alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Buruh Pabrik Sepatu Bertahan, Tetap Tagih Pembayaran Gaji dan THR

PANDAAN, Radar BromoPekerja PT Karyamitra Budisentosa bertahan mogok. Buruh perusahaan produsen alas kaki di Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan, tersebut kukuh pada tuntutan agar tunggakan gaji dan THR mereka segera dibayar.

Kamis (21/4), demo memasuki hari ketiga sejak Selasa (19/4). Mogok kerja tetap diikuti ribuan karyawan, baik pegawai tetap maupun kontrak. Mereka beraksi di dalam lokasi pabrik. Sejumlah personel pengamanan dari Polsek dan Koramil Pandaan terlihat berjaga di lokasi. Dari pagi sampai menjelang sore.

HARI KETIGA: Aksi karyawan pabrik ini sudah terjadi sejak Selasa (12/4) lalu. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

”Tuntutan karyawan belum dipenuhi perusahaan. Jadi, kami mogok kerja sampai tuntutan dipenuhi,” ujar salah seorang pekerja. Mereka tetap menginginkan hasil perundingan dilaksanakan.

Yakni, pembayaran gaji karyawan operator dan staf 50 persen bulan berjalan dan tunggakan 25 persen. Juga pelunasan THR 2021 lalu dibayar hanya 50 persen. Kemudian, pembayaran gaji dan THR 2022 dibayar perusahaan kepada karyawan 100 persen.

”Tuntutan kami seperti ini. Mestinya harus dibayarkan segera, tapi ditunggu realisasinya belum juga ada,” katanya.

PANDAAN, Radar BromoPekerja PT Karyamitra Budisentosa bertahan mogok. Buruh perusahaan produsen alas kaki di Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan, tersebut kukuh pada tuntutan agar tunggakan gaji dan THR mereka segera dibayar.

Kamis (21/4), demo memasuki hari ketiga sejak Selasa (19/4). Mogok kerja tetap diikuti ribuan karyawan, baik pegawai tetap maupun kontrak. Mereka beraksi di dalam lokasi pabrik. Sejumlah personel pengamanan dari Polsek dan Koramil Pandaan terlihat berjaga di lokasi. Dari pagi sampai menjelang sore.

HARI KETIGA: Aksi karyawan pabrik ini sudah terjadi sejak Selasa (12/4) lalu. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

”Tuntutan karyawan belum dipenuhi perusahaan. Jadi, kami mogok kerja sampai tuntutan dipenuhi,” ujar salah seorang pekerja. Mereka tetap menginginkan hasil perundingan dilaksanakan.

Yakni, pembayaran gaji karyawan operator dan staf 50 persen bulan berjalan dan tunggakan 25 persen. Juga pelunasan THR 2021 lalu dibayar hanya 50 persen. Kemudian, pembayaran gaji dan THR 2022 dibayar perusahaan kepada karyawan 100 persen.

”Tuntutan kami seperti ini. Mestinya harus dibayarkan segera, tapi ditunggu realisasinya belum juga ada,” katanya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/