alexametrics
31.9 C
Probolinggo
Thursday, 29 July 2021

Tetap Tegas, Kendaraan Tak Penuhi Syarat, Wajib Putar Balik

PURWODADI, Radar Bromo – Jangan membayangkan bisa bebas bepergian dan berwisata ke luar kota dulu. PPKM Darurat memang berakhir pada 20 Juli. Namun, sekarang berlaku PPKM level III dan IV. Mobilitas kendaraan masih dibatasi.

Kepastian itu disampaikan Polres Pasuruan. Penyekatan kendaran tetap berlaku di perbatasan wilayah Kabupaten Pasuruan dengan Sidoarjo, Malang, dan Mojokerto. ”PPKM kan diperpanjang lagi hingga 25 Juli. Penyekatan kendaraan juga diperpanjang dan berjalan sama seperti sebelumnya,” jelas Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Andhika Mizaldy Lubis, Rabu (21/7).

Standar operasi dan prosedur penyekatan ditangani petugas di masing-masing pos penyekatan. Mereka personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan. Tidak ada yang berubah. Petugas itu akan bersiaga di masing-masing pos penyekatan. Salah satunya, pintu keluar (exit) jalan tol.

Para penumpang harus menunjukkan syarat-syarat dokumen jika ingin melintas. Di antaranya, sertifikat telah mengikuti vaksinasi dan menunjukkan kartu identitas kependudukan. Selain itu, tujuan harus jelas sekaligus urgen atau mendesak.

”Pola-pola penyekatan tidak berubah. SOP-nya sama. Juga tetap tegas,” tambah Mizaldy.

Pengendara maupun penumpang yang tidak bisa menunjukkan dokumen dan tujuan yang jelas, pasti akan diminta putar balik. Kelau keluar jalan tol ya harus balik lagi masuk jalan tol.

Dia menambahkan, selama PPKM Darurat, 3–20 Juli, petugas telah memutar balik ratusan kendaraan. Di antaranya, rombongan mobil mewah yang keluar dari jalan tol Pandaan pada Minggu (18/7). Puluhan mobil berbagai jenis itu dipaksa putar balik. Ada Ferrari, Lamborghini, Mercedes, Porche, dan sebagainya.

Pada Selasa (20/7), sekitar 50-an mobil juga diputar balik di exit tol Pandaan, Purwodadi, dan Kejapanan. Rata-rata adalah mobil pribadi. Mereka datang dari Surabaya dan hendak masuk ke Kabupaten Pasuruan untuk berbagai tujuan. Salah satunya, hendak makan-makan di Pandaan. (zal/far)

PURWODADI, Radar Bromo – Jangan membayangkan bisa bebas bepergian dan berwisata ke luar kota dulu. PPKM Darurat memang berakhir pada 20 Juli. Namun, sekarang berlaku PPKM level III dan IV. Mobilitas kendaraan masih dibatasi.

Kepastian itu disampaikan Polres Pasuruan. Penyekatan kendaran tetap berlaku di perbatasan wilayah Kabupaten Pasuruan dengan Sidoarjo, Malang, dan Mojokerto. ”PPKM kan diperpanjang lagi hingga 25 Juli. Penyekatan kendaraan juga diperpanjang dan berjalan sama seperti sebelumnya,” jelas Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Andhika Mizaldy Lubis, Rabu (21/7).

Standar operasi dan prosedur penyekatan ditangani petugas di masing-masing pos penyekatan. Mereka personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan. Tidak ada yang berubah. Petugas itu akan bersiaga di masing-masing pos penyekatan. Salah satunya, pintu keluar (exit) jalan tol.

Para penumpang harus menunjukkan syarat-syarat dokumen jika ingin melintas. Di antaranya, sertifikat telah mengikuti vaksinasi dan menunjukkan kartu identitas kependudukan. Selain itu, tujuan harus jelas sekaligus urgen atau mendesak.

”Pola-pola penyekatan tidak berubah. SOP-nya sama. Juga tetap tegas,” tambah Mizaldy.

Pengendara maupun penumpang yang tidak bisa menunjukkan dokumen dan tujuan yang jelas, pasti akan diminta putar balik. Kelau keluar jalan tol ya harus balik lagi masuk jalan tol.

Dia menambahkan, selama PPKM Darurat, 3–20 Juli, petugas telah memutar balik ratusan kendaraan. Di antaranya, rombongan mobil mewah yang keluar dari jalan tol Pandaan pada Minggu (18/7). Puluhan mobil berbagai jenis itu dipaksa putar balik. Ada Ferrari, Lamborghini, Mercedes, Porche, dan sebagainya.

Pada Selasa (20/7), sekitar 50-an mobil juga diputar balik di exit tol Pandaan, Purwodadi, dan Kejapanan. Rata-rata adalah mobil pribadi. Mereka datang dari Surabaya dan hendak masuk ke Kabupaten Pasuruan untuk berbagai tujuan. Salah satunya, hendak makan-makan di Pandaan. (zal/far)

MOST READ

BERITA TERBARU