alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Semester Pertama Investasi di Kab Pasuruan Capai Rp 6,5 T

BANGIL, Radar Bromo – Meski masuk pandemi Covid-19 sejak pertengahan Maret lalu, investasi di Kabupaten Pasuruan masih cukup positif di semester awal (Januari-Juni).

Dari target yang ditetapkan sebesar Rp 9,5 triliun tahun ini, di semester pertama sudah tercapai Rp 6,531 triliun atau sudah 68 persen dari target.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Pasuruan Eddy Suprianto mengatakan, secara persentase, iklim investasi masih bagus. “Ini terlihat dari investasi yang masuk tetap tinggi kendati di tengah wabah korona,” terangnya.

Dari realisasi investasi Rp 6,5 triliun, masih didominasi oleh Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan 23 perusahaan dan nilai investasi sebesar Rp 3,429 triliun. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) sebanyak 10 perusahaan dengan nilai investasi sebesar Rp 3,1 triliun.

“Untuk perusahaan didominasi PMDN, khususnya perusahaan farmasi, obat-obatan, termasuk juga industri kertas dan mamin,” terangnya.

Persentase yang melebihi 50 persen di semester awal itu dinilai masih cukup bagus. Apalagi, sejak pertengahan Maret, kondisi ekonomi tengah lesu imbas merebaknya korona.

“Memang yang tertarik untuk berinvestasi di Kabupaten Pasuruan masih bagus. Kendati kami melihat banyak juga investor yang wait and see di tengah wabah korona ini. Sehingga, memang menurut kami hasil investasi yang masuk memang belum maksimal,” terangnya.

Eddy tak menampik merebaknya wabah korona membuat banyak investor yang masih menunda berinvestasi. Terutama, banyak investor yang menunggu terkait Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang baru di Kabupaten Pasuruan. Sehingga, kendati realisasi sudah mencapai Rp 6,5 triliun, namun sebenarnya masih bisa digenjot lagi.

Beruntung, ketersediaan energi, air, infrastruktur menunjang seperti jalan tol, masih jadi magnet para investor. (eka/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Meski masuk pandemi Covid-19 sejak pertengahan Maret lalu, investasi di Kabupaten Pasuruan masih cukup positif di semester awal (Januari-Juni).

Dari target yang ditetapkan sebesar Rp 9,5 triliun tahun ini, di semester pertama sudah tercapai Rp 6,531 triliun atau sudah 68 persen dari target.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Pasuruan Eddy Suprianto mengatakan, secara persentase, iklim investasi masih bagus. “Ini terlihat dari investasi yang masuk tetap tinggi kendati di tengah wabah korona,” terangnya.

Dari realisasi investasi Rp 6,5 triliun, masih didominasi oleh Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan 23 perusahaan dan nilai investasi sebesar Rp 3,429 triliun. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) sebanyak 10 perusahaan dengan nilai investasi sebesar Rp 3,1 triliun.

“Untuk perusahaan didominasi PMDN, khususnya perusahaan farmasi, obat-obatan, termasuk juga industri kertas dan mamin,” terangnya.

Persentase yang melebihi 50 persen di semester awal itu dinilai masih cukup bagus. Apalagi, sejak pertengahan Maret, kondisi ekonomi tengah lesu imbas merebaknya korona.

“Memang yang tertarik untuk berinvestasi di Kabupaten Pasuruan masih bagus. Kendati kami melihat banyak juga investor yang wait and see di tengah wabah korona ini. Sehingga, memang menurut kami hasil investasi yang masuk memang belum maksimal,” terangnya.

Eddy tak menampik merebaknya wabah korona membuat banyak investor yang masih menunda berinvestasi. Terutama, banyak investor yang menunggu terkait Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang baru di Kabupaten Pasuruan. Sehingga, kendati realisasi sudah mencapai Rp 6,5 triliun, namun sebenarnya masih bisa digenjot lagi.

Beruntung, ketersediaan energi, air, infrastruktur menunjang seperti jalan tol, masih jadi magnet para investor. (eka/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/