alexametrics
25 C
Probolinggo
Thursday, 4 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Pemandu Lagu asal Gempol Dianiaya di Villa saat Karaokean

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PRIGEN, Radar Bromo – Nasib sial dialami Dv, 32. Wanita asal Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol tersebut, menjadi korban penganiayaan. Dia dipukul saat menemani penyewa vila di Lingkungan Pesanggrahan, Kelurahan/Kecamatan Prigen, Senin (22/2).

Insiden itu terjadi sekitar pukul 03.00. Dv diketahui menjadi pemandu lagu. Saat menemani kliennya, dia tiba-tiba dianiaya. Alhasil, Dv melaporkan kejadian yang dialaminya ke Mapolsek Prigen.

Adanya penganiayaan tersebut dibenarkan Kapolsek Prigen AKP Bambang Tri Sutrisno. “Ada dugaan kasus penganiayaan dengan TKP di sebuah vila yang saat ini kami tangani dan dalam proses lidik. Korbannya sudah lapor dan diperiksa penyidik di mapolsek, juga sempat divisum ke Puskesmas Prigen. Setelah selesai langsung pulang,” kata kapolsek saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo di mapolsek.

Kapolsek mengatakan, kejadian itu bermula saat korban dijemput Dn, 40, terduga terlapor, asal Surabaya. Korban dijemput di kawasan di Taman Dayu, Pandaan, Minggu (21/2) sekitar pukul 21.00 dengan mobil.

Sesampainya di dalam vila, ternyata sudah ada dua orang temannya berada di ruang tamu yang tengah berkaraoke. Di dalam juga ada penjaga vila.

Usai berkaraoke bareng, korban mengaku, saat di dalam kamar dicekik lehernya oleh terduga pelapor. Korban kemudian berontak, lalu lanjut pulang meninggalkan vila naik ojek online menuju mapolsek melaporkan kejadian yang dialaminya.

“Kejadian sepintasnya seperti itu, menurut pengakuan korban setelah diperiksa penyidik. Dan dengan terduga terlapor, baru kenal malam itu juga. Setelah dikenalkan oleh penjaga vila, ingin ditemani oleh penyanyi wanita dari luar,” ungkapnya.

Usai memeriksa korban dan pagi itu juga langsung pulang meninggalkan mapolsek. Selanjutnya, penyidik polsek setempat lanjut memeriksa beberapa orang saksi. Termasuk penjaga vila, dan terduga terlapor asal Surabaya juga diperiksa pula.

“Saat ini, fokus kami periksa para saksi-saksi. Untuk kasusnya dalam proses lidik,” tukasnya.

Sementara itu, Hari, salah seorang saksi sekaligus penjaga vila yang ditemui Radar Bromo di Mapolsek Prigen menuturkan, kasus ini terjadi hanya miskomunikasi atau salah paham saja. Baik korban maupun terduga pelapor, sama-sama tamu vila di malam itu.

“Setahu saya, malam itu hingga dini hari, semua yang ada di dalam vila, termasuk korban dan pelaku, acara nyanyi bareng atau karaoke. Saat itu mereka juga sama-sama minum miras berupa bir, termasuk saya. Untuk aksi penganiayaannya tidak tahu secara persis, karena ada di dalam kamar,” bebernya. (zal/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

PRIGEN, Radar Bromo – Nasib sial dialami Dv, 32. Wanita asal Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol tersebut, menjadi korban penganiayaan. Dia dipukul saat menemani penyewa vila di Lingkungan Pesanggrahan, Kelurahan/Kecamatan Prigen, Senin (22/2).

Insiden itu terjadi sekitar pukul 03.00. Dv diketahui menjadi pemandu lagu. Saat menemani kliennya, dia tiba-tiba dianiaya. Alhasil, Dv melaporkan kejadian yang dialaminya ke Mapolsek Prigen.

Adanya penganiayaan tersebut dibenarkan Kapolsek Prigen AKP Bambang Tri Sutrisno. “Ada dugaan kasus penganiayaan dengan TKP di sebuah vila yang saat ini kami tangani dan dalam proses lidik. Korbannya sudah lapor dan diperiksa penyidik di mapolsek, juga sempat divisum ke Puskesmas Prigen. Setelah selesai langsung pulang,” kata kapolsek saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo di mapolsek.

Mobile_AP_Half Page

Kapolsek mengatakan, kejadian itu bermula saat korban dijemput Dn, 40, terduga terlapor, asal Surabaya. Korban dijemput di kawasan di Taman Dayu, Pandaan, Minggu (21/2) sekitar pukul 21.00 dengan mobil.

Sesampainya di dalam vila, ternyata sudah ada dua orang temannya berada di ruang tamu yang tengah berkaraoke. Di dalam juga ada penjaga vila.

Usai berkaraoke bareng, korban mengaku, saat di dalam kamar dicekik lehernya oleh terduga pelapor. Korban kemudian berontak, lalu lanjut pulang meninggalkan vila naik ojek online menuju mapolsek melaporkan kejadian yang dialaminya.

“Kejadian sepintasnya seperti itu, menurut pengakuan korban setelah diperiksa penyidik. Dan dengan terduga terlapor, baru kenal malam itu juga. Setelah dikenalkan oleh penjaga vila, ingin ditemani oleh penyanyi wanita dari luar,” ungkapnya.

Usai memeriksa korban dan pagi itu juga langsung pulang meninggalkan mapolsek. Selanjutnya, penyidik polsek setempat lanjut memeriksa beberapa orang saksi. Termasuk penjaga vila, dan terduga terlapor asal Surabaya juga diperiksa pula.

“Saat ini, fokus kami periksa para saksi-saksi. Untuk kasusnya dalam proses lidik,” tukasnya.

Sementara itu, Hari, salah seorang saksi sekaligus penjaga vila yang ditemui Radar Bromo di Mapolsek Prigen menuturkan, kasus ini terjadi hanya miskomunikasi atau salah paham saja. Baik korban maupun terduga pelapor, sama-sama tamu vila di malam itu.

“Setahu saya, malam itu hingga dini hari, semua yang ada di dalam vila, termasuk korban dan pelaku, acara nyanyi bareng atau karaoke. Saat itu mereka juga sama-sama minum miras berupa bir, termasuk saya. Untuk aksi penganiayaannya tidak tahu secara persis, karena ada di dalam kamar,” bebernya. (zal/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2