alexametrics
23.7 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Penutupan Pasar Hewan di Kab Pasuruan untuk Cegah PMK Dikeluhkan

PANDAAN, Radar BromoMerebaknya kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak di Kabupaten Pasuruan, membuat pemkab setempat menutup sementara pasar hewan di wilayahnya. Penutupan dilakukan sejak Kamis (19/5). Rupanya, kebijakan itu dikeluhkan pedagang daging dan sapi.

Adanya penutupan sementara pasar hewan itu, otomatis membuat aktivitas di pasar hewan menjadi mandek. Biasanya, pasar hewan digelar rata-rata 1-2 kali dalam sepekan.

Keluhan terkait penutupan pasar hewan itu seperti diungkapkan Ketua Paguyuban Pedagang Daging dan Sapi Kabupaten Pasuruan M Habibi. Menurutnya, kebijakan itu memberatkan para pedagang.

“Harus ada solusinya. Penutupan sementara, tidak perlu terlalu lama. Para pedagang daging, sapi, juga jagal termasuk peternak pastinya sangat terdampak,” keluh Habibi. Pihaknya berharap, harus ada solusi bersama dari pemerintah daerah. “Dampaknya jelas, sangat merugikan kami,” imbuhnya.

Saat ini, penjualan daging sapi sendiri diakuinya alami penurunan. Sejak kabar PMK yang menyerang sapi itu merebak. “Selain pembeli dagingnya berkurang, harga jual sapi juga anjlok,” ujar pria asal Desa Glagahsari, Kecamatan Sukorejo, ini.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan Diano Vela Fery Santoso menuturkan, pihaknya menunggu petunjuk teknis dari Dinas Peternakan terkait penutupan pasar hewan. Sebelum memutuskan untuk membuka kembali pasar hewan, tentu harus dilakukan monitoring dan evaluasi lebih dulu.

PANDAAN, Radar BromoMerebaknya kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak di Kabupaten Pasuruan, membuat pemkab setempat menutup sementara pasar hewan di wilayahnya. Penutupan dilakukan sejak Kamis (19/5). Rupanya, kebijakan itu dikeluhkan pedagang daging dan sapi.

Adanya penutupan sementara pasar hewan itu, otomatis membuat aktivitas di pasar hewan menjadi mandek. Biasanya, pasar hewan digelar rata-rata 1-2 kali dalam sepekan.

Keluhan terkait penutupan pasar hewan itu seperti diungkapkan Ketua Paguyuban Pedagang Daging dan Sapi Kabupaten Pasuruan M Habibi. Menurutnya, kebijakan itu memberatkan para pedagang.

“Harus ada solusinya. Penutupan sementara, tidak perlu terlalu lama. Para pedagang daging, sapi, juga jagal termasuk peternak pastinya sangat terdampak,” keluh Habibi. Pihaknya berharap, harus ada solusi bersama dari pemerintah daerah. “Dampaknya jelas, sangat merugikan kami,” imbuhnya.

Saat ini, penjualan daging sapi sendiri diakuinya alami penurunan. Sejak kabar PMK yang menyerang sapi itu merebak. “Selain pembeli dagingnya berkurang, harga jual sapi juga anjlok,” ujar pria asal Desa Glagahsari, Kecamatan Sukorejo, ini.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan Diano Vela Fery Santoso menuturkan, pihaknya menunggu petunjuk teknis dari Dinas Peternakan terkait penutupan pasar hewan. Sebelum memutuskan untuk membuka kembali pasar hewan, tentu harus dilakukan monitoring dan evaluasi lebih dulu.

MOST READ

BERITA TERBARU

/