alexametrics
25C
Probolinggo
Sunday, 17 January 2021

Temukan Engsel saat Ekskavasi, Ini Analisis Kondisi Goa Jepang Dulu

GEMPOL, Radar Bromo – Proses Ekskavasi Goa Jepang di Desa Watukosek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan kembali menemukan hal baru. Memasuki hari kelima Jumat (27/11), tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim menemukan dua jenis benda berbeda.

“Dua hari lalu kami temukan delapan proyektil. Sekarang (Jumat) di goa nomor 4, dapat temuan lagi berupa engsel besi dan fragmen bata,” jelas Vidi Susanto, ketua tim eskavasi Goa Jepang dari BPCB Jatim.

Dengan ditemukannya engsel yang terbuat dari besi pada dinding mulut goa, ada analisis baru tentang Goa Jepang. Yakni, kemungkinan besar di mulut tiap-tiap goa, terdapat pintu. Pintunya bisa dari besi atau dari kayu.

Namun untuk kepastian pintunya sendiri, sejauh ini dari proses ekskavasi yang dilakukan, belum ditemukan. “Karena ada engsel, bisa jadi tiap goanya pada bagian depan atau mulut goa ada pintunya. Jadi, tidak terbiarkan terbuka seperti sekarang. Mengingat umurnya sudah cukup tua, kemungkinan (pintunya) sudah rusak atau hilang,” ungkap Vidi.

Sementara untuk temuan fragmen batu bata lama, ukurannya cukup besar. Bentuknya seperti struktur tembok candi. Belum diketahui kenapa fragmen itu ada di sekitar goa.

Ada analisis, fragmen itu dulu digunakan untuk campuran bahan adonan semen atau tanah liat saat membangun goa itu. Sebab, fragmen bata lama itu beda ukuran, bentuk serta jenisnya dengan tembok dan lantai goa yang sama-sama terbuat dari batu bata.

“Dugaan dan asumsi kami, bata lama tersebut diambil dari peninggalan candi atau sejenisnya di sekitaran goa ini. Mengingat, tak jauh dari goa ini, terdapat Raos Pecinan di Desa Carat, kemudian Prasasti Cungrang di Desa Bulusari dan Sumber Tetek di Wonosunyo,” tuturnya. (zal/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU