alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Relokasi Rel Gununggangsir-Sidoarjo Tunggu Penetapan Gubernur

GEMPOL, Radar Bromo – Rencana relokasi rel kereta api (KA) Gununggangsir – Sidoarjo, mandek lagi. Semenjak pandemi, belum ada kelanjutan lagi rencana relokasi rel yang akan melintas di wilayah empat desa berada di Kecamatan Gempol tersebut.

“Sepengetahuan kami, mega proyek ini tetap jalan terus. Karena ada pandemi, jadinya sempat mandek seperti saat ini dan masih berlangsung,” jelas Totok Hariyadi, staf Balai Teknik Perkeretapian Wilayah Jawa Bagian Timur.

Untuk kelanjutan tahapan atau prosesnya dilapangan, kini tinggal menunggu surat keputusan (SK) dari Gubernur Jatim. Yakni terkait penetapan lokasinya atau penlok imbuhnya. “Sekarang, tinggal tunggu SK penlok dari Gubernur Jatim dan juga petunjuk dari pusat,” katanya.

Adapun tahapan yang sudah ditempuh, oleh tim di lapangan sudah berjalan sejak 2018 lalu. Antara lain berupa penentuan trace atau jalur. Kemudian inventarisasi lahan, bidang, bangunan dan juga tanaman. Termasuk sosialisasi dan peta bidang.

Tahapan yang tersisa tinggal appraisal, pembebasan, dan dilanjut dengan pekerjaan fisik pembangunannya. Semua anggarannya, baik pembebasan lahan dan konstruksi fisiknya dari APBN. (zal/fun)

GEMPOL, Radar Bromo – Rencana relokasi rel kereta api (KA) Gununggangsir – Sidoarjo, mandek lagi. Semenjak pandemi, belum ada kelanjutan lagi rencana relokasi rel yang akan melintas di wilayah empat desa berada di Kecamatan Gempol tersebut.

“Sepengetahuan kami, mega proyek ini tetap jalan terus. Karena ada pandemi, jadinya sempat mandek seperti saat ini dan masih berlangsung,” jelas Totok Hariyadi, staf Balai Teknik Perkeretapian Wilayah Jawa Bagian Timur.

Untuk kelanjutan tahapan atau prosesnya dilapangan, kini tinggal menunggu surat keputusan (SK) dari Gubernur Jatim. Yakni terkait penetapan lokasinya atau penlok imbuhnya. “Sekarang, tinggal tunggu SK penlok dari Gubernur Jatim dan juga petunjuk dari pusat,” katanya.

Adapun tahapan yang sudah ditempuh, oleh tim di lapangan sudah berjalan sejak 2018 lalu. Antara lain berupa penentuan trace atau jalur. Kemudian inventarisasi lahan, bidang, bangunan dan juga tanaman. Termasuk sosialisasi dan peta bidang.

Tahapan yang tersisa tinggal appraisal, pembebasan, dan dilanjut dengan pekerjaan fisik pembangunannya. Semua anggarannya, baik pembebasan lahan dan konstruksi fisiknya dari APBN. (zal/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/