alexametrics
31.9 C
Probolinggo
Thursday, 29 July 2021

Lagi, Temukan Struktur Batu di Tambaksari Purwodadi

PURWODADI, Radar Bromo – Kabupaten Pasuruan memang masih menyimpan banyak benda bersejarah. Saat ini, tim Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jatim, tengah melakukan eskavasi terhadap struktur batu bata di Dusun Blimbing, Desa Bulusari, Gempol. Belum selesai eskavasi, batu serupa kini ditemukan warga di Tambaksari, Purwodadi.

Struktur batu bata kuno yang diduga terbuat dari batuan andesit ditemukan di Dusun Tambak Watu, Desa Tambaksari. Saat ini, penemuan tersebut telah dilaporkan kepada pihak dinas terkait.

Ndandik Agung Wijaya, warga Dusun Tambak Watu mengatakan, penemuan itu kali pertama ditemukan oleh pemilik kebun. Saat itu warga tersebut sedang hendak menanam kopi. Ia melakukan penggalian hingga kemudian alatnya mengenai batu.

Saat digali, ternyata ada struktur batu bata yang jumlahnya banyak. Batu bata tersebut tersusun rapi membentuk sebuah undak-undakan atau tangga. “Penemuannya kira kira sekitar tanggal 8 Juni lalu. Ya kemudian dilakukan penggalian hingga terlihat jelas,” katanya.

Menurutnya Ndandik, batu itu diperkirakan bukan buatan modern. Karena bentuknya lebih lonjong dan besar. Hampir sama seperti struktur batu bata zaman dahulu. Kemungkinan, batu bata yang lokasinya berada di sekitar tanah Perhutani tersebut, diduga peninggalan kerajaan dulu.

“Ini kan di lereng Arjuno ya. Di Arjuno sendiri banyak sebenarnya ditemukan batuan seperti ini. Kalau denger denger cerita katanya sisa-sisa Majapahit,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, penemuan itu sendiri sudah dilaporkan kepada pihak desa. Bahkan, juga telah dilaporkan ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud). “Dari Trowulan (BPCB, Red) juga sudah datang untuk mengecek,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disparbud Kabupaten Pasuruan Eka Wara Brehaspati mengatan, memang benar ada penemuan batu di Desa Tambaksari. Namun, pihaknya belum bisa secara gamblang mengidentifikasi batuan itu.

“Kami sudah mendapatkan laporannya. Tapi batuan jenis apa dan peninggalan kerajaan apa, belum mengetahui,” ungkapnya.

Pihaknya sendiri belum memiliki rencana untuk mengkordinasikan penemuan itu lebih lanjut. Menurut Eka, pihaknya menunggu dana. Karena saat masa pandemi dana berkurang. Kemungkinan bakal ditindaklanjuti tahun 2022 mendatang.

“Tentunya kami masih menghitung dana. Untuk melakukan tindak lanjut seperti yang di Gempol (Blimbing, Bulusari) itu membutuhkan dana yang cukup besar,” ungkapnya. (sid/fun)

PURWODADI, Radar Bromo – Kabupaten Pasuruan memang masih menyimpan banyak benda bersejarah. Saat ini, tim Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jatim, tengah melakukan eskavasi terhadap struktur batu bata di Dusun Blimbing, Desa Bulusari, Gempol. Belum selesai eskavasi, batu serupa kini ditemukan warga di Tambaksari, Purwodadi.

Struktur batu bata kuno yang diduga terbuat dari batuan andesit ditemukan di Dusun Tambak Watu, Desa Tambaksari. Saat ini, penemuan tersebut telah dilaporkan kepada pihak dinas terkait.

Ndandik Agung Wijaya, warga Dusun Tambak Watu mengatakan, penemuan itu kali pertama ditemukan oleh pemilik kebun. Saat itu warga tersebut sedang hendak menanam kopi. Ia melakukan penggalian hingga kemudian alatnya mengenai batu.

Saat digali, ternyata ada struktur batu bata yang jumlahnya banyak. Batu bata tersebut tersusun rapi membentuk sebuah undak-undakan atau tangga. “Penemuannya kira kira sekitar tanggal 8 Juni lalu. Ya kemudian dilakukan penggalian hingga terlihat jelas,” katanya.

Menurutnya Ndandik, batu itu diperkirakan bukan buatan modern. Karena bentuknya lebih lonjong dan besar. Hampir sama seperti struktur batu bata zaman dahulu. Kemungkinan, batu bata yang lokasinya berada di sekitar tanah Perhutani tersebut, diduga peninggalan kerajaan dulu.

“Ini kan di lereng Arjuno ya. Di Arjuno sendiri banyak sebenarnya ditemukan batuan seperti ini. Kalau denger denger cerita katanya sisa-sisa Majapahit,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, penemuan itu sendiri sudah dilaporkan kepada pihak desa. Bahkan, juga telah dilaporkan ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud). “Dari Trowulan (BPCB, Red) juga sudah datang untuk mengecek,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disparbud Kabupaten Pasuruan Eka Wara Brehaspati mengatan, memang benar ada penemuan batu di Desa Tambaksari. Namun, pihaknya belum bisa secara gamblang mengidentifikasi batuan itu.

“Kami sudah mendapatkan laporannya. Tapi batuan jenis apa dan peninggalan kerajaan apa, belum mengetahui,” ungkapnya.

Pihaknya sendiri belum memiliki rencana untuk mengkordinasikan penemuan itu lebih lanjut. Menurut Eka, pihaknya menunggu dana. Karena saat masa pandemi dana berkurang. Kemungkinan bakal ditindaklanjuti tahun 2022 mendatang.

“Tentunya kami masih menghitung dana. Untuk melakukan tindak lanjut seperti yang di Gempol (Blimbing, Bulusari) itu membutuhkan dana yang cukup besar,” ungkapnya. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU