alexametrics
27 C
Probolinggo
Sunday, 16 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Hanya Sebagian Pedagang di Kios Pasar Wisata Cheng Hoo yang Berjualan

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PANDAAN, Radar Bromo – Ada yang berbeda pasar wisata Cheng Hoo di Pandaan selama Ramadan ini. Para pedagang berjualan di lapaknya. Tapi hanya sebagian pedagang yang menempati kios di pasar yang berada di bawah naungan Disperindag Kabupaten Pasuruan.

Kondisi ini berbeda dengan saat di luar Ramadan. Saat Radar Bromo berkunjung ke pasar wisata ini Senin pagi (19/4), untuk deretan kios buah-buahan hanya sebagian yang buka dan berjualan.

Kondisi sangat sepi sekali, terlihat ketika melintas dan lewat di deretan kios suvenir serta makanan dan minuman (mamin). Mayoritas, pagi hari pilih tutup dan tidak berjualan.

“Saat Ramadan seperti ini pedagang yang berjualan hanya sebagian kecil saja. Tentu omzetnya juga turun,” cetus Dika, 24, salah seorang penjual menempati kios buah-buahan di Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan.

Turunnya omzet, juga hanya sebagian pedagang pilih beroperasi, karena selain sepi pengunjung, pandemi masih berlangsung. “Tahun kemarin yang seperti ini kondisinya. Apalagi saat Ramadan tidak ada bepergian atau pulang dari wisata, dan mampir ke pasar wisata ini,” tuturnya.

Sepinya pengunjung dan sedikitnya pedagang yang pilih berjualan, dibenarkan kepala Pasar Pandaan Sugeng Tawanto. Ia menuturkan, meskipun sebelum ada pandemi korona, tiap Ramadan memang sepi pengunjung.

“Selama kurun setahun, masuk Ramadan memang sepi. Para pedagang sudah tahu sekaligus memahaminya. Untuk deretan kios mamin bukanya tidak mulai pagi hari, tapi mulai sore hingga malam hari,” tukasnya. Kondisi kembali ramai di pasar wisata ini, di saat masuk Lebaran atau pasca Ramadan. (zal/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

PANDAAN, Radar Bromo – Ada yang berbeda pasar wisata Cheng Hoo di Pandaan selama Ramadan ini. Para pedagang berjualan di lapaknya. Tapi hanya sebagian pedagang yang menempati kios di pasar yang berada di bawah naungan Disperindag Kabupaten Pasuruan.

Kondisi ini berbeda dengan saat di luar Ramadan. Saat Radar Bromo berkunjung ke pasar wisata ini Senin pagi (19/4), untuk deretan kios buah-buahan hanya sebagian yang buka dan berjualan.

Kondisi sangat sepi sekali, terlihat ketika melintas dan lewat di deretan kios suvenir serta makanan dan minuman (mamin). Mayoritas, pagi hari pilih tutup dan tidak berjualan.

Mobile_AP_Half Page

“Saat Ramadan seperti ini pedagang yang berjualan hanya sebagian kecil saja. Tentu omzetnya juga turun,” cetus Dika, 24, salah seorang penjual menempati kios buah-buahan di Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan.

Turunnya omzet, juga hanya sebagian pedagang pilih beroperasi, karena selain sepi pengunjung, pandemi masih berlangsung. “Tahun kemarin yang seperti ini kondisinya. Apalagi saat Ramadan tidak ada bepergian atau pulang dari wisata, dan mampir ke pasar wisata ini,” tuturnya.

Sepinya pengunjung dan sedikitnya pedagang yang pilih berjualan, dibenarkan kepala Pasar Pandaan Sugeng Tawanto. Ia menuturkan, meskipun sebelum ada pandemi korona, tiap Ramadan memang sepi pengunjung.

“Selama kurun setahun, masuk Ramadan memang sepi. Para pedagang sudah tahu sekaligus memahaminya. Untuk deretan kios mamin bukanya tidak mulai pagi hari, tapi mulai sore hingga malam hari,” tukasnya. Kondisi kembali ramai di pasar wisata ini, di saat masuk Lebaran atau pasca Ramadan. (zal/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2