alexametrics
25 C
Probolinggo
Thursday, 4 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Ini Lho Sumber Air Panas Baru di Kepulungan Jadi Jujukan Wisata

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

GEMPOL, Radar Bromo – Sebuah tanah kas desa (TKD) di Dusun Gondang, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, beberapa hari ini banyak didatangi warga. Sebab, di TKD setempat ada sumber air panas baru.

Tak hanya warga dari Pasuruan yang datang. Warga luar daerah seperti dari Sidoarjo dan Mojokerto pun banyak berdatangan.

“Sumber air panas baru ini keluar dari hasil pengeboran, yang dibiayai dari Dana Desa (DD). Sumbernya memiliki kedalaman 103 meter. Sudah beroperasi sekitar delapan bulan terakhir,” jelas Kades Kepulungan Didik Hartono.

Selama ini Desa Kepulungan memang dikenal dengan sumber air panasnya. Sebab, dulu desa setempat memiliki sejumlah sumber air panas yang juga banyak dikunjungi warga.

SUMBERSNYA DARI SINI: Lokasi titik sumber air panas yang keluar dari pengeboran di Dusun Gondang, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Mulai dari sumber air panas dari sumur tua di Dusun Arcophodo. Saat ini sumur setempat sudah tak lagi mengeluarkan air panas, hanya air biasa.

Lalu pada sekitar tahun 2000-an juga mengalir air panas dari sumur bor pabrik kue dan roti PT Patrin Saka yang ada di belakang Pasar Desa Kepulungan. Sama seperti di Arcophodo, di kawasan setempat saat ini juga sudah tak mengeluarkan air panas.

Jawa Pos Radar Bromo kemarin pagi (25/1) sempat merasakan sumber panas baru tersebut. Meski bukan weekend, pengunjungnya lumayan banyak.

Sumber air panas tersebut ke depan oleh pemdes setempat akan dijadikan tempat wisata pemandian. Ke depannya akan dikelola BUMDes.

“Kalau Mojokerto punya Pacet dan Batu ada Cangar, di Kabupaten Pasuruan juga ada di desa kami. Suhunya sekitar 35-40 derajat Celsius atau cukup panas lho,” tuturnya.

Sementara Handoyo, 37, salah seorang pengunjung asal Sidoarjo mengaku, mengetahui sumber air panas itu dari kiriman pesan WhatsApp teman. “Awalnya saya pikir hoax. Ternyata, airnya panas, sama seperti di Cangar dan Pacet. Jadi, tak perlu jauh ke sana, cukup ke sini saja. Mumpung masih gratis,” bebernya. (zal/mie)

Mobile_AP_Rectangle 1

GEMPOL, Radar Bromo – Sebuah tanah kas desa (TKD) di Dusun Gondang, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, beberapa hari ini banyak didatangi warga. Sebab, di TKD setempat ada sumber air panas baru.

Tak hanya warga dari Pasuruan yang datang. Warga luar daerah seperti dari Sidoarjo dan Mojokerto pun banyak berdatangan.

“Sumber air panas baru ini keluar dari hasil pengeboran, yang dibiayai dari Dana Desa (DD). Sumbernya memiliki kedalaman 103 meter. Sudah beroperasi sekitar delapan bulan terakhir,” jelas Kades Kepulungan Didik Hartono.

Mobile_AP_Half Page

Selama ini Desa Kepulungan memang dikenal dengan sumber air panasnya. Sebab, dulu desa setempat memiliki sejumlah sumber air panas yang juga banyak dikunjungi warga.

SUMBERSNYA DARI SINI: Lokasi titik sumber air panas yang keluar dari pengeboran di Dusun Gondang, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Mulai dari sumber air panas dari sumur tua di Dusun Arcophodo. Saat ini sumur setempat sudah tak lagi mengeluarkan air panas, hanya air biasa.

Lalu pada sekitar tahun 2000-an juga mengalir air panas dari sumur bor pabrik kue dan roti PT Patrin Saka yang ada di belakang Pasar Desa Kepulungan. Sama seperti di Arcophodo, di kawasan setempat saat ini juga sudah tak mengeluarkan air panas.

Jawa Pos Radar Bromo kemarin pagi (25/1) sempat merasakan sumber panas baru tersebut. Meski bukan weekend, pengunjungnya lumayan banyak.

Sumber air panas tersebut ke depan oleh pemdes setempat akan dijadikan tempat wisata pemandian. Ke depannya akan dikelola BUMDes.

“Kalau Mojokerto punya Pacet dan Batu ada Cangar, di Kabupaten Pasuruan juga ada di desa kami. Suhunya sekitar 35-40 derajat Celsius atau cukup panas lho,” tuturnya.

Sementara Handoyo, 37, salah seorang pengunjung asal Sidoarjo mengaku, mengetahui sumber air panas itu dari kiriman pesan WhatsApp teman. “Awalnya saya pikir hoax. Ternyata, airnya panas, sama seperti di Cangar dan Pacet. Jadi, tak perlu jauh ke sana, cukup ke sini saja. Mumpung masih gratis,” bebernya. (zal/mie)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2