alexametrics
33.9 C
Probolinggo
Wednesday, 20 October 2021

Penghuni Rumah Karantina Kab Pasuruan Terus Berkurang

PANDAAN, Radar Bromo – Penanganan Covid-19 menunjukkan perkembangan positif di Kabupaten Pasuruan. Selain penurunan kasus baru dan peningkatan pasien sembuh, jumlah penghuni rumah karantina pun semakin berkurang. Cuma sisa sembilan orang.

Mereka tinggal di rumah karantina Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Pandaan. Usia penghuni rumah karantina ini rata-rata 50 tahun. Adapun Balai Latihan Kerja (BLK) Rejoso sudah kosong.

”Pasien yang dikarantina terus turun,” kata koordinator rumah karantina Covid-19 Kabupaten Pasuruan dr Ugik Setyo Darmoko.

Sebagian besar mereka adalah ibu rumah tangga yang tertular dari klaster keluarga. Statusnya orang tanpa gejala (OTG). Selama tinggal di karantina, pelayanan dan perlakuan terhadap para pasien tetap sama. Dilakukan dan ditempuh oleh petugas medis.

Di antaranya, cek kesehatan rutin setiap hari, pemberian nutrisi dan vitamin, serta penyuluhan atau sosialisasi. Mereka menjalani karantina selama sepuluh hari. Kalau tanpa keluhan, mereka dinyatakan sembuh. Lalu, isolasi mandiri di rumah selama empat hari. ”Baru diperbolehkan aktivitas lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf melakukan rapat virtual dengan seluruh camat dan kepala desa Senin (20/9). Rapat koordinasi ini dilakukan untuk mempercepat vaksinasi.

Gus Irsyad -sapaan Irsyad Yusuf- menekankan pentingnya persiapan pimpinan wilayah untuk gerakan vaksinasi ini. Percepatan ini digencarkan dengan Gerakan Vaksinasi Kolaborasi di 253 desa di 16 kecamatan.

PANDAAN, Radar Bromo – Penanganan Covid-19 menunjukkan perkembangan positif di Kabupaten Pasuruan. Selain penurunan kasus baru dan peningkatan pasien sembuh, jumlah penghuni rumah karantina pun semakin berkurang. Cuma sisa sembilan orang.

Mereka tinggal di rumah karantina Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Pandaan. Usia penghuni rumah karantina ini rata-rata 50 tahun. Adapun Balai Latihan Kerja (BLK) Rejoso sudah kosong.

”Pasien yang dikarantina terus turun,” kata koordinator rumah karantina Covid-19 Kabupaten Pasuruan dr Ugik Setyo Darmoko.

Sebagian besar mereka adalah ibu rumah tangga yang tertular dari klaster keluarga. Statusnya orang tanpa gejala (OTG). Selama tinggal di karantina, pelayanan dan perlakuan terhadap para pasien tetap sama. Dilakukan dan ditempuh oleh petugas medis.

Di antaranya, cek kesehatan rutin setiap hari, pemberian nutrisi dan vitamin, serta penyuluhan atau sosialisasi. Mereka menjalani karantina selama sepuluh hari. Kalau tanpa keluhan, mereka dinyatakan sembuh. Lalu, isolasi mandiri di rumah selama empat hari. ”Baru diperbolehkan aktivitas lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf melakukan rapat virtual dengan seluruh camat dan kepala desa Senin (20/9). Rapat koordinasi ini dilakukan untuk mempercepat vaksinasi.

Gus Irsyad -sapaan Irsyad Yusuf- menekankan pentingnya persiapan pimpinan wilayah untuk gerakan vaksinasi ini. Percepatan ini digencarkan dengan Gerakan Vaksinasi Kolaborasi di 253 desa di 16 kecamatan.

MOST READ

BERITA TERBARU