alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Retribusi TKA di Kab Pasuruan Dekati Target sebelum Dievaluasi

PANDAAN, Radar Bromo – Pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) Kabupaten Pasuruan tak akan dimanfaatkan untuk mengevaluasi target retribusi tenaga kerja asing (TKA). Kondisi pandemi Covid-19 yang belum berlalu, jadi salah satu pertimbangannya.

Padahal, bila melihat kondisi beberapa bulan terakhir, tren TKA di Kabupaten Pasuruan kembali stabil. Retribusi TKA juga termasuk tinggi.

Kabid Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pasuruan Suhartana menjelaskan, sampai akhir Agustus ini, realisasi retribusi TKA sudah mencapai Rp 1,7 miliar.

Ia menyebut, saat awal pandemi, pihaknya sempat melakukan evaluasi. Dari situ, target retribusi TKA pun diturunkan. “Untuk target retribusi TKA memang sudah kami turunkan awal pandemi lalu. Mengingat saat ini sulit ada tenaga kerja yang masuk dari luar,” terangnya.

Awal 2020 ini, retribusi TKA di Kabupaten Pasuruan ditarget mencapai Rp 2,02 miliar. Nah, saat awal pandemi lalu target itu diturunkan separo menjadi Rp 1,01 miliar.

Usai lima bulan berjalan, ternyata jumlah TKA cenderung stagnan. Sejumlah perusahaan dikatakan juga ada yang tetap melakukan pengajuan mempekerjakan TKA.

Beberapa TKA yang masuk baru ini, bekerja beberapa bulan saja lantaran kebutuhan tenaga ahli untuk alat atau mesin baru. Karena dinamika TKA tetap tinggi, sehingga sampai kemarin (22/8) realisasi retribusi TKA bahkan sudah mencapai Rp 1,7 miliar.

Jika melihat target awal, jumlah ini memang jauh melampaui target yang ditetapkan. “Kendati sudah melampaui, namun memang awalnya ada evaluasi di mana ada kekhawatiran jumlah TKA turun saat pandemi awal lalu,” jelasnya.

Dengan realisasi sementara saat ini, Disnaker memang tidak ada rencana untuk mengubah target lagi di Perubahan APBD. Namun, Suhartana tak menampik dengan sisa waktu 4 bulan ini, dimungkinkan realisasi retribusi TKA bahkan bisa lebih dari target awal yang diusung. Yakni, Rp 2 miliar.

Retribusi TKA sendiri dikenakan pada TKA yang hanya bekerja di wilayah Kabupaten Pasuruan. Sementara untuk TKA yang bekerja di lebih dari satu daerah, maka retribusinya masuk Pemprov Jatim. (eka/mie)

PANDAAN, Radar Bromo – Pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) Kabupaten Pasuruan tak akan dimanfaatkan untuk mengevaluasi target retribusi tenaga kerja asing (TKA). Kondisi pandemi Covid-19 yang belum berlalu, jadi salah satu pertimbangannya.

Padahal, bila melihat kondisi beberapa bulan terakhir, tren TKA di Kabupaten Pasuruan kembali stabil. Retribusi TKA juga termasuk tinggi.

Kabid Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pasuruan Suhartana menjelaskan, sampai akhir Agustus ini, realisasi retribusi TKA sudah mencapai Rp 1,7 miliar.

Ia menyebut, saat awal pandemi, pihaknya sempat melakukan evaluasi. Dari situ, target retribusi TKA pun diturunkan. “Untuk target retribusi TKA memang sudah kami turunkan awal pandemi lalu. Mengingat saat ini sulit ada tenaga kerja yang masuk dari luar,” terangnya.

Awal 2020 ini, retribusi TKA di Kabupaten Pasuruan ditarget mencapai Rp 2,02 miliar. Nah, saat awal pandemi lalu target itu diturunkan separo menjadi Rp 1,01 miliar.

Usai lima bulan berjalan, ternyata jumlah TKA cenderung stagnan. Sejumlah perusahaan dikatakan juga ada yang tetap melakukan pengajuan mempekerjakan TKA.

Beberapa TKA yang masuk baru ini, bekerja beberapa bulan saja lantaran kebutuhan tenaga ahli untuk alat atau mesin baru. Karena dinamika TKA tetap tinggi, sehingga sampai kemarin (22/8) realisasi retribusi TKA bahkan sudah mencapai Rp 1,7 miliar.

Jika melihat target awal, jumlah ini memang jauh melampaui target yang ditetapkan. “Kendati sudah melampaui, namun memang awalnya ada evaluasi di mana ada kekhawatiran jumlah TKA turun saat pandemi awal lalu,” jelasnya.

Dengan realisasi sementara saat ini, Disnaker memang tidak ada rencana untuk mengubah target lagi di Perubahan APBD. Namun, Suhartana tak menampik dengan sisa waktu 4 bulan ini, dimungkinkan realisasi retribusi TKA bahkan bisa lebih dari target awal yang diusung. Yakni, Rp 2 miliar.

Retribusi TKA sendiri dikenakan pada TKA yang hanya bekerja di wilayah Kabupaten Pasuruan. Sementara untuk TKA yang bekerja di lebih dari satu daerah, maka retribusinya masuk Pemprov Jatim. (eka/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/