Ciduk Enam PSK di Martopuro Purwosari di Siang Bolong

BANGIL, Radar Bromo – Praktik prostitusi masih marak ditemui di Kabupaten Pasuruan. Tak hanya malam hari, saat siang hari pun bisnis esek-esek di sejumlah wilayah setempat masih menggeliat.

Hal itu terlihat saat Satpol PP Kabupaten Pasuruan menggelar razia, Rabu siang (29/1). Sebanyak enam PSK berhasil terjaring razia dan dibawa ke Mako Satpol PP.

Mereka diciduk di kawasan Kemantren, Desa Martopuro, Kecamatan Purwosari. Plt Kasi Opdal Satpol PP Kabupaten Pasuruan Sulhi mengungkapkan, operasi itu digelar sekitar pukul 12.00.

Sebanyak 22 personel dikerahkan, dalam razia tersebut. petugas melakukan operasi dengan cara melakukan penyamaran. Layaknya pembeli, petugas menyisir tempat-tempat yang tengarai menjadi sarang PSK mangkal.

“Kami melakukan penyamaran untuk mempermudah jalannya operasi,” kata Sulhi saat mendampingi Kasatpol PP Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana.

Hasilnya, sebanyak enam PSK berhasil diciduk. Mereka tak bisa berkutik saat yang mem-booking-nya adalah petugas yang melakukan penyamaran. Para PSK itu pun hanya bisa pasrah ketika petugas menggelandangnya ke Mako Pol PP Kabupaten Pasuruan.

Menurut Sulhi, operasi PSK itu digelar dalam rangka penanggulangan praktik prostitusi di Kabupaten Pasuruan. Hal ini sebagai amanat Perda Nomor 3 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Prostitusi di Kabupaten Pasuruan.

Para PSK yang diciduk itu, kemudian dilakukan pendataan. Selanjutnya, mereka akan dites kesehatan serta disidangkan secara tipiring di PN Bangil. “Akan kami sidangkan secara tipiring (tindak pidana ringan),” sambungnya.

Rata-rata, mereka yang diciduk itu, berusia 30 tahun ke atas. Mereka berasal dari Malang dan Pasuruan. “Tarif mereka antara Rp 150 ribu sampai Rp 300 ribu,” jelasnya. (one/mie)