alexametrics
24 C
Probolinggo
Sunday, 28 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Ekskavasi Batu bata Blimbing Tunggu Jadwal BPCB

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

GEMPOL, Radar Bromo – Struktur batu bata blimbing yang ditemukan tahun lalu di Dusun Blimbing, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, akan diekskavasi tahun ini. Ekskavasi akan dilakukan Pemkab Pasuruan melalui Disbudpar setempat.

“Ekskavasi untuk struktur batu bata di Blimbing, Bulusari, akan dilakukan tahun ini. Pelaksanaannya menunggu jadwal dari BPCB Jatim,” terang Kasi Sejarah dan Purbakala Disbudpar Kabupaten Pasuruan Ika Ratnawati.

Menurut Ika, proses ekskavasi memang dilakukan BPCB Jatim dengan melibatkan arkeolog. Disbudpar pun sudah mengajukan surat ekskavasi ke BPCB Jatim. Hanya sampai sekarang, belum mendapat balasan tentang jadwal pastinya.

“Ekskavasi itu harus dilakukan oleh ahlinya, yaitu BPCB Jatim. Kami bertugas mendampingi di lapangan dengan alokasi dana Rp 25 juta dari APBD,” katanya.

BPCB Jatim sejauh ini pernah survei ke lokasi penemuan struktur batu bata Blimbing. Survei dilakukan perwakilan BPCB Jatim korwil Pasuruan bersama tim dari Disbudpar Kabupaten Pasuruan, beberapa hari pascatemuan.

Saat itu diketahui ukuran tiap batu bata pada bangunan lebih besar daripada batu bata saat ini. Yakni panjang 35 sentimeter, lebar 20 sentimeter, dan tebal 12 sentimeter.

Saat awal ditemukan, panjang bangunan itu hanya 10 meter dengan tinggi 1,5 meter. Setelah dibersihkan saat ini terlihat panjangnya 25 meter dan tingginya 1,5 meter. (zal/hn)

Mobile_AP_Rectangle 1

GEMPOL, Radar Bromo – Struktur batu bata blimbing yang ditemukan tahun lalu di Dusun Blimbing, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, akan diekskavasi tahun ini. Ekskavasi akan dilakukan Pemkab Pasuruan melalui Disbudpar setempat.

“Ekskavasi untuk struktur batu bata di Blimbing, Bulusari, akan dilakukan tahun ini. Pelaksanaannya menunggu jadwal dari BPCB Jatim,” terang Kasi Sejarah dan Purbakala Disbudpar Kabupaten Pasuruan Ika Ratnawati.

Menurut Ika, proses ekskavasi memang dilakukan BPCB Jatim dengan melibatkan arkeolog. Disbudpar pun sudah mengajukan surat ekskavasi ke BPCB Jatim. Hanya sampai sekarang, belum mendapat balasan tentang jadwal pastinya.

Mobile_AP_Half Page

“Ekskavasi itu harus dilakukan oleh ahlinya, yaitu BPCB Jatim. Kami bertugas mendampingi di lapangan dengan alokasi dana Rp 25 juta dari APBD,” katanya.

BPCB Jatim sejauh ini pernah survei ke lokasi penemuan struktur batu bata Blimbing. Survei dilakukan perwakilan BPCB Jatim korwil Pasuruan bersama tim dari Disbudpar Kabupaten Pasuruan, beberapa hari pascatemuan.

Saat itu diketahui ukuran tiap batu bata pada bangunan lebih besar daripada batu bata saat ini. Yakni panjang 35 sentimeter, lebar 20 sentimeter, dan tebal 12 sentimeter.

Saat awal ditemukan, panjang bangunan itu hanya 10 meter dengan tinggi 1,5 meter. Setelah dibersihkan saat ini terlihat panjangnya 25 meter dan tingginya 1,5 meter. (zal/hn)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2