alexametrics
24C
Probolinggo
Monday, 18 January 2021

Dewan Pendidikan Juga Klarifikasi Wali Murid untuk Selidiki Dugaan Pungutan di SMPN 1 Tutur

TUTUR,Radar Bromo – Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan masih terus mendalami adanya dugaan pungutan di SMPN 1 Tutur, Kabupaten Pasuruan. Targetnya, penelusuran itu rampung pada akhir pekan kemarin. Namun, ternyata sampai kemarin masih terus diproses.

Dewan Pendidikan turun tangan untuk mengklarifikasi sekaligus pemanggilan sejumlah pihak untuk dimintai keterangan. “Tim dari kami sudah turun, baik melakukan klarifikasi dan pemanggilan sejumlah pihak, menindaklanjuti keluhan sejumlah wali murid di SMPN 1 Tutur. Ternyata (sampai kemarin), belum tuntas dan masih berjalan,” ujar Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan Zainal Abidin, Jumat (28/2).

Menurutnya, proses klarifikasi dan pemanggilan pihak sekolah dan penggurus komite di SMPN 1 Tutur sudah tuntas. Namun, kini masih tinggal meminta keterangan dari perwakilan wali murid.

“Dari perwakilan wali murid sejatinya sudah digali, baik klarifikasi serta keterangan lainnya. Tapi, masih sedikit dan kurang. Akan kami tambah beberapa orang lagi biar relevan sekaligus berimbang,” ujar Zainal.

Karena proses ini semula ditargetkan tuntas akhir pekan kemarin dan dipastikan molor, pihaknya kembali memasang target. Yakni, paling lambat dalam akhir pekan depan sudah rampung.

“Mudah-mudahan pekan depan semuanya sudah klir. Termasuk evaluasi dan rekomendasi yang akan ditujukan ke bupati. Kami di lapangan tidak gegabah, sebaliknya objektif sekaligus terbuka,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Senin (24/2), sejumlah wali murid kelas VII, SMPN 1 Tutur, Kabupaten Pasuruan, mendatangi sekolah. Mereka menemui kepala SMPN 1 Tutur dan pengurus komite untuk mengklarifikasi penggunaan dan pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Ada sejumlah pungutan yang dikeluhkan para wali murid. Di antaranya pembelian map rapor, kalender, dan atribut lainnya. Bila ditotal mencapai Rp 275 ribu. Ada juga iuran OSIS yang setiap hari ditarik Rp 1.000. Serta, dana sumbangan untuk uang gedung atau pembangunan. Besarnya antara Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu, bahkan ada yang lebih. (zal/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU