alexametrics
27.4 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Pendakian Welirang-Arjuno Ditutup karena Bahaya Hujan dan Badai

PRIGEN, Radar Bromo – Tidak boleh ada camping-camping dulu di kawasan Gunung Arjuno dan Welirang. Untuk pergantian tahun ini pun, jalur pendakian di dua gunung tersebut ditutup. Kondisi cuaca dianggap berbahaya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Taman Hutan Rakyat (UPT) Tahura R. Soerjo Ahmad Wahyudi menyatakan, saat ini hingga beberapa hari ke depan atau pekan depan, jalur pendakian masih ditutup sementara. Pertimbangannya adalah kondisi cuaca sering rawan. Belum kondusif. Masih ekstrem.

”Pertimbangan kami soal cuaca, bukan level PPKM,” katanya.

POTENSI HUJAN-BADAI: Gunung Welirang-Arjuno dari kejauhan. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Menurut Ahmad Wahyudi, kondisi cuaca ekstrem masih sering terjadi di lereng Gunung Arjuno maupun Welirang. Curah hujan juga tinggi. Selain itu, sesekali terjadi angin kencang, bahkan badai. Datangnya pun tidak pasti. Termasuk, lokasinya. Kadang di puncak, kadang pula di lereng. Bisa terjadi tiba-tiba.

”Pertimbangan utama kami, demi kebaikan dan keselamatan para pendaki. Lebih baik tetap ditutup sementara daripada dibuka kemudian berisiko tinggi,” ungkapnya.

Penutupan sementara jalur pendakian Arjuno dan Welirang berlaku di semua pos izin pendakian. Baik wilayah Kabupaten Pasuruan, Malang, maupun Kota Batu. (zal/far)

PRIGEN, Radar Bromo – Tidak boleh ada camping-camping dulu di kawasan Gunung Arjuno dan Welirang. Untuk pergantian tahun ini pun, jalur pendakian di dua gunung tersebut ditutup. Kondisi cuaca dianggap berbahaya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Taman Hutan Rakyat (UPT) Tahura R. Soerjo Ahmad Wahyudi menyatakan, saat ini hingga beberapa hari ke depan atau pekan depan, jalur pendakian masih ditutup sementara. Pertimbangannya adalah kondisi cuaca sering rawan. Belum kondusif. Masih ekstrem.

”Pertimbangan kami soal cuaca, bukan level PPKM,” katanya.

POTENSI HUJAN-BADAI: Gunung Welirang-Arjuno dari kejauhan. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Menurut Ahmad Wahyudi, kondisi cuaca ekstrem masih sering terjadi di lereng Gunung Arjuno maupun Welirang. Curah hujan juga tinggi. Selain itu, sesekali terjadi angin kencang, bahkan badai. Datangnya pun tidak pasti. Termasuk, lokasinya. Kadang di puncak, kadang pula di lereng. Bisa terjadi tiba-tiba.

”Pertimbangan utama kami, demi kebaikan dan keselamatan para pendaki. Lebih baik tetap ditutup sementara daripada dibuka kemudian berisiko tinggi,” ungkapnya.

Penutupan sementara jalur pendakian Arjuno dan Welirang berlaku di semua pos izin pendakian. Baik wilayah Kabupaten Pasuruan, Malang, maupun Kota Batu. (zal/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/