alexametrics
27.2 C
Probolinggo
Sunday, 29 May 2022

Balap Liar Kambuh di Pandaan karena Pita Kejut di Jalan Kartini Rusak

PANDAAN, Radar Bromo – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan membuat pita kejut di Jalan R.A. Kartini, Pandaan. Pita kejut itu dibangun pada 2017 di sejumlah titik kawasan depan rumah makan Ikan Bakar Cianjur (IBC), Desa Karangjati.

Pemasangannya merupakan permintaan warga dan Satlantas Polres Pasuruan. Sebab, pada malam hari, Jalan RA Kartini sering menjadi ajang balap liar sepeda motor. Aksi balap liar itu masih ada sampai sekarang. Namun, kondisi pita kejut sudah menipis. Bahkan, ada pula yang sudah mengelupas. Warga sekitar dan pemerintah desa berharap pita kejut itu diperbaiki seperti dulu.

”Keberadaan pita kejut cukup efektif untuk minimalkan balap liar. Tapi, sudah rusak tiga tahun terakhir ini. Saatnya diperbaiki lagi,” kata Kades Karangjati Kuyatip.

Menurut dia, karena pita kejut sudah rusak dan mengelupas, aksi balap liar sering terjadi lagi pada malam hingga dini hari. Terutama, saat akhir pekan.

Kepala Dishub Kabupaten Pasuruan Agus Hariwibawa menjelaskan, yang membangun pita kejut di Jalan Kartini pada 2017 lalu memang Dishub. Padahal, ruas jalan tersebut merupakan jalan nasional.

”Sekarang, untuk menindaklanjuti keinginan pemdes dan warga agar pita kejut diperbaiki, perlu ada pengajuan. Buat surat lagi dari Kades mengetahui camat,” ujarnya. Sebelum ada pengajuan surat masuk dari pemdes dan camat, dishub belum bisa melangkah terlalu jauh untuk memenuhinya. (zal/far)

PANDAAN, Radar Bromo – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan membuat pita kejut di Jalan R.A. Kartini, Pandaan. Pita kejut itu dibangun pada 2017 di sejumlah titik kawasan depan rumah makan Ikan Bakar Cianjur (IBC), Desa Karangjati.

Pemasangannya merupakan permintaan warga dan Satlantas Polres Pasuruan. Sebab, pada malam hari, Jalan RA Kartini sering menjadi ajang balap liar sepeda motor. Aksi balap liar itu masih ada sampai sekarang. Namun, kondisi pita kejut sudah menipis. Bahkan, ada pula yang sudah mengelupas. Warga sekitar dan pemerintah desa berharap pita kejut itu diperbaiki seperti dulu.

”Keberadaan pita kejut cukup efektif untuk minimalkan balap liar. Tapi, sudah rusak tiga tahun terakhir ini. Saatnya diperbaiki lagi,” kata Kades Karangjati Kuyatip.

Menurut dia, karena pita kejut sudah rusak dan mengelupas, aksi balap liar sering terjadi lagi pada malam hingga dini hari. Terutama, saat akhir pekan.

Kepala Dishub Kabupaten Pasuruan Agus Hariwibawa menjelaskan, yang membangun pita kejut di Jalan Kartini pada 2017 lalu memang Dishub. Padahal, ruas jalan tersebut merupakan jalan nasional.

”Sekarang, untuk menindaklanjuti keinginan pemdes dan warga agar pita kejut diperbaiki, perlu ada pengajuan. Buat surat lagi dari Kades mengetahui camat,” ujarnya. Sebelum ada pengajuan surat masuk dari pemdes dan camat, dishub belum bisa melangkah terlalu jauh untuk memenuhinya. (zal/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/