alexametrics
29C
Probolinggo
Thursday, 22 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Ada Kerumunan, Ojung di Sukorejo Dibubarkan, Penyelenggara Disanksi

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

SUKOREJO,Radar Bromo- Keasyikan warga Dusun Krangking Timur, Desa Dukuhsari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, menyaksikan kesenian ojung, buyar. Minggu (27/12) sore, ketika asyik menikmati kesenian tradisional itu, mereka dibubarkan anggota Polsek Sukorejo.

Aparat penegak hukum itu datang setelah mendapat laporan dari warga terkait adanya kerumunan. Serta, banyak warga yang menyaksikan mengabaikan protokol kesehatan, seperti tidak memakai masker.

“Setibanya di lokasi, pertunjukkan kesenian ojungnya kami bubarkan. Karena tidak ada izin atau pemberitahuan sebelumnya, sekaligus menimbulkan kerumunan,” ujar Kapolsek Sukorejo AKP Akhmad Sukiyanto.

TEGAS: Personel Polsek Sukorejo saat membubarkan ojung di Desa Dukuhsari, Kecamatan Sukorejo. (Polsek Sukorejo for Jawa Pos Radar Bromo)

Ketika dibubarkan paksa sekaligus disampaikan Maklumat Kapolri dan Surat Edaran (SE) Bupati Pasuruan tentang kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Warga dan para pemain ojung yang berada di lokasi langsung pulang.

Akhmad mengatakan, pertunjukkan ojung itu digelar spontanitas. Bersamaan mau ada hajatan pernikahan warga setempat. Terkait kegiatan ini, pihaknya memanggil penyelenggaranya berinisial, Lf, 65. Senin (27/12), warga Desa Sebandung, Kecamatan Sukorejo, diminta keterangan di Mapolsek.

“Penyelenggaranya ada satu orang. Yang bersangkutan selain kami beri pembinaan, juga sanksi teguran sekaligus membuat surat pernyataan agar kejadian serupa tidak terulang. Mengingat saat ini pandemi masih berlangsung,” ujarnya.

Terpisah, Lf mengaku melakukannya bersama sejumlah pemain ojung lainnya secara spontanitas. “Surat pernyataan sudah saya buat di Mapolsek. Juga dapat pembinaan dan pengarahan dari kapolsek. Intinya ini spontanitas dan tidak ada kesengajaan. Karena kami orang awam, ke depan tidak mengulanginya,” ujarnya. (zal/rud/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

SUKOREJO,Radar Bromo- Keasyikan warga Dusun Krangking Timur, Desa Dukuhsari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, menyaksikan kesenian ojung, buyar. Minggu (27/12) sore, ketika asyik menikmati kesenian tradisional itu, mereka dibubarkan anggota Polsek Sukorejo.

Aparat penegak hukum itu datang setelah mendapat laporan dari warga terkait adanya kerumunan. Serta, banyak warga yang menyaksikan mengabaikan protokol kesehatan, seperti tidak memakai masker.

“Setibanya di lokasi, pertunjukkan kesenian ojungnya kami bubarkan. Karena tidak ada izin atau pemberitahuan sebelumnya, sekaligus menimbulkan kerumunan,” ujar Kapolsek Sukorejo AKP Akhmad Sukiyanto.

Mobile_AP_Half Page

TEGAS: Personel Polsek Sukorejo saat membubarkan ojung di Desa Dukuhsari, Kecamatan Sukorejo. (Polsek Sukorejo for Jawa Pos Radar Bromo)

Ketika dibubarkan paksa sekaligus disampaikan Maklumat Kapolri dan Surat Edaran (SE) Bupati Pasuruan tentang kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Warga dan para pemain ojung yang berada di lokasi langsung pulang.

Akhmad mengatakan, pertunjukkan ojung itu digelar spontanitas. Bersamaan mau ada hajatan pernikahan warga setempat. Terkait kegiatan ini, pihaknya memanggil penyelenggaranya berinisial, Lf, 65. Senin (27/12), warga Desa Sebandung, Kecamatan Sukorejo, diminta keterangan di Mapolsek.

“Penyelenggaranya ada satu orang. Yang bersangkutan selain kami beri pembinaan, juga sanksi teguran sekaligus membuat surat pernyataan agar kejadian serupa tidak terulang. Mengingat saat ini pandemi masih berlangsung,” ujarnya.

Terpisah, Lf mengaku melakukannya bersama sejumlah pemain ojung lainnya secara spontanitas. “Surat pernyataan sudah saya buat di Mapolsek. Juga dapat pembinaan dan pengarahan dari kapolsek. Intinya ini spontanitas dan tidak ada kesengajaan. Karena kami orang awam, ke depan tidak mengulanginya,” ujarnya. (zal/rud/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2