alexametrics
25.4 C
Probolinggo
Tuesday, 5 July 2022

Ulah Pedagang Bisa Coreng Citra Durian Pasuruan, Dewan Usul Begini

”OPD terkait seharusnya melakukan upaya lain,” tambah anggota dewan yang juga pegiat usaha kecil dan menengah (UKM) tersebut.

Agus berpendapat, kejadian ini bisa menjadi momentum yang tepat untuk melakukan gebrakan. Misalnya, memberikan pelatihan marketing bagi pedagang durian di Pasar Wisata Cheng Hoo. Termasuk, mem-branding durian asal Pasuruan agar semakin terkenal. Apalagi, lokasi Pasar Wisata Cheng Hoo di Pandaan sangat strategis. Selalu ramai pengunjung setiap hari. Rata-rata pengunjung adalah wisatawan dari luar daerah.

Pengelola Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan Wahyu Wibowo menanggapi positif gagasan tersebut. ”Usulan yang tepat. Memang perlu dan sudah saatnya dilakukan. Kami sampaikan dan koordinasikan ke pimpinan di dinas dulu,” ungkap Wahyu.

Gara-gara oknum penjual kurang ajar, pedagang durian di Pasar Wisata Cheng Hoo menanggung akibatnya. Pembeli sepi. Mereka yang kecewa dan dikadali oleh oknum pedagang tukang tipu itu menyebarluaskannya ke media sosial. Durian kosong kok diikat, terus dijual lagi.

Video tentang perbuatan curang oknum pedagang itu telah beberapa kali beredar. Ada yang mengeluh telah tertipu. Mereka sengaja mampir ke Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan setelah berwisata dari Batu atau Malang. Tujuannya, beli oleh-oleh durian untuk keluarga di rumah. Harganya bisa Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.

Sayang, ada oknum pedagang yang curang. Mereka menjual durian busuk dan mencampurnya dengan durian lain. Ada yang beli tiga buah, satu busuk. Ada pula yang beli tiga, malah dua yang busuk.

Bahkan, yang terakhir viral, seorang wisatawan mengaku membeli tiga durian. Ternyata ada satu buah yang kosong. Tidak ada isinya. Sama sekali. Oknum pedagang sengaja mengikat lagi durian yang sudah habis, lalu kembali menjualnya ke pembeli.

”OPD terkait seharusnya melakukan upaya lain,” tambah anggota dewan yang juga pegiat usaha kecil dan menengah (UKM) tersebut.

Agus berpendapat, kejadian ini bisa menjadi momentum yang tepat untuk melakukan gebrakan. Misalnya, memberikan pelatihan marketing bagi pedagang durian di Pasar Wisata Cheng Hoo. Termasuk, mem-branding durian asal Pasuruan agar semakin terkenal. Apalagi, lokasi Pasar Wisata Cheng Hoo di Pandaan sangat strategis. Selalu ramai pengunjung setiap hari. Rata-rata pengunjung adalah wisatawan dari luar daerah.

Pengelola Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan Wahyu Wibowo menanggapi positif gagasan tersebut. ”Usulan yang tepat. Memang perlu dan sudah saatnya dilakukan. Kami sampaikan dan koordinasikan ke pimpinan di dinas dulu,” ungkap Wahyu.

Gara-gara oknum penjual kurang ajar, pedagang durian di Pasar Wisata Cheng Hoo menanggung akibatnya. Pembeli sepi. Mereka yang kecewa dan dikadali oleh oknum pedagang tukang tipu itu menyebarluaskannya ke media sosial. Durian kosong kok diikat, terus dijual lagi.

Video tentang perbuatan curang oknum pedagang itu telah beberapa kali beredar. Ada yang mengeluh telah tertipu. Mereka sengaja mampir ke Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan setelah berwisata dari Batu atau Malang. Tujuannya, beli oleh-oleh durian untuk keluarga di rumah. Harganya bisa Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.

Sayang, ada oknum pedagang yang curang. Mereka menjual durian busuk dan mencampurnya dengan durian lain. Ada yang beli tiga buah, satu busuk. Ada pula yang beli tiga, malah dua yang busuk.

Bahkan, yang terakhir viral, seorang wisatawan mengaku membeli tiga durian. Ternyata ada satu buah yang kosong. Tidak ada isinya. Sama sekali. Oknum pedagang sengaja mengikat lagi durian yang sudah habis, lalu kembali menjualnya ke pembeli.

MOST READ

BERITA TERBARU

/