alexametrics
30.9 C
Probolinggo
Thursday, 29 July 2021

Bayar Rp 5 Juta, Segel Warkop di Pandaan yang Langgar PPKM Dilepas

PANDAAN, Radar BromoWarung kopi (warkop) di Jalan Dr Soetomo, Pandaan, Kabupaten Pasuruan disegel Satpol PP sejak Kamis (8/7) lalu. Penyebabnya dinilai melanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Setelah 11 hari, segel itu akhirnya dibuka Senin (19/7). Itu setelah pemilik warkop akhirnya membayar denda Rp 5 juta sesuai sanksi sidang ditempat.

Denda itu dibayar Senin pagi. Segel pun dilepas. Warkop Giras di Kasri, Pandaan, itu pun mulai berjualan lagi setelah 11 hari tutup. Pengelola warkop berjanji akan menaati aturan pemerintah selama PPKM Darurat.

Di antaranya, tidak melayani makan dan minum di tempat. Cuma untuk dibawa pulang. Buka pun  hanya sampai pukul 20.00. ”Siap ikuti aturan pemerintah,” ungkap salah seorang pegawai warkop.

Kamis pekan lalu, Satpol PP Kabupaten Pasuruan merazia warkop tersebut. Bersama puluhan warung dan pedagang lain, warkop tersebut dinyatakan melanggar aturan PPKM Darurat. Mereka melayani pembeli di tempat dan buka melebihi aturan jam buka. Ada 23 pelanggar dalam razia yang dilakukan Selasa dan Rabu (6-7/7).

Pada Kamis (8/7), mereka disidang dipiring di pendapa kantor kelurahan setempat. Sidang itu disaksikan Forkopimda Kabupaten Pasuruan. Penyidik PPNS Satpol PP Kabupaten Pasuruan menuntut para pelanggar agar membayar denda uang. Nilainya variatif. Mulai Rp 250 ribu hingga Rp 10 juta.

Pemilik warung kopi di Kasri, Pandaan, itu didenda Rp 3 juta. Sayangnya, dia tidak kunjung muncul hingga pukul 13.00 hari itu. Denda tidak juga ditransfer. Akhirnya, Kajari Kabupaten Pasuruan Ramdhanu Dwiyantoro mendatangi lokasi warung kopi tersebut bersama jajaran forkopimda.

Petugas lantas menyegel tempat usaha itu dengan garis kuning milik PPNS satpol PP. Hakim juga menambah vonis untuk pemilik warung kopi ini. Dari Rp 3 juta menjadi Rp 5 juta. Penyegelan berlaku selama 14 hari. Siapa pun tidak boleh masuk. Yang masuk dan merusak hukumannya penjara. Tidak lagi denda. Untuk membuka segel, denda harus dibayar dulu. Baru kemarin denda dibayar pemilik warkop.

Bagaimana penjelasan satpol PP?  ”Senin pagi (19/7) dendanya sudah dibayar Rp 5 juta ke kejaksaan. Dan, jelang siang segel garis satpol PP kami buka,” kata Kepala Satpol PP Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana.

Bakti menegaskan, warkop tersebut diperbolehkan kembali buka atau berjualan. Tentu, pemiliknya harus taat aturan sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri. ”Setelah ini, silakan jika ingin berjualan atau buka. Tapi, tetap take away dulu,” ujarnya.

Pengelola warkop tidak diperbolehkan melayani pembeli di tempat selama PPKM Darurat berlangsung. ”Jika dilanggar, akan kami tindak,” tegasnya. (zal/far)

 

PANDAAN, Radar BromoWarung kopi (warkop) di Jalan Dr Soetomo, Pandaan, Kabupaten Pasuruan disegel Satpol PP sejak Kamis (8/7) lalu. Penyebabnya dinilai melanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Setelah 11 hari, segel itu akhirnya dibuka Senin (19/7). Itu setelah pemilik warkop akhirnya membayar denda Rp 5 juta sesuai sanksi sidang ditempat.

Denda itu dibayar Senin pagi. Segel pun dilepas. Warkop Giras di Kasri, Pandaan, itu pun mulai berjualan lagi setelah 11 hari tutup. Pengelola warkop berjanji akan menaati aturan pemerintah selama PPKM Darurat.

Di antaranya, tidak melayani makan dan minum di tempat. Cuma untuk dibawa pulang. Buka pun  hanya sampai pukul 20.00. ”Siap ikuti aturan pemerintah,” ungkap salah seorang pegawai warkop.

Kamis pekan lalu, Satpol PP Kabupaten Pasuruan merazia warkop tersebut. Bersama puluhan warung dan pedagang lain, warkop tersebut dinyatakan melanggar aturan PPKM Darurat. Mereka melayani pembeli di tempat dan buka melebihi aturan jam buka. Ada 23 pelanggar dalam razia yang dilakukan Selasa dan Rabu (6-7/7).

Pada Kamis (8/7), mereka disidang dipiring di pendapa kantor kelurahan setempat. Sidang itu disaksikan Forkopimda Kabupaten Pasuruan. Penyidik PPNS Satpol PP Kabupaten Pasuruan menuntut para pelanggar agar membayar denda uang. Nilainya variatif. Mulai Rp 250 ribu hingga Rp 10 juta.

Pemilik warung kopi di Kasri, Pandaan, itu didenda Rp 3 juta. Sayangnya, dia tidak kunjung muncul hingga pukul 13.00 hari itu. Denda tidak juga ditransfer. Akhirnya, Kajari Kabupaten Pasuruan Ramdhanu Dwiyantoro mendatangi lokasi warung kopi tersebut bersama jajaran forkopimda.

Petugas lantas menyegel tempat usaha itu dengan garis kuning milik PPNS satpol PP. Hakim juga menambah vonis untuk pemilik warung kopi ini. Dari Rp 3 juta menjadi Rp 5 juta. Penyegelan berlaku selama 14 hari. Siapa pun tidak boleh masuk. Yang masuk dan merusak hukumannya penjara. Tidak lagi denda. Untuk membuka segel, denda harus dibayar dulu. Baru kemarin denda dibayar pemilik warkop.

Bagaimana penjelasan satpol PP?  ”Senin pagi (19/7) dendanya sudah dibayar Rp 5 juta ke kejaksaan. Dan, jelang siang segel garis satpol PP kami buka,” kata Kepala Satpol PP Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana.

Bakti menegaskan, warkop tersebut diperbolehkan kembali buka atau berjualan. Tentu, pemiliknya harus taat aturan sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri. ”Setelah ini, silakan jika ingin berjualan atau buka. Tapi, tetap take away dulu,” ujarnya.

Pengelola warkop tidak diperbolehkan melayani pembeli di tempat selama PPKM Darurat berlangsung. ”Jika dilanggar, akan kami tindak,” tegasnya. (zal/far)

 

MOST READ

BERITA TERBARU