alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Pemulung Ikut Rasakan Berkah dari TPA Sampah Wonokerto

SUKOREJO, Radar Bromo – Beroperasinya TPA Wonokerto, Sukorejo, mulai menjadi berkah bagi warga sekitar. Mereka kini terlibat dalam pengelolaan tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah tersebut. Dapat rezeki.

TPA Wonokerto dibangun pada 2019. TPA seluas sekitar 4,6 hektare tersebut mulai dioperasikan pada 18 September lalu. Sejak itu, sehari-hari ratusan warga sekitar dilibatkan dalam pengelolaan sampah. Dari pemulung hingga pemilah sampah.

Jumlahnya mencapai ratusan orang. Mereka, antara lain, warga Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo; serta warga Desa Oro-oro Ombo Wetan dan Oro-oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang.

”Mereka berasal dari desa sekitar yang terdampak. Selain itu, tidak ada dari warga desa lain,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan Heru Farianto.

Kades Wonokerto Sugiono menambahkan, total ada sekitar 130 orang yang terlibat dalam pemilahan sampah di TPA Wonokerto. Sekitar 80 orang di antaranya merupakan warga desanya.

”Kami sepakat dengan DLH. Pemulung yang masuk ke lokasi TPA ini diperbolehkan hanya dari desa sekitar atau terdampak. Tidak boleh dari desa lain,” ujarnya.

Keberadaan TPA tersebut membawa dampak positif secara ekonomi. Yakni, mengurangi pengganguran. Ada aktivitas yang menghasilkan secara ekonomi dari pemilahan sampah.

Mereka tidak dapat gaji. Tapi, dari hasil pemilahan sampah, setiap hari rata-rata per orang bisa mendapatkan rezeki antara Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu. Bahkan, bisa lebih dari itu,” kata Sugiono. (zal/far)

SUKOREJO, Radar Bromo – Beroperasinya TPA Wonokerto, Sukorejo, mulai menjadi berkah bagi warga sekitar. Mereka kini terlibat dalam pengelolaan tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah tersebut. Dapat rezeki.

TPA Wonokerto dibangun pada 2019. TPA seluas sekitar 4,6 hektare tersebut mulai dioperasikan pada 18 September lalu. Sejak itu, sehari-hari ratusan warga sekitar dilibatkan dalam pengelolaan sampah. Dari pemulung hingga pemilah sampah.

Jumlahnya mencapai ratusan orang. Mereka, antara lain, warga Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo; serta warga Desa Oro-oro Ombo Wetan dan Oro-oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang.

”Mereka berasal dari desa sekitar yang terdampak. Selain itu, tidak ada dari warga desa lain,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan Heru Farianto.

Kades Wonokerto Sugiono menambahkan, total ada sekitar 130 orang yang terlibat dalam pemilahan sampah di TPA Wonokerto. Sekitar 80 orang di antaranya merupakan warga desanya.

”Kami sepakat dengan DLH. Pemulung yang masuk ke lokasi TPA ini diperbolehkan hanya dari desa sekitar atau terdampak. Tidak boleh dari desa lain,” ujarnya.

Keberadaan TPA tersebut membawa dampak positif secara ekonomi. Yakni, mengurangi pengganguran. Ada aktivitas yang menghasilkan secara ekonomi dari pemilahan sampah.

Mereka tidak dapat gaji. Tapi, dari hasil pemilahan sampah, setiap hari rata-rata per orang bisa mendapatkan rezeki antara Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu. Bahkan, bisa lebih dari itu,” kata Sugiono. (zal/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/