alexametrics
28.5 C
Probolinggo
Saturday, 21 May 2022

Warga Kemirisewu Pandaan Lurug Pabrik Karton, Curigai soal Limbah

PANDAAN, Radar Bromo – Warga Keceling, Desa Kemirisewu, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan tiba-tiba mendatangi pabrik produksi karton boks, PT Universal Jasa Kemas (UJK), Senin (25/10). Mereka spontan mendatangi pabrik yang terletak di Dusun Keceling itu, karena curiga ada pipa saluran limbah di Sungai Wangi.

Kecurigaan muncul setelah warga setempat menemukan ada pipa yang tertanam di sungai Wangi. Tepat di seberang pabrik. Setelah ditelusuri, pipa itu berasal dari dalam pabrik karton boks tersebut.

“Jumat (22/10) pekan lalu sekitar pukul 10 pagi, kami menemukan ada pipa tertanam di Sungai Wangi. Setelah kami telusuri, ternyata pipa berasal dari pabrik ini dan mengarah ke sungai. Pipa mengeluarkan limbah cair,” terang Kasun Keceling M. Hidayatulloh.

KLARIFIKASI: Warga saat menemui perwakilan pabrik karton dengan dipantau petugas keamanan. (Rizal Syatori/Radar Bromo)

Temuan itu membuat warga curiga bahwa pipa digunakan sebagai saluran membuang limbah sembarangan. Sebab, selama ini Sungai Wangi menjadi favorit pembuangan limbar cair dari sejumlah perusahaan. Akibatnya, Sungai Wangi sering mengeluarkan bau busuk.

“Harusnya, pipa yang tidak ditanam secara sembunyi-sembunyi. Ini yang membuat kami dan warga lainnya curiga. Karena itulah, warga spontan mendatangi pabrik,” ujarnya.

Kemarin, bukan hanya warga Kemirisewu yang datang. Ada juga warga dari Desa Baujeng, Kecamatan Beji, yang ikut mendatangi pabrik.

Manajemen pabrik pun memperbolehkan perwakilan warga masuk. Begitu di dalam pabrik, warga langsung mengecek lokasi IPAL di belakang pabrik dengan didampingi manajemen pabrik. Mereka bahkan melihat langsung proses IPAL, sekaligus hasilnya.

PANDAAN, Radar Bromo – Warga Keceling, Desa Kemirisewu, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan tiba-tiba mendatangi pabrik produksi karton boks, PT Universal Jasa Kemas (UJK), Senin (25/10). Mereka spontan mendatangi pabrik yang terletak di Dusun Keceling itu, karena curiga ada pipa saluran limbah di Sungai Wangi.

Kecurigaan muncul setelah warga setempat menemukan ada pipa yang tertanam di sungai Wangi. Tepat di seberang pabrik. Setelah ditelusuri, pipa itu berasal dari dalam pabrik karton boks tersebut.

“Jumat (22/10) pekan lalu sekitar pukul 10 pagi, kami menemukan ada pipa tertanam di Sungai Wangi. Setelah kami telusuri, ternyata pipa berasal dari pabrik ini dan mengarah ke sungai. Pipa mengeluarkan limbah cair,” terang Kasun Keceling M. Hidayatulloh.

KLARIFIKASI: Warga saat menemui perwakilan pabrik karton dengan dipantau petugas keamanan. (Rizal Syatori/Radar Bromo)

Temuan itu membuat warga curiga bahwa pipa digunakan sebagai saluran membuang limbah sembarangan. Sebab, selama ini Sungai Wangi menjadi favorit pembuangan limbar cair dari sejumlah perusahaan. Akibatnya, Sungai Wangi sering mengeluarkan bau busuk.

“Harusnya, pipa yang tidak ditanam secara sembunyi-sembunyi. Ini yang membuat kami dan warga lainnya curiga. Karena itulah, warga spontan mendatangi pabrik,” ujarnya.

Kemarin, bukan hanya warga Kemirisewu yang datang. Ada juga warga dari Desa Baujeng, Kecamatan Beji, yang ikut mendatangi pabrik.

Manajemen pabrik pun memperbolehkan perwakilan warga masuk. Begitu di dalam pabrik, warga langsung mengecek lokasi IPAL di belakang pabrik dengan didampingi manajemen pabrik. Mereka bahkan melihat langsung proses IPAL, sekaligus hasilnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/