alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Kakek di Purwosari Ditemukan Tewas Gantung Diri di Gubuk  

PURWOSARI, Radar BromoAkhir hidup Krm, 60 cukup tragis. Kakek asal Sumbersuko, Kecamatan Purwosari itu ditemukan meninggal dengan kondisi gantung diri dalam gubuk.

Tiap hari, Krm  bekerja sebagai petani. Jenazah Krm sendiri ditemukan Senin pagi (16/8) sekitar pukul 06.00. Yang pertama kali menemukan adalah Sumarning, 38, anak korban.

Pagi itu, Sumarning datang ke kandang sapi atau gubuk. Saat membukanya, ia dibuat kaget. “Korban ditemukan oleh saksi (Sumarning), dengan posisi mengantung dengan menggunakan tali tampar terikat di lehernya. Ia sudah meninggal dunia,” jelas Kapolsek Purwosari AKP Safiudin.

Tak berselang lama, petugas dari Polsek Purwosari juga tiba ke lokasi kejadian. Jenazah korban kemudian diturunkan. Selanjutnya, dibawa pulang ke rumah duka yang berjarak ratusan meter dari TKP.

Saat sampai di rumah duka, jenazah korban diperiksa tim medis dari Puskesmas Purwosari. Didampingi keluarga, pemdes dan polsek setempat.

Pihak keluarga sendiri menolak untuk dilakukan otopsi pada jenazah korban. “Pada tubuh korban tidak diketemukan tanda – tanda kekerasan atau luka. Diperkirakan meninggal sekitar dua jam. Sebelum akhirnya ditemukan meninggal, posisinya (jenazah) sudah kaku,” katanya.

Pasca kejadian, petugas mengamankan barang bukti di lokasi kejadian. Kemudian dibawa ke mapolsek. Diantaranya, tali tampar dengan sepanjang 1,5 meter, satu tangga bambu yang digunakan untuk mengaitkan tali tampar.

“Motif korban nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, diduga depresi. Ia sakit linu sering kambuh dan tak kunjung sembuh dideritanya sekitar 15 tahun terakhir,” tutur kapolsek. (zal/mie)

         

 

 

PURWOSARI, Radar BromoAkhir hidup Krm, 60 cukup tragis. Kakek asal Sumbersuko, Kecamatan Purwosari itu ditemukan meninggal dengan kondisi gantung diri dalam gubuk.

Tiap hari, Krm  bekerja sebagai petani. Jenazah Krm sendiri ditemukan Senin pagi (16/8) sekitar pukul 06.00. Yang pertama kali menemukan adalah Sumarning, 38, anak korban.

Pagi itu, Sumarning datang ke kandang sapi atau gubuk. Saat membukanya, ia dibuat kaget. “Korban ditemukan oleh saksi (Sumarning), dengan posisi mengantung dengan menggunakan tali tampar terikat di lehernya. Ia sudah meninggal dunia,” jelas Kapolsek Purwosari AKP Safiudin.

Tak berselang lama, petugas dari Polsek Purwosari juga tiba ke lokasi kejadian. Jenazah korban kemudian diturunkan. Selanjutnya, dibawa pulang ke rumah duka yang berjarak ratusan meter dari TKP.

Saat sampai di rumah duka, jenazah korban diperiksa tim medis dari Puskesmas Purwosari. Didampingi keluarga, pemdes dan polsek setempat.

Pihak keluarga sendiri menolak untuk dilakukan otopsi pada jenazah korban. “Pada tubuh korban tidak diketemukan tanda – tanda kekerasan atau luka. Diperkirakan meninggal sekitar dua jam. Sebelum akhirnya ditemukan meninggal, posisinya (jenazah) sudah kaku,” katanya.

Pasca kejadian, petugas mengamankan barang bukti di lokasi kejadian. Kemudian dibawa ke mapolsek. Diantaranya, tali tampar dengan sepanjang 1,5 meter, satu tangga bambu yang digunakan untuk mengaitkan tali tampar.

“Motif korban nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, diduga depresi. Ia sakit linu sering kambuh dan tak kunjung sembuh dideritanya sekitar 15 tahun terakhir,” tutur kapolsek. (zal/mie)

         

 

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/