alexametrics
27.8 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Hidup Menua Sendirian, Nenek di Prigen Meninggal  

PRIGEN, Radar BromoWarga Lingkungan Palembon, Kelurahan Prigen, Kabupaten Pasuruan mencium bau tak sedap dari rumah Kasiani. Mereka pun segera mendatangi rumah perempuan 71 tahun tersebut. Nenek renta itu ditemukan meninggal. Tubuhnya membusuk.

Warga sekitar segera melapor ke Mapolsek Prigen Kamis (21/7) malam sekitar pukul 20.30. Petugas pun cepat-cepat mendatangi lokasi. Posisi tubuh Kasiani telentang di lantai. Dekat ranjang yang biasa ditempatinya untuk tidur. Hanya mengenakan kain.

”Jasadnya mulai membusuk, baunya menyengat,” kata Kapolsek Prigen AKP Sugiyanto.

Polsek Prigen juga mendatangkan tim inafis dari Polres Pasuruan. Mereka memeriksa kondisi jasad korban sekaligus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Menurut Sugiyanto, tim inafis tidak menemukan tanda-tanda atau bekas kekerasan pada jasad korban.

”Meninggalnya diperkirakan sudah sekitar tiga hari lalu,” katanya.

Informasi dari keluarga dan tetangganya, korban menderita sakit menahun. Selama ini dia juga tinggal sendirian di rumahnya. Tidak ada yang menemani. Pemeriksaan oleh petugas dan olah TKP selesai. Keluarga menolak jasad korban dibawa ke rumah sakit, divisum, atau diotopsi. Mereka menerima kematian nenek Kasiani.

”Malam hari itu jasad korban dimakamkan,” tambah Sugiyanto. (zal/far)

PRIGEN, Radar BromoWarga Lingkungan Palembon, Kelurahan Prigen, Kabupaten Pasuruan mencium bau tak sedap dari rumah Kasiani. Mereka pun segera mendatangi rumah perempuan 71 tahun tersebut. Nenek renta itu ditemukan meninggal. Tubuhnya membusuk.

Warga sekitar segera melapor ke Mapolsek Prigen Kamis (21/7) malam sekitar pukul 20.30. Petugas pun cepat-cepat mendatangi lokasi. Posisi tubuh Kasiani telentang di lantai. Dekat ranjang yang biasa ditempatinya untuk tidur. Hanya mengenakan kain.

”Jasadnya mulai membusuk, baunya menyengat,” kata Kapolsek Prigen AKP Sugiyanto.

Polsek Prigen juga mendatangkan tim inafis dari Polres Pasuruan. Mereka memeriksa kondisi jasad korban sekaligus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Menurut Sugiyanto, tim inafis tidak menemukan tanda-tanda atau bekas kekerasan pada jasad korban.

”Meninggalnya diperkirakan sudah sekitar tiga hari lalu,” katanya.

Informasi dari keluarga dan tetangganya, korban menderita sakit menahun. Selama ini dia juga tinggal sendirian di rumahnya. Tidak ada yang menemani. Pemeriksaan oleh petugas dan olah TKP selesai. Keluarga menolak jasad korban dibawa ke rumah sakit, divisum, atau diotopsi. Mereka menerima kematian nenek Kasiani.

”Malam hari itu jasad korban dimakamkan,” tambah Sugiyanto. (zal/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/