alexametrics
25 C
Probolinggo
Thursday, 25 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Beri Teguran Pedagang yang Lapaknya “Makan” Badan Jalan

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PANDAAN, Radar Bromo – Akses di dalam Pasar Pandaan selama ini cukup sempit. Hal itu lantaran banyak pedagang yang menggelar lapak di tepi jalan yang memakan akses pengunjung.

Kondisi itu pun jadi perhatian pengelola pasar setempat. Jumat (15/1), digelar penertiban di pasar setempat. Pedagang yang jualannya memakan badan jalan, dimundurkan.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, penertiban itu tak hanya dilakukan petugas staf pasar setempat, tapi juga diikuti petugas dari Disperindag dan Satpol PP setempat.

“Ada puluhan lapak kami dorong untuk mundur karena lokasi jualannya memakan badan jalan. Mestinya pedagang di tepi dan tak memakan badan jalan. Biar jalannya tak sempit dan mobil serta kendaraan barang tetap bisa lewat,” jelas Kasi Pembinaan dan Ketertiban Disperindag Kabupaten Pasuruan Aviv Ariestya.

Usai memundurkan sejumlah lapak pedagang, petugas juga memberi tanda dengan cat semprot. Hal itu dilakukan agar pedagang tak lagi memajukan lapaknya hingga memakan badan jalan.

Petugas juga memberikan teguran lisan ke sejumlah pedagang ndableg yang jualannya memakan badan jalan. “Pasca penertiban ini, tetap terus kami pantau di lapangan. Apabila didapati ada yang kemudian maju lagi, sikap tegas akan ditempuh. Ini demi kebaikan bersama antara pedagang dan pengunjung pasar,” ungkapnya. (zal/mie)

Mobile_AP_Rectangle 1

PANDAAN, Radar Bromo – Akses di dalam Pasar Pandaan selama ini cukup sempit. Hal itu lantaran banyak pedagang yang menggelar lapak di tepi jalan yang memakan akses pengunjung.

Kondisi itu pun jadi perhatian pengelola pasar setempat. Jumat (15/1), digelar penertiban di pasar setempat. Pedagang yang jualannya memakan badan jalan, dimundurkan.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, penertiban itu tak hanya dilakukan petugas staf pasar setempat, tapi juga diikuti petugas dari Disperindag dan Satpol PP setempat.

Mobile_AP_Half Page

“Ada puluhan lapak kami dorong untuk mundur karena lokasi jualannya memakan badan jalan. Mestinya pedagang di tepi dan tak memakan badan jalan. Biar jalannya tak sempit dan mobil serta kendaraan barang tetap bisa lewat,” jelas Kasi Pembinaan dan Ketertiban Disperindag Kabupaten Pasuruan Aviv Ariestya.

Usai memundurkan sejumlah lapak pedagang, petugas juga memberi tanda dengan cat semprot. Hal itu dilakukan agar pedagang tak lagi memajukan lapaknya hingga memakan badan jalan.

Petugas juga memberikan teguran lisan ke sejumlah pedagang ndableg yang jualannya memakan badan jalan. “Pasca penertiban ini, tetap terus kami pantau di lapangan. Apabila didapati ada yang kemudian maju lagi, sikap tegas akan ditempuh. Ini demi kebaikan bersama antara pedagang dan pengunjung pasar,” ungkapnya. (zal/mie)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2