alexametrics
26C
Probolinggo
Friday, 22 January 2021

Bakal Panggil Pelaksana-Kadispendik, Pekerja Khawatir Lanjutkan Rehab

PURWODADI, Radar Bromo – Ambruknya atap dan tembok ruang kelas III di SDN Cowek 2, Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, mendapat respons Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan. Dewan berencana memanggil pelaksana dan Dispendik untuk mempertanyakan insiden yang terjadi Senin (16/11) lalu.

Ruslan, ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, angkat bicara terkait ini. Ia mengatakan, tahun lalu komisinya pernah melakukan sidak di sekolah tersebut. Saat itu usai sidak, komisinya menginstruksikan agar bangunan ruang kelas yang rusak segera dirobohkan. Agar tidak membahayakan murid, guru, serta orang yang melintas. Lanjut dibangun baru.

“Kekhawatiran kami akhirnya terjadi sekarang. Saat mau direhab, atap dan tembok gedung kelasnya ambruk. Untung saya saat kejadian tidak ada korban,” ungkapnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Bromo via telepon Selasa (17/11).

Pasca kejadian ini, pihaknya akan memanggil Plt Kadispendik Kabupaten Pasuruan. Termasuk Juga CV. Waringin Agung sebagai pelaksana. Komisi IV menjadwalkan pemanggilan pekan depan.

“Pihak-pihak terkait pasti kami panggil, baik dari pelaksana maupun Plt Kadispendik Kabupaten Pasuruan. Sekaligus klarifikasi, apakah kejadian itu memang ambruk atau dirobohkan,” ujarnya.

Selain klarifikasi, komisi empat juga akan menekankan pentingnya evaluasi. Sekaligus juga percepatan rehab, jika memang kemudian harus dilanjutkan atau diteruskan. “Ini penting dan menjadi atensi kami di Komisi IV yang membidangi pendidikan. Sambil menunggu pemanggilan dan klarifikasi, pekerjaan rehabnya mandek dulu sementara,” tegasnya.

Sementara itu, sehari usai ambruknya atap dan tembok gedung ruang kelas tiga di SDN Cowek 2, terpasang tali rafia sebagai pembatas. Tali tersebut dipasang di sekeliling bangunan ruang kelas yang mau di rehab. Agar tidak dilewati dan mendekat.

“Pekerjaan rehabnya stop dulu. Kami sebagai pekerja di lapangan sebanyak tujuh orang dari warga setempat belum berani melanjutkan. Karena masih takut, juga khawatir kejadian serupa terjadi lagi,” jelas Karman, 40, salah seorang pekerja bangunan proyek rehab di sekolah ini.

Di sisi lain, Bagus, salah seorang tenaga pendidik di sekolah tersebut mengatakan, rehab terakhir kalinya di sekolah yang sama pernah di lakukan sekitar 2013 lalu. Yakni perbaikan galvalum, plafon, lantai keramik di empat ruang kelas sekaligus posisinya berderet. Masing-masing ruang kelas III, IV, V dan VI.

“Meskipun pernah direhab hingga dan kemudian rusak parah, harusnya tidak direhab kembali. Tapi seharusnya dibangun ruang kelas baru,” ungkapnya.

Di sisi lain, saat Radar Bromo datang ke lokasi SDN Cowek 2, tidak melihat dari pelaksana atau perwakilan dari CV. Waringin Agung berada di lokasi. Radar Bromo juga sudah berusaha menghubungi Plt Kadispendik Kabupaten Pasuruan, Ahmad Kasani via telepon dan SMS. Namun hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan tidak bisa di hubungi. Juga tak menjawab SMS balik. (zal/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU