alexametrics
30.4 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Peserta Tes Perangkat Desa Ngerong Tolak Tanda Tangan Berita Acara

GEMPOL, Radar Bromo – Polemik pelaksanaan tes ujian perangkat Desa Ngerong, Kecamatan Gempol masih menggelinding. Itu lantaran kemarin peserta ujian menolak menandatangani berita acara saat dilakukan cek ulang hasil ujian semua peserta yang dilakukan di kantor Kecamatan Gempol, kemarin

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, para peserta tes berdatangan untuk mengikuti proses cek ulang. Yakni lembar jawaban dengan kunci jawaban, di masing-masing formasi. Mulai peserta untuk formasi Sekdes, Kaur Perencanaan dan Kawil atau Kasun Putat.

Saat cek ulang, peserta tes ujian perangkat Desa Ngerong langsung berhadapan dengan pihak ketiga atau penguji. Proses itu disaksikan oleh panitia penjaringan.

Selama proses cek ulang, sempat terjadi argumen terkait pembahasan jawaban dan kunci jawabannya. “Kegiatan hari ini menindaklanjuti yang kemarin. Yakni krocek ulang jawaban dengan kunci jawaban. Dari 21 orang peserta, hanya 16 orang yang datang. Sisanya yang lima sudah di kroscek pada Rabu (14/10) lalu,” terang Teguh Sarwo Adji, ketua tim penguji dari pihak ketiga atau perguruan tinggi.

Dari hasil cek ulang untuk semua peserta, hasilnya akan diserahkan kembali ke panitia. “Tugas kami hanya kroscek saja, hasilnya seperti apa. Nanti diserahkan semua ke panitia, selanjutnya sepenuhnya menjadi kewenangan panitia dalam memutuskan,” katanya.

Sore hari, proses cek ulang jawaban tuntas. Saat penanda tanganan berita acara usai kegiatan tersebut, para peserta tidak ada yang mau menandatanganinya.

“Hari ini fokus pada kroscek soal jawaban semua peserta, hasilnya juga akan disampaikan ke peserta. Setelah ini, akan kami koordinasikan dengan pihak ketiga, sebelum keputusan diambil,” terang Hadi, salah seorang panitia penjaringan.

Belum ada titik temunya terkait polemic itu, disayangkan oleh Camat Gempol M. Nur Cholis. Menurutnya, kasus seperti itu tak perlu terjadi. Tahapan yang ada, menurutnya jadi wewenang panitia.

“Kami dilapangan hanya menjadi fasilitator saja. Keputusan tetap ada di panitia. Dari panitia akan diserahkan ke kades, untuk kemudian disampaikan ke kami sekaligus rekomendasinya pula. Mudah-mudahan segera tuntas dan ada titik temu,” harapnya. (zal/mie)

GEMPOL, Radar Bromo – Polemik pelaksanaan tes ujian perangkat Desa Ngerong, Kecamatan Gempol masih menggelinding. Itu lantaran kemarin peserta ujian menolak menandatangani berita acara saat dilakukan cek ulang hasil ujian semua peserta yang dilakukan di kantor Kecamatan Gempol, kemarin

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, para peserta tes berdatangan untuk mengikuti proses cek ulang. Yakni lembar jawaban dengan kunci jawaban, di masing-masing formasi. Mulai peserta untuk formasi Sekdes, Kaur Perencanaan dan Kawil atau Kasun Putat.

Saat cek ulang, peserta tes ujian perangkat Desa Ngerong langsung berhadapan dengan pihak ketiga atau penguji. Proses itu disaksikan oleh panitia penjaringan.

Selama proses cek ulang, sempat terjadi argumen terkait pembahasan jawaban dan kunci jawabannya. “Kegiatan hari ini menindaklanjuti yang kemarin. Yakni krocek ulang jawaban dengan kunci jawaban. Dari 21 orang peserta, hanya 16 orang yang datang. Sisanya yang lima sudah di kroscek pada Rabu (14/10) lalu,” terang Teguh Sarwo Adji, ketua tim penguji dari pihak ketiga atau perguruan tinggi.

Dari hasil cek ulang untuk semua peserta, hasilnya akan diserahkan kembali ke panitia. “Tugas kami hanya kroscek saja, hasilnya seperti apa. Nanti diserahkan semua ke panitia, selanjutnya sepenuhnya menjadi kewenangan panitia dalam memutuskan,” katanya.

Sore hari, proses cek ulang jawaban tuntas. Saat penanda tanganan berita acara usai kegiatan tersebut, para peserta tidak ada yang mau menandatanganinya.

“Hari ini fokus pada kroscek soal jawaban semua peserta, hasilnya juga akan disampaikan ke peserta. Setelah ini, akan kami koordinasikan dengan pihak ketiga, sebelum keputusan diambil,” terang Hadi, salah seorang panitia penjaringan.

Belum ada titik temunya terkait polemic itu, disayangkan oleh Camat Gempol M. Nur Cholis. Menurutnya, kasus seperti itu tak perlu terjadi. Tahapan yang ada, menurutnya jadi wewenang panitia.

“Kami dilapangan hanya menjadi fasilitator saja. Keputusan tetap ada di panitia. Dari panitia akan diserahkan ke kades, untuk kemudian disampaikan ke kami sekaligus rekomendasinya pula. Mudah-mudahan segera tuntas dan ada titik temu,” harapnya. (zal/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/