alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Sungai Meluap, Jalan di Semut Purwodadi Ambrol Tergerus Longsor    

PURWODADI, Radar BromoWarga yang melintas di Dusun Semut Kidul, Desa Semut, Kecamatan Purwodadi, harus ekstrawaspada. Sebab, plengsengan dan sebagian jalan paving di tepi sungai setempat ambrol tergerus longsor.  

          Plengsengan dan sebagian itu tergerus longsor usai saluran primer Welang Surak meluap, Selasa petang (19/5). “Air yang mengalir di Saluran Primer Welang Surak meluap hingga ke jalan lingkungan yang ada di sisi timur saluran saat hujan deras. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh, ternyata plengsengan sepadan sekaligus jalan lingkungan itu longsor,” terang Hidayat, warga setempat.

Beruntung, saat jalan tergerus longsor, tak ada warga yang melintas. “Sebelumnya tidak pernah terjadi kejadian seperti ini, ya baru pertama kali ini kami ketahui kondisi seperti ini (tergerus longsor),” terangnya.

Usai tergerus longsor, warga lantas memberi penanda dari bambu agar pengguna jalan lebih berhati-hati saat melintas. Pengendara motor pun harus bergantian melewati jalur setempat.

Sementara itu, anggota DPRD Sugiarto menuturkan, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait harus responsif terkait kondisi itu. “Terlepas kewenangan siapa, yang pasti masyarakat sangat terdampak. Jadi plengsengan jalan lingkungan yang longsor harus diperbaiki,” harapnya.

PSDA Langsung Survei

Sementara itu, kemarin pagi sekitar pukul 07.30, tim dari UPT Penyuluhan Sumber Daya Air (PSDA) Wilayah Sungai Welang–Pekalen di Pasuruan, mendatangi plengsengan yang ambrol. Tim melakukan pengukuran kerusakan plengsengan dan jalan lingkungan yang longsor.

“Plengsengan jalan lingkungan sekaligus sepadan sungai yang longsor panjangnya sekitar 8,5 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 8 meter,” jelas Novita, kepala UPT Penyuluhan Sumber Daya Air (PSDA) Wilayah Sungai Welang–Pekalen di Pasuruan.

Dari hasil penelusuran tim di lapangan, longsornya plengsengan itu diakibatkan terjadinya kebocoran dinding Saluran Primer Welang Surak yang berada di sisi selatan jalan. “Selain itu, juga ada retakan pada plengsengan jalan lingkungannya,” katanya.

Novita memastikan, kerusakan jalan itu bakal segera diperbaiki. “Perbaikannya jadi wewenang kami di Pemprov Jatim. Bagian yang longsor segera dibangun bronjong, dianggarkan dari APBD I. Lalu dinding saluran primer yang bocor juga diperbaiki, kini masih penelusuran,” imbuhnya. (zal/mie)

PURWODADI, Radar BromoWarga yang melintas di Dusun Semut Kidul, Desa Semut, Kecamatan Purwodadi, harus ekstrawaspada. Sebab, plengsengan dan sebagian jalan paving di tepi sungai setempat ambrol tergerus longsor.  

          Plengsengan dan sebagian itu tergerus longsor usai saluran primer Welang Surak meluap, Selasa petang (19/5). “Air yang mengalir di Saluran Primer Welang Surak meluap hingga ke jalan lingkungan yang ada di sisi timur saluran saat hujan deras. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh, ternyata plengsengan sepadan sekaligus jalan lingkungan itu longsor,” terang Hidayat, warga setempat.

Beruntung, saat jalan tergerus longsor, tak ada warga yang melintas. “Sebelumnya tidak pernah terjadi kejadian seperti ini, ya baru pertama kali ini kami ketahui kondisi seperti ini (tergerus longsor),” terangnya.

Usai tergerus longsor, warga lantas memberi penanda dari bambu agar pengguna jalan lebih berhati-hati saat melintas. Pengendara motor pun harus bergantian melewati jalur setempat.

Sementara itu, anggota DPRD Sugiarto menuturkan, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait harus responsif terkait kondisi itu. “Terlepas kewenangan siapa, yang pasti masyarakat sangat terdampak. Jadi plengsengan jalan lingkungan yang longsor harus diperbaiki,” harapnya.

PSDA Langsung Survei

Sementara itu, kemarin pagi sekitar pukul 07.30, tim dari UPT Penyuluhan Sumber Daya Air (PSDA) Wilayah Sungai Welang–Pekalen di Pasuruan, mendatangi plengsengan yang ambrol. Tim melakukan pengukuran kerusakan plengsengan dan jalan lingkungan yang longsor.

“Plengsengan jalan lingkungan sekaligus sepadan sungai yang longsor panjangnya sekitar 8,5 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 8 meter,” jelas Novita, kepala UPT Penyuluhan Sumber Daya Air (PSDA) Wilayah Sungai Welang–Pekalen di Pasuruan.

Dari hasil penelusuran tim di lapangan, longsornya plengsengan itu diakibatkan terjadinya kebocoran dinding Saluran Primer Welang Surak yang berada di sisi selatan jalan. “Selain itu, juga ada retakan pada plengsengan jalan lingkungannya,” katanya.

Novita memastikan, kerusakan jalan itu bakal segera diperbaiki. “Perbaikannya jadi wewenang kami di Pemprov Jatim. Bagian yang longsor segera dibangun bronjong, dianggarkan dari APBD I. Lalu dinding saluran primer yang bocor juga diperbaiki, kini masih penelusuran,” imbuhnya. (zal/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/