alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Saturday, 25 September 2021

Gedung Sentra Pia Kejapanan Mangkrak, Pemdes Tunggu Investor

GEMPOL, Radar Bromo – Sempat beroperasi sekitar tiga bulan pada 2020, gedung sentra pia yang dibangun Pemkab Pasuruan di Desa Kejapanan, Gempol, kini mangkrak. Gedung itu mandek beroperasi. Tidak ada kegiatan apa pun di sana.

Padahal lokasinya cukup strategis. Berada di sebelah barat jalan arteri Gempol jurusan Malang–Surabaya. Dengan areal parkir kendaraan yang lumayan luas.

Kades Kejapanan Rendi Saputra mengatakan, saat ini gedung sentra pia itu memang masih mangkrak. “Untuk beroperasi lagi belum bisa. Di lapangan fasilitas pendukungnya belum terpenuhi. Juga bertepatan dengan pandemi,” terang Rendi.

Pemdes, menurut Rendi, tengah berusaha menghidupkan lagi pusat oleh-oleh pia itu. Pihaknya tengah mencari investor baru untuk melanjutkan pembangunan 29 stan pendukung yang mandek. Termasuk pengurusan IMB yang belum turun.

“Fokus kami mengurus IMB dulu. Juga mencari investor baru untuk melanjutkan pembangunan stan pendukung yang mandek. Jika keduanya rampung, gedung sentra pia akan dioperasikan lagi. Kalau belum, tidak bisa dipaksakan,” tuturnya.

Gedung sentra pia itu sendiri dibangun Pemkab Pasuruan melalui Disperindag setempat. Sempat beroperasi sekitar tiga bulan setelah diresmikan pada 1 Maret 2020.

Gedung itu dibangun di TKD di Dusun Warurejo, Kejapanan. Kini, gedung tersebut menjadi aset pemdes setempat dan dikelola oleh kelompok masyarakat (Pokmas) Koperasi Pia.

Saat ini sedang ada pembangunan 29 stan pendukung di selatan gedung. Namun, mandek. Progresnya baru 50-60 persen. (zal/hn)

GEMPOL, Radar Bromo – Sempat beroperasi sekitar tiga bulan pada 2020, gedung sentra pia yang dibangun Pemkab Pasuruan di Desa Kejapanan, Gempol, kini mangkrak. Gedung itu mandek beroperasi. Tidak ada kegiatan apa pun di sana.

Padahal lokasinya cukup strategis. Berada di sebelah barat jalan arteri Gempol jurusan Malang–Surabaya. Dengan areal parkir kendaraan yang lumayan luas.

Kades Kejapanan Rendi Saputra mengatakan, saat ini gedung sentra pia itu memang masih mangkrak. “Untuk beroperasi lagi belum bisa. Di lapangan fasilitas pendukungnya belum terpenuhi. Juga bertepatan dengan pandemi,” terang Rendi.

Pemdes, menurut Rendi, tengah berusaha menghidupkan lagi pusat oleh-oleh pia itu. Pihaknya tengah mencari investor baru untuk melanjutkan pembangunan 29 stan pendukung yang mandek. Termasuk pengurusan IMB yang belum turun.

“Fokus kami mengurus IMB dulu. Juga mencari investor baru untuk melanjutkan pembangunan stan pendukung yang mandek. Jika keduanya rampung, gedung sentra pia akan dioperasikan lagi. Kalau belum, tidak bisa dipaksakan,” tuturnya.

Gedung sentra pia itu sendiri dibangun Pemkab Pasuruan melalui Disperindag setempat. Sempat beroperasi sekitar tiga bulan setelah diresmikan pada 1 Maret 2020.

Gedung itu dibangun di TKD di Dusun Warurejo, Kejapanan. Kini, gedung tersebut menjadi aset pemdes setempat dan dikelola oleh kelompok masyarakat (Pokmas) Koperasi Pia.

Saat ini sedang ada pembangunan 29 stan pendukung di selatan gedung. Namun, mandek. Progresnya baru 50-60 persen. (zal/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU