alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Ambruk saat Panen Padi di Sawah, Petani asal Sukorejo Meninggal

SUKOREJO, Radar BromoAktivitas Gufron memanen padi di Dusun Telebuk, Desa Lemahbang, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Rabu (20/10) siang berujung tragedi. Ia mendadak ambruk, lalu meninggal di sawah.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Gufron yang asal Kedung Banteng, Desa Candibinangun, Kecamatan Sukorejo ambruk sekitar pukul 10.30. Gufron awalnya bersama empat temannya memanen padi di sawah setempat sejak pukul 07.00.

Saat asyik memanen, tiba-tiba ia muntah darah. Lalu pingsan. Selanjutnya, ia dievakuasi oleh sejumlah temannya untuk dibawa ke Puskesmas Sukorejo naik motor.

“Setelah sampai di puskesmas diperiksa oleh petugas medis, ternyata korban sudah meninggal dunia,” beber Kapolsek Sukorejo AKP Akhmad Sukiyanto.

Mengetahui korbannya meninggal, pihak puskesmas dan warga menghubungi polsek setempat. “Tidak diketemukan tanda kekerasan di tubuh korban. Keterangan istrinya, tiga hari lalu korban diketahui muntah darah di rumahnya. Akan tetapi tidak dibawah ke puskesmas atau rumah sakit,” kata perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu.

Pihak keluarga korban yang datang ke puskesmas menolak untuk dilakukan otopsi terhadap korban. Hal itu dibubuhkan dalam surat pernyataan mengetahui kepala desa setempat. (zal/mie)

 

SUKOREJO, Radar BromoAktivitas Gufron memanen padi di Dusun Telebuk, Desa Lemahbang, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Rabu (20/10) siang berujung tragedi. Ia mendadak ambruk, lalu meninggal di sawah.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Gufron yang asal Kedung Banteng, Desa Candibinangun, Kecamatan Sukorejo ambruk sekitar pukul 10.30. Gufron awalnya bersama empat temannya memanen padi di sawah setempat sejak pukul 07.00.

Saat asyik memanen, tiba-tiba ia muntah darah. Lalu pingsan. Selanjutnya, ia dievakuasi oleh sejumlah temannya untuk dibawa ke Puskesmas Sukorejo naik motor.

“Setelah sampai di puskesmas diperiksa oleh petugas medis, ternyata korban sudah meninggal dunia,” beber Kapolsek Sukorejo AKP Akhmad Sukiyanto.

Mengetahui korbannya meninggal, pihak puskesmas dan warga menghubungi polsek setempat. “Tidak diketemukan tanda kekerasan di tubuh korban. Keterangan istrinya, tiga hari lalu korban diketahui muntah darah di rumahnya. Akan tetapi tidak dibawah ke puskesmas atau rumah sakit,” kata perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu.

Pihak keluarga korban yang datang ke puskesmas menolak untuk dilakukan otopsi terhadap korban. Hal itu dibubuhkan dalam surat pernyataan mengetahui kepala desa setempat. (zal/mie)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/