak hujan, tapi di hulu hujan. Sehingga air yang mengalir di Kali Kerang cukup deras, bersamaan korban tenggelam,” ujarnya. (zal/mie)