alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

BPBD: Tiga Hari ke Depan Masih Berpotensi Hujan

PASURUAN, Radar Bromo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan mengirim peringatan tentang potensi hujan yang melanda berbagai kawasan di Pasuruan. Kantor Stasiun Geofisika Pasuruan memprakirakan hujan masih akan turun 2 sampai 3 hari ke depan.

Menurut Kasi Observasi dan Informasi Kantor Stasiun Geofisika Pasuruan di Pandaan Suwarto, sebenarnya, saat ini bukan lagi masa pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Seharusnya sudah kemarau. Namun, hujan masih turun. Bahkan, hingga beberapa hari ke depan.

”Musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan sama sekali,” katanya.

Mengapa hujan masih sering terjadi, terutama malam dan dini hari? Suwito menyebutkan sejumlah faktor. Di antaranya, masih ada gangguan gelombang equatorial Kelvin dan Rossby. Juga suhu muka air laut di sekitar Jawa Timur menunjukkan anomali hangat. Termasuk, adanya pola siklonik di barat daya Sumatera. Kondisi itu berdampak adanya perubahan pola pertemuan angin di Jawa Timur.

”Saat ini, curah hujan sekitar 32,5 milimeter. Ini fenomena alam yang wajar dan masih normal,” bebernya.

Meski hujan terjadi dengan intensitas rendah, Suwito meminta masyarakat tetap waspada. Sebab, masih rawan terjadi petir dan angin puting beliung. ”Jaga kesehatan karena cuaca saat ini tidak menentu,” tutur pria asal Klaten tersebut. (zal/far)

PASURUAN, Radar Bromo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan mengirim peringatan tentang potensi hujan yang melanda berbagai kawasan di Pasuruan. Kantor Stasiun Geofisika Pasuruan memprakirakan hujan masih akan turun 2 sampai 3 hari ke depan.

Menurut Kasi Observasi dan Informasi Kantor Stasiun Geofisika Pasuruan di Pandaan Suwarto, sebenarnya, saat ini bukan lagi masa pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Seharusnya sudah kemarau. Namun, hujan masih turun. Bahkan, hingga beberapa hari ke depan.

”Musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan sama sekali,” katanya.

Mengapa hujan masih sering terjadi, terutama malam dan dini hari? Suwito menyebutkan sejumlah faktor. Di antaranya, masih ada gangguan gelombang equatorial Kelvin dan Rossby. Juga suhu muka air laut di sekitar Jawa Timur menunjukkan anomali hangat. Termasuk, adanya pola siklonik di barat daya Sumatera. Kondisi itu berdampak adanya perubahan pola pertemuan angin di Jawa Timur.

”Saat ini, curah hujan sekitar 32,5 milimeter. Ini fenomena alam yang wajar dan masih normal,” bebernya.

Meski hujan terjadi dengan intensitas rendah, Suwito meminta masyarakat tetap waspada. Sebab, masih rawan terjadi petir dan angin puting beliung. ”Jaga kesehatan karena cuaca saat ini tidak menentu,” tutur pria asal Klaten tersebut. (zal/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/