Ini 2 Rencana Pembangunan Pasar Sukorejo usai Kebakaran

SUKOREJO, Radar Bromo – Wakil Bupati (Wabup) Pasuruan Abdul Mujib Imron mendatangi lokasi 27 kios Pasar Sukorejo yang terbakar, Rabu pagi (15/7). Ia didampingi Camat Sukorejo dan Wakapolres.

Di sela-sela kunjungannya itu, Gus Mujib –sapaan akrab wabup- mendapat penjelasan terkait penanganan kebakaran itu dari Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adrian Wimbarda serta Kapolsek Sukorejo AKP Akhmad Sukiyanto.

“Sengaja datang ke sini untuk melihat dan mengetahui langsung kondisi terkini kios di Pasar Sukorejo pascakebakaran,” terang wabup saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo.

Gus Mujib juga sempat bertemu dengan para pedagang yang kiosnya terbakar. Ia menjelaskan upaya serta langkah yang akan dilakukan pemkab usai kebakaran 27 kios di Pasar Sukorejo tersebut.

“Fokus kami saat ini mengupayakan para pedagang yang kiosnya terbakar agar tetap bisa berjualan kembali dalam waktu dekat. Tempat dan lahan sementara sudah ada, tinggal penataan dan penambahan bangunan lapaknya saja,” jelas Mujib.

Di singgung terkait rencana penanganan pembangunan kios pasca terbakar, wabup menjelaskan, segera dikaji oleh tim teknis dari Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Pasuruan.

Sementara ini, ada dua opsi pembangunannya. Yakni, direhab tahun ini. Atau direvitalisasi tahun depan. Anggarannya bisa diambilkan dari APBD atau diajukan lewat APBN.

“Pasca kejadian ini, akan dikaji dulu oleh tim teknis. Dari situ muncul rekomendasi atau kesimpulan apakah cukup direhab tahun sekarang melalui P-APBD (perubahan APBD). Apabila kurang layak, ya revitalisasi di tahun depan,” ungkapnya.

Sementara itu, Nurul Hidayatulloh, 40, salah seorang pedagang menempati kios yang terbakar. Ia dan beberapa pedagang lainnya berharap cukup direhab saja, tanpa harus revitalisasi.

“Rehab saja sudah cukup, biar kami segera berjualan di tempat semula. Kalau nunggu revitalisasi, pastinya lama dan nunggu tahun depan,” jelasnya. (zal/mie)