alexametrics
25.5 C
Probolinggo
Friday, 12 August 2022

Cari Bambu, Dua Warga Malang Tersambar Petir, Satu Meregang Nyawa

SUKOREJO, Radar Bromo– Hujan lebat disertai petir yang terjadi di Kecamatan Sukorejo, Kamis (18/3) siang, memakan korban jiwa. Dua orang terkena sambaran kilat saat mencari bambu di sebuah kebun yang ada di Dusun Kemiri, Desa Pakukerto, Kecamatan Sukorejo. Akibatnya, satu korban tewas, dan satu lainnya luka berat.

Dua korban diketahui bernama Abdul Hamid, 39, asal Desa Pringgodani, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang,  dan Anang Supardi, 33, warga Desa Panduarjo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang.

Korban yang tewas ialah Abdul Hamid. Sedangkan Anang Supardi, nyawanya masih tertolong. Hanya saja Anang ia mengalami luka-luka. Kaki kanannya bahkan tidak bisa digerakkan dan harus dirawat di Puskesmas Sukorejo.

TERLUKA: Anang Supardi, korban yang tersambar petir saat dirawat di IGD Puskesmas Sukorejo. (Foto: Polsek Sukorejo for Jawa Pos Radar Bromo)

Informasi yang dihimpun radarbromo.jawapos.com, insiden itu terjadi pukul 13.00. Sebelum hujan turun, Abdul Hamid dan Anang Supardi memang tengah mencari bambu. Sejatinya bukan hanya mereka berdua. Tetapi ada pula M. Lutfi Aziz, 21, asal Desa Plintahan, Kecamatan Pandaan. Tetapi M Lutfi Azis tidak ikut tersambar petir.

“Saat hujan dan disertai petir, ada tiga orang cari dan potong bambu di Dusun Kemiri, Desa Pakukerto. Dua orang tersambar petir. Satu orang tewas, dan satu luka-luka,” ujar Kapolsek Sukorejo AKP. Akhmad Sukiyanto.

Sebelum kejadian, kapolsek mengatakan, ketiga orang tersebut sudah berhasil memotong bambu sebanyak delapan batang. “Dua korban yang tersambar petir, posisinya sedang menarik bambu yang sudah dipotong,” ungkapnya.

Untuk korban yang tewas, menurut kapolsek, tewasnya dalam perjalanan menuju Puskesmas Sukorejo. Saat di TKP, Abdul Hamid masih bernafas, namun sudah dalam kondisi tak sadarkan diri.

Pasca kejadian, petugas Polsek Sukorejo bersama tim medis dari puskesmas, sempat memeriksa jasad korban yang tewas. Hasilnya, tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan.

Pihak keluarga korban menolak dilakukan otopsi. Keluarga menerima kematian korban karena tewas tersambar petir lantaran musibah. Sore harinya jasad dibawa ke ke rumah duka di Malang. (zal/fun)

SUKOREJO, Radar Bromo– Hujan lebat disertai petir yang terjadi di Kecamatan Sukorejo, Kamis (18/3) siang, memakan korban jiwa. Dua orang terkena sambaran kilat saat mencari bambu di sebuah kebun yang ada di Dusun Kemiri, Desa Pakukerto, Kecamatan Sukorejo. Akibatnya, satu korban tewas, dan satu lainnya luka berat.

Dua korban diketahui bernama Abdul Hamid, 39, asal Desa Pringgodani, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang,  dan Anang Supardi, 33, warga Desa Panduarjo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang.

Korban yang tewas ialah Abdul Hamid. Sedangkan Anang Supardi, nyawanya masih tertolong. Hanya saja Anang ia mengalami luka-luka. Kaki kanannya bahkan tidak bisa digerakkan dan harus dirawat di Puskesmas Sukorejo.

TERLUKA: Anang Supardi, korban yang tersambar petir saat dirawat di IGD Puskesmas Sukorejo. (Foto: Polsek Sukorejo for Jawa Pos Radar Bromo)

Informasi yang dihimpun radarbromo.jawapos.com, insiden itu terjadi pukul 13.00. Sebelum hujan turun, Abdul Hamid dan Anang Supardi memang tengah mencari bambu. Sejatinya bukan hanya mereka berdua. Tetapi ada pula M. Lutfi Aziz, 21, asal Desa Plintahan, Kecamatan Pandaan. Tetapi M Lutfi Azis tidak ikut tersambar petir.

“Saat hujan dan disertai petir, ada tiga orang cari dan potong bambu di Dusun Kemiri, Desa Pakukerto. Dua orang tersambar petir. Satu orang tewas, dan satu luka-luka,” ujar Kapolsek Sukorejo AKP. Akhmad Sukiyanto.

Sebelum kejadian, kapolsek mengatakan, ketiga orang tersebut sudah berhasil memotong bambu sebanyak delapan batang. “Dua korban yang tersambar petir, posisinya sedang menarik bambu yang sudah dipotong,” ungkapnya.

Untuk korban yang tewas, menurut kapolsek, tewasnya dalam perjalanan menuju Puskesmas Sukorejo. Saat di TKP, Abdul Hamid masih bernafas, namun sudah dalam kondisi tak sadarkan diri.

Pasca kejadian, petugas Polsek Sukorejo bersama tim medis dari puskesmas, sempat memeriksa jasad korban yang tewas. Hasilnya, tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan.

Pihak keluarga korban menolak dilakukan otopsi. Keluarga menerima kematian korban karena tewas tersambar petir lantaran musibah. Sore harinya jasad dibawa ke ke rumah duka di Malang. (zal/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/