alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Ini Penyebab Sungai Macanan di Pandaan yang Berubah Warna

PANDAAN, Radar Bromo – Perubahan warna dan bau yang menyengat di sungai Macanan terjadi karena limbah zat pewarna kain mengalir ke sungai itu. Limbah itu berasal dari pabrik tekstil PT. Soedali Sejahtera.

Kepastian itu diketahui setelah DLH Kabupaten Pasuruan sidak untuk mengecek kondisi sungai. Senin (15/2), DLH menurunkan tim ke Lingkungan Macanan, Kelurahan Petungasri, Kecamatan Pandaan.

“Tim kami turunkan ke lapangan dan sudah melihat langsung kondisi sungai Macanan. Sungai ini selama beberapa hari terakhir berubah warna dan berbau. Sehingga, dikeluhkan warga setempat,” ungkap Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Heru Farianto.

Dari hasil sidak, menurutnya diduga air sungai Macanan berubah warna akibat limbah zat pewarna kain dari pabrik tekstil PT Soedali Sejahtera. Pabrik itu berada di Lingkungan Kluncing, Kelurahan Petungasri, Kecamatan Pandaan.  Sebab, pembuangan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dari pabrik tersebut mengalir ke sungai Macanan.

Kemarin saat sidak, tim mendapati air sungai sudah lumayan jernih. Memang masih ada perubahan warna, namun tidak separah sebelumnya yang warnanya sampai hitam.

Saat ini menurutnya, pihaknya sudah memanggil perusahaan ke kantor DLH. Perusahaan diminta memberikan klarifikasi atas kejadian itu.

“Pihak perusahaan kami beri sanksi teguran. Kami juga mendesak perbaikan IPAL yang dimiliki serta meningkatkan kualitas baku mutu air limbah,” ujar mantan Camat Pasrepan ini.

Sungai di Petungasri Pandaan Ini Berubah Warna dan Berbau

Secara terpisah, Manajer HRD PT Soedali Sejahtera Indah Tri Rahayu saat dikonfirmasi tak menampik perubahan warna yang terjadi di sungai Macanan beberapa waktu terakhir. Dia juga tak mengelak bahwa air sungai berubah warna karena tercemar limbah cair dari pabriknya.

Namun hal itu bukan kejadian yang disengaja. Awalnya, menurut Indah, pada awal Februari pabrik kebanjiran. Akibatnya, saluran pipa untuk mengalirkan limbah dari tempat produksi menuju IPAL retak.

Dalam kondisi normal, harusnya limbah dari proses produksi masuk ke IPAL. Namun karena saluran retak akhirnya limbah dari proses produksi mengalir ke sungai Macanan. Pihaknya pun sudah melakukan perbaikan. Namun memang dilakukan bertahap.

“Perbaikan sedang kami lakukan sampai saat ini. Limbah cair yang mengalir ke sungai secara bertahap telah diminimalisasi. Ini tidak ada unsur kesengajaan. Tapi karena terdampak banjir,” ungkapnya.

Selama perbaikan itu, saluran pipa yang retak diperbaiki. Sehingga, limbah dari proses produksi masih masuk ke IPAL seperti semula. Kemudian diolah, sebelum akhirnya bersih dan memenuhi baku mutu air.

“Kami juga menggandeng konsultan biar maksimal perbaikannya,” katanya. (zal/hn)

PANDAAN, Radar Bromo – Perubahan warna dan bau yang menyengat di sungai Macanan terjadi karena limbah zat pewarna kain mengalir ke sungai itu. Limbah itu berasal dari pabrik tekstil PT. Soedali Sejahtera.

Kepastian itu diketahui setelah DLH Kabupaten Pasuruan sidak untuk mengecek kondisi sungai. Senin (15/2), DLH menurunkan tim ke Lingkungan Macanan, Kelurahan Petungasri, Kecamatan Pandaan.

“Tim kami turunkan ke lapangan dan sudah melihat langsung kondisi sungai Macanan. Sungai ini selama beberapa hari terakhir berubah warna dan berbau. Sehingga, dikeluhkan warga setempat,” ungkap Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Heru Farianto.

Dari hasil sidak, menurutnya diduga air sungai Macanan berubah warna akibat limbah zat pewarna kain dari pabrik tekstil PT Soedali Sejahtera. Pabrik itu berada di Lingkungan Kluncing, Kelurahan Petungasri, Kecamatan Pandaan.  Sebab, pembuangan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dari pabrik tersebut mengalir ke sungai Macanan.

Kemarin saat sidak, tim mendapati air sungai sudah lumayan jernih. Memang masih ada perubahan warna, namun tidak separah sebelumnya yang warnanya sampai hitam.

Saat ini menurutnya, pihaknya sudah memanggil perusahaan ke kantor DLH. Perusahaan diminta memberikan klarifikasi atas kejadian itu.

“Pihak perusahaan kami beri sanksi teguran. Kami juga mendesak perbaikan IPAL yang dimiliki serta meningkatkan kualitas baku mutu air limbah,” ujar mantan Camat Pasrepan ini.

Sungai di Petungasri Pandaan Ini Berubah Warna dan Berbau

Secara terpisah, Manajer HRD PT Soedali Sejahtera Indah Tri Rahayu saat dikonfirmasi tak menampik perubahan warna yang terjadi di sungai Macanan beberapa waktu terakhir. Dia juga tak mengelak bahwa air sungai berubah warna karena tercemar limbah cair dari pabriknya.

Namun hal itu bukan kejadian yang disengaja. Awalnya, menurut Indah, pada awal Februari pabrik kebanjiran. Akibatnya, saluran pipa untuk mengalirkan limbah dari tempat produksi menuju IPAL retak.

Dalam kondisi normal, harusnya limbah dari proses produksi masuk ke IPAL. Namun karena saluran retak akhirnya limbah dari proses produksi mengalir ke sungai Macanan. Pihaknya pun sudah melakukan perbaikan. Namun memang dilakukan bertahap.

“Perbaikan sedang kami lakukan sampai saat ini. Limbah cair yang mengalir ke sungai secara bertahap telah diminimalisasi. Ini tidak ada unsur kesengajaan. Tapi karena terdampak banjir,” ungkapnya.

Selama perbaikan itu, saluran pipa yang retak diperbaiki. Sehingga, limbah dari proses produksi masih masuk ke IPAL seperti semula. Kemudian diolah, sebelum akhirnya bersih dan memenuhi baku mutu air.

“Kami juga menggandeng konsultan biar maksimal perbaikannya,” katanya. (zal/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/