alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Tuesday, 7 December 2021

Sekeluarga Tewas Tertabrak KA di Perlintasan tanpa Palang Sentul

PURWODADI, Radar BromoPerlintasan kereta api (KA) tanpa palang di Kabupaten Pasuruan kembali menelan korban. Usai Minggu malam (14/11) terjadi di Beji dengan merenggut 4 korban jiwa. Jumat (19/11), kecelakaan maut terjadi di Dusun Kampung Baru, Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi.

Sebuah mobil jip Daihatsu Taft bernopol N 1898 VQ tertabrak KA Tawangalun relasi Banyuwangi-Malang. Kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 11.30 siang. Empat nyawa melayang dalam insiden itu. Korbannya adalah sekeluarga.

“Mobilnya dari arah barat ke timur. Saat melintas di rel KA tanpa palang pintu, tertabrak kereta api dari samping yang melaju dari arah utara ke selatan. Mobil sempat terseret hingga 25 meter, sebelum akhirnya terpental,” beber Marsini, 54, salah seorang saksi yang juga warga sekitar.

Sesaat setelah kejadian, kereta api sempat berhenti sebentar. Lalu, melanjutkan kembali perjalanannya menuju Malang. Warga dan petugas lantas berupaya mengevakuasi korban.

Sang sopir Taft diketahui bernama Steffen Fang Nyoto, 22, warga Jalan Takuban Perahu, Kota Surabaya. Di dalam mobil ada dua orang tuanya. Yakni, Djemy Nyoto, 64 dan Ratna Indra Warni, 55, keduanya pasutri asal Dusun Gunting, Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi. Serta kakak Steffen, bernama Velisa Yulian, 24, asal Jalan Takuban Perahu, Kota Surabaya.

“Korban sopir dan penumpang mobil masih satu keluarga. Informasinya mereka dari tempat usaha kayunya di Sentul, Purwodadi. Mereka mau istirahat pulang ke rumahnya di Lawang, Kabupaten Malang,” tutur Marsini.

Steffen Fang Nyoto, Djemy Nyoto, dan Ratna Indra Warni meninggal di lokasi kejadian. Jenazahnya langsung dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang. Sedangkan Velisa Yulian, kondisinya kritis. Ia lantas dilarikan ke IGD Puskesmas Purwodadi. Namun, karena lukanya parah, ia akhirnya juga mengembuskan napas terakhir.

“Korbannya tiga orang meninggal di lokasi kejadian, satu orang lainnya meninggal saat berada di Puskesmas Purwodadi. Jenazah keempat korban mengalami luka parah. Lantas divisum ke kamar mayat RSSA Malang,” jelas anggota Poslantas Purwodadi Bripka Reka.

Setelah mengevakuasi jenazah korban, petugas juga mengevakuasi mobil Taft yang ringsek dengan truk derek. “Dari olah TKP, sopir Taft kurang hati-hati saat melintas di perlintasan KA tanpa palang. Sehingga tertabrak kereta api dari samping,” terang Kanit Laka Satlantas Polres Pasuruan Ipda Ahmad Khunaefi. (zal/mie)

PURWODADI, Radar BromoPerlintasan kereta api (KA) tanpa palang di Kabupaten Pasuruan kembali menelan korban. Usai Minggu malam (14/11) terjadi di Beji dengan merenggut 4 korban jiwa. Jumat (19/11), kecelakaan maut terjadi di Dusun Kampung Baru, Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi.

Sebuah mobil jip Daihatsu Taft bernopol N 1898 VQ tertabrak KA Tawangalun relasi Banyuwangi-Malang. Kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 11.30 siang. Empat nyawa melayang dalam insiden itu. Korbannya adalah sekeluarga.

“Mobilnya dari arah barat ke timur. Saat melintas di rel KA tanpa palang pintu, tertabrak kereta api dari samping yang melaju dari arah utara ke selatan. Mobil sempat terseret hingga 25 meter, sebelum akhirnya terpental,” beber Marsini, 54, salah seorang saksi yang juga warga sekitar.

Sesaat setelah kejadian, kereta api sempat berhenti sebentar. Lalu, melanjutkan kembali perjalanannya menuju Malang. Warga dan petugas lantas berupaya mengevakuasi korban.

Sang sopir Taft diketahui bernama Steffen Fang Nyoto, 22, warga Jalan Takuban Perahu, Kota Surabaya. Di dalam mobil ada dua orang tuanya. Yakni, Djemy Nyoto, 64 dan Ratna Indra Warni, 55, keduanya pasutri asal Dusun Gunting, Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi. Serta kakak Steffen, bernama Velisa Yulian, 24, asal Jalan Takuban Perahu, Kota Surabaya.

“Korban sopir dan penumpang mobil masih satu keluarga. Informasinya mereka dari tempat usaha kayunya di Sentul, Purwodadi. Mereka mau istirahat pulang ke rumahnya di Lawang, Kabupaten Malang,” tutur Marsini.

Steffen Fang Nyoto, Djemy Nyoto, dan Ratna Indra Warni meninggal di lokasi kejadian. Jenazahnya langsung dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang. Sedangkan Velisa Yulian, kondisinya kritis. Ia lantas dilarikan ke IGD Puskesmas Purwodadi. Namun, karena lukanya parah, ia akhirnya juga mengembuskan napas terakhir.

“Korbannya tiga orang meninggal di lokasi kejadian, satu orang lainnya meninggal saat berada di Puskesmas Purwodadi. Jenazah keempat korban mengalami luka parah. Lantas divisum ke kamar mayat RSSA Malang,” jelas anggota Poslantas Purwodadi Bripka Reka.

Setelah mengevakuasi jenazah korban, petugas juga mengevakuasi mobil Taft yang ringsek dengan truk derek. “Dari olah TKP, sopir Taft kurang hati-hati saat melintas di perlintasan KA tanpa palang. Sehingga tertabrak kereta api dari samping,” terang Kanit Laka Satlantas Polres Pasuruan Ipda Ahmad Khunaefi. (zal/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU