alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

PPKM Level 2, Masjid Cheng Hoo Pandaan Kembali Ramai

PANDAAN, Radar BromoPengunjung Masjid Cheng Hoo mulai ramai. Setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sampai pada level 2 ini, masjid berarsitektur Tiongkok tersebut semakin banyak didatangi wisatawan.

”Sepekan terakhir, pengunjung yang datang ke masjid ini untuk beribadah sekaligus wisata naik 60 sampai 70 persen,” ujar pengurus Takmir Masjid Muhammad Cheng Hoo Ustad Zainal Mustofa.

Menurut dia, saat ini, memang suasana lebih ramai daripada PPKM Darurat, level 4, maupun level 3. Peningkatan pengunjung terutama terjadi saat akhir pekan (weekend). Juga hari-hari libur nasional.

Mereka tidak hanya datang dari wilayah Kabupaten Pasuruan dan sekitarnya. Justru, yang lebih banyak wisatawan dari daerah lain. Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Bojonegoro, Jombang, hingga Madura.

Zainal Mustofa menambahkan, biasanya saat salat lima waktu, jamaah hanya mengisi saf paling depan. Itu terjadi selama PPKM Darurat sampai PPKM Level 3 lalu. Sekarang, para jamaah sudah mengisi dua sampai tiga saf. Bahkan, terkadang lebih banyak.

Saat salat Jumat pun, jamaah ramai. Namun, kapasitas dibatasi hingga 75 persen. Tidak sampai overload. Menurut dia, saat pandemi seperti sekarang, pengunjung tidak terlalu membeludak. ”Tapi, tentu tetap prokes ketat. Masuk kawasan masjid wajib pakai masker. Juga cuci tangan dan jaga jarak,” tuturnya. (zal/far)

PANDAAN, Radar BromoPengunjung Masjid Cheng Hoo mulai ramai. Setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sampai pada level 2 ini, masjid berarsitektur Tiongkok tersebut semakin banyak didatangi wisatawan.

”Sepekan terakhir, pengunjung yang datang ke masjid ini untuk beribadah sekaligus wisata naik 60 sampai 70 persen,” ujar pengurus Takmir Masjid Muhammad Cheng Hoo Ustad Zainal Mustofa.

Menurut dia, saat ini, memang suasana lebih ramai daripada PPKM Darurat, level 4, maupun level 3. Peningkatan pengunjung terutama terjadi saat akhir pekan (weekend). Juga hari-hari libur nasional.

Mereka tidak hanya datang dari wilayah Kabupaten Pasuruan dan sekitarnya. Justru, yang lebih banyak wisatawan dari daerah lain. Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Bojonegoro, Jombang, hingga Madura.

Zainal Mustofa menambahkan, biasanya saat salat lima waktu, jamaah hanya mengisi saf paling depan. Itu terjadi selama PPKM Darurat sampai PPKM Level 3 lalu. Sekarang, para jamaah sudah mengisi dua sampai tiga saf. Bahkan, terkadang lebih banyak.

Saat salat Jumat pun, jamaah ramai. Namun, kapasitas dibatasi hingga 75 persen. Tidak sampai overload. Menurut dia, saat pandemi seperti sekarang, pengunjung tidak terlalu membeludak. ”Tapi, tentu tetap prokes ketat. Masuk kawasan masjid wajib pakai masker. Juga cuci tangan dan jaga jarak,” tuturnya. (zal/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/