alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Sunday, 3 July 2022

Orkesan Sekarjoho Berbuntut, Kades-Perangkat Dimintai Keterangan

PRIGEN, Radar BromoSenang-senangnya cuma sebentar. Urusannya jadi panjang dan lebar. Para penyelenggara orkesan malam Agustusan di Desa Sekarjoho, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan kini dirundung masalah. Satreskrim Polres Pasuruan turun menyelidiki acara yang diduga melanggar aturan PPKM tersebut. Kades, kasun, dan perangkat desa dipanggil ke mapolsek.

Orkesan itu berlangsung di dua tempat pada Selasa malam (17/8). Satu di lapangan bola Dusun Dinoyo. Satunya lagi di dalam kampung Dusun Sekarjoho. Tak jauh dari rumah Kades Sekarjoho Rustin.

Belum lama hiburan meriah itu berlangsung, Satgas Pencegahan Covid-19 Kecamatan Prigen menggerebek lokasi. Ada warga yang melapor. Sekitar pukul 21.30, orkesan dibubarkan paksa. Satgas telah menegur penyelenggara. Camat pun telah mengingatkan kepala desa.

Namun, persoalan tidak berhenti. Sebab, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasuruan memutuskan mendalami kasus tersebut. Penyelenggara dan perangkat desa dipanggil. Mereka dimintai keterangan. Mengapa dan bagaimana bisa ada acara orkesan di saat pandemi Covid-19.

”Betul, orkesan di Desa Sekarjoho saat ini kami lidik. Sudah delapan orang kami panggil dan periksa sebagai saksi,” terang Kasatreskrim AKP Adhi Putranto Utomo kepada Jawa Pos Radar Bromo Kamis (19/8).

PRIGEN, Radar BromoSenang-senangnya cuma sebentar. Urusannya jadi panjang dan lebar. Para penyelenggara orkesan malam Agustusan di Desa Sekarjoho, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan kini dirundung masalah. Satreskrim Polres Pasuruan turun menyelidiki acara yang diduga melanggar aturan PPKM tersebut. Kades, kasun, dan perangkat desa dipanggil ke mapolsek.

Orkesan itu berlangsung di dua tempat pada Selasa malam (17/8). Satu di lapangan bola Dusun Dinoyo. Satunya lagi di dalam kampung Dusun Sekarjoho. Tak jauh dari rumah Kades Sekarjoho Rustin.

Belum lama hiburan meriah itu berlangsung, Satgas Pencegahan Covid-19 Kecamatan Prigen menggerebek lokasi. Ada warga yang melapor. Sekitar pukul 21.30, orkesan dibubarkan paksa. Satgas telah menegur penyelenggara. Camat pun telah mengingatkan kepala desa.

Namun, persoalan tidak berhenti. Sebab, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasuruan memutuskan mendalami kasus tersebut. Penyelenggara dan perangkat desa dipanggil. Mereka dimintai keterangan. Mengapa dan bagaimana bisa ada acara orkesan di saat pandemi Covid-19.

”Betul, orkesan di Desa Sekarjoho saat ini kami lidik. Sudah delapan orang kami panggil dan periksa sebagai saksi,” terang Kasatreskrim AKP Adhi Putranto Utomo kepada Jawa Pos Radar Bromo Kamis (19/8).

MOST READ

BERITA TERBARU

/