alexametrics
28.6 C
Probolinggo
Sunday, 29 November 2020

Geger Mayat di Depan Toko Bangunan, Korban Diduga Overdosis Miras

GEMPOL, Radar Bromo – Pengguna jalan dan warga di Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol dikagetkan dengan temuan mayat pria dewasa, Rabu (23/9) pagi. Mayat tersebut berada di tepi jalan nasional, tepat di depan sebuah toko bangunan.

Saat ditemukan, jasad pria dewasa tersebut posisinya tidur telungkup. Korban saat itu menggunakan kaus, serta celana pendek jians.

Kabar temuan mayat, langsung membuat gempar warga sekitar dan para pengguna jalan yang melintas. Namun mereka hanya berani melihat dari jarak jauh, mengingat saat ini tengah masa pandemi.

“Sekitar pukul 07.30 pagi, pemilik toko bangunan mau buka. Kaget ada orang tidur telungkup, ternyata sudah meninggal. Langsung lapor ke saya, dan meneruskan lapor ke Mapolsek Gempol,” ujar Kades Kejapanan, Randi Saputra.

Meskipun jasadnya masih utuh, badan korban sudah kaku. Setelah ditelusuri ternyata bukan warga di desa setempat. “Korban bukan warga kami, jadi tak ada yang tahu dan kenal dengannya,” tukasnya.

Sesaat kemudian, petugas dari Polsek Gempol dan tim inafis dari Polres Pasuruan tiba di lokasi kejadian. Petugas kemudian melakukan olah TKP, termasuk memeriksa dan melakukan pengecekan sekaligus perekaman sidik jarinya.

Awalnya polisi memberi identitas korban dengan sebutan Mr X. Namun kemudian identitas dapat dikenali. Korban adalah Supriyono, 34, asal Desa Sumoroto, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang.

Usai olah TKP tuntas, selanjutnya jasad korban dievakuasi oleh petugas medis dari Puskesmas Gempol dan memasukkannya ke ambulans. Jenazah lalu dibawa ke RS Bhayangkara, Porong.

“Identitas tidak ada, dan baru dikenali setelah dilakukan pengecekan sidik jarinya dengan alat. Pada bagian tubuh atau badannya, tidak ditemukan tanda atau bekas kekerasan,” katanya.

Setibanya di rumah sakit, siang harinya pihak keluarga korban tiba. Di hadapan petugas menolak dilakukan otopsi, sebaliknya hanya divisum luar saja. Mengingat pihak keluarga menerima kematian korban.

“Korban belum berumah tangga, tinggalnya ikut salah seorang saudaranya di Prigen. Juga kadangkala pulang ke Lumajang. Tewasnya diduga kuat overdosis alkohol, karena korban memiliki riwayat seringkali mabuk. Di TKP juga ditemukan bekas muntahan,” ungkap Kanitreskrim Polsek Gempol Ipda Slamet Mudjiono. (zal/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pakai Huruf Pegon, Kiai Nawawi Tulis Maklumat Dukung Gus Ipul

Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri K.H. Nawawi Abdul Djalil mengeluarkan maklumat terkait Pilwali Pasuruan 2020.

Pendaftar Anugerah Kampung Hebat Membeludak

Antusiasme Rukun Tetangga (RT) di Kota Pasuruan, mengikuti Anugerah Kampung Hebat Tahun 2020, sangat terasa.

Karena Sukai Istri Korban, Tersangka Mau Bantu Gorok Leher Suami

Andik mau jadi eksekutor bukan hanya karena diminta oleh istri korban. Lebih dari itu, tersangka Andik memiliki perasaan suka pada Silvia.

Pencarian Hari Ketiga, Temukan Mayat di Perairan Gili, Diduga Wahyu

Pihak keluarga masih ragu itu jasad dari Wahyu Ibrahim, sebab kondisinya sudah agak susah dikenali. Tetapi, ada satu ciri fisik yang sama. Yakni, ada bekas jahitan di paha sebelah kanan.

Hujan Deras, Dua Dapur Warga Pakuniran Tergerus Longsor

Hujan deras disertai angin kencang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya mengakibatkan longsor di Kecamatan Pakuniran dan Kecamatan Lumbang.