Armada Bus AKDP di Terminal Pandaan pun Berkurang

PANDAAN, Radar Bromo – Adanya larangan mudik tak membuat bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) berhenti beroperasi. Cuma, armada bus AKDP saat ini dibatasi.

“Bus AKDP-nya tetap beroperasi. Namun, jumlah armadanya berkurang yang jalan. Sedangkan untuk bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), tidak lagi beroperasi sejak awal Ramadan,” terang Kepala Terminal Tipe A Pandaan Kriswantoro.

Saat ini, bus AKDP yang beroperasi baik dari Malang ke Surabaya dan sebaliknya di Terminal Pandaan, sehari rata-rata maksimal hanya 40 bus saja. Angka itu mengalami penurunan tajam bila dibanding sebelum ada larangan mudik.

Sebelum Ramadan atau sebelum ada larangan mudik, tiap hari rata-rata bus yang melintas mencapai 70-75 bus. Dengan kondisi itu, interval bus yang melintas pun lebih lama.

“Perusahaan otobus mulai mengurangi busnya yang beroperasi di lapangan. Karena memang, penumpangnya semakin berkurang. Biar tidak merugi, sehingga armada bus berkurang,” papar Kriswantoro.

Armada bus AKDP sendiri diprediksi akan terus berkurang, bersamaan mulai diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah. Seperti sebagian wilayah Sidoarjo, Gresik, dan Surabaya.

“Bisa jadi akan berkurang lagi dari jumlah saat ini. Sebab, di Surabaya Raya mulai diberlakukan PSBB, mengingat operasional kendaraan penumpang umum dibatasi,” terangnya. (zal/mie)