alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Saturday, 28 May 2022

Penyekatan di Perempatan Taman Dayu Dihentikan  

PANDAAN, Radar BromoPenyekatan kendaraan di simpang empat Taman Dayu baru berjalan sehari pada Selasa (13/7). Tapi, Rabu dan Kamis (14-15/7), pembatasan kendaraan di kawasan tersebut tidak ada lagi. Masih dilakukan evaluasi.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo di lokasi menyebutkan, arus lalu lintas di persimpangan tersebut kembali normal seperti hari biasa. Tidak terlihat lagi water barrier yang melintang dan menutup jalan kendaraan. Begitu pula yang keluar dan masuk pintu tol. Kendaraan melintasi perempatan seperti sebelum penyekatan.

”Rekayasa lalin penyekatan kendaraan untuk simpang empat di Taman Dayu untuk saat ini kami pending atau tunda dulu,” jelas Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Andhika Mizaldi Lubis.

Menurut dia, penundaan dilakukan sambil menunggu hasil evaluasi pelaksanaan penyekatan pada hari pertama lalu. Sebab, saat diterapkan penyekatan, hasilnya belum maksimal. Belum efektif.

Saat itu, penyekatan berimbas terjadinya kemacetan. Arus kendaraan menumpuk. Sebagian pengendara memilih memutar di depan gerbang tol Pandaan. Baik dari Kota Pandaan maupun bypass. Ditambah lagi kendaraan yang keluar dari tol Gempol—Pandaan. Akibatnya, terjadi crowded.

”Sambil menunggu hasil evaluasi, kami coba berupaya merancang pola-pola lain untuk penyekatan kendaraan di simpang empat Taman Dayu ini. Juga bergantung situasi di lapangan,” tambah Mizaldi.

Penghentian penyekatan kendaraan di simpang empat Taman Dayu itu mendapat sambutan baik pengguna jalan dan warga sekitar. Sebab, saat penyekatan, pengendara bingung. Terjadilah kemacetan.

”Tetap seperti ini saja. Kan malam sudah ada penutupan tiga jam di Jalan A. Yani dan RA Kartini,” kata Santok, warga Desa Karangjati. (zal/far)

 

 

PANDAAN, Radar BromoPenyekatan kendaraan di simpang empat Taman Dayu baru berjalan sehari pada Selasa (13/7). Tapi, Rabu dan Kamis (14-15/7), pembatasan kendaraan di kawasan tersebut tidak ada lagi. Masih dilakukan evaluasi.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo di lokasi menyebutkan, arus lalu lintas di persimpangan tersebut kembali normal seperti hari biasa. Tidak terlihat lagi water barrier yang melintang dan menutup jalan kendaraan. Begitu pula yang keluar dan masuk pintu tol. Kendaraan melintasi perempatan seperti sebelum penyekatan.

”Rekayasa lalin penyekatan kendaraan untuk simpang empat di Taman Dayu untuk saat ini kami pending atau tunda dulu,” jelas Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Andhika Mizaldi Lubis.

Menurut dia, penundaan dilakukan sambil menunggu hasil evaluasi pelaksanaan penyekatan pada hari pertama lalu. Sebab, saat diterapkan penyekatan, hasilnya belum maksimal. Belum efektif.

Saat itu, penyekatan berimbas terjadinya kemacetan. Arus kendaraan menumpuk. Sebagian pengendara memilih memutar di depan gerbang tol Pandaan. Baik dari Kota Pandaan maupun bypass. Ditambah lagi kendaraan yang keluar dari tol Gempol—Pandaan. Akibatnya, terjadi crowded.

”Sambil menunggu hasil evaluasi, kami coba berupaya merancang pola-pola lain untuk penyekatan kendaraan di simpang empat Taman Dayu ini. Juga bergantung situasi di lapangan,” tambah Mizaldi.

Penghentian penyekatan kendaraan di simpang empat Taman Dayu itu mendapat sambutan baik pengguna jalan dan warga sekitar. Sebab, saat penyekatan, pengendara bingung. Terjadilah kemacetan.

”Tetap seperti ini saja. Kan malam sudah ada penutupan tiga jam di Jalan A. Yani dan RA Kartini,” kata Santok, warga Desa Karangjati. (zal/far)

 

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/