alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Saturday, 25 September 2021

Reklame di Tepi Jalan Ini Sudah tanpa Izin, Rusak Pohon Pula

PANDAAN, Radar BromoSatu per satu media promosi yang mengotori pemandangan di bypass Pandaan dipreteli. Pengusaha memasang media promosi berupa banner itu tanpa izin. Semuanya liar.

Selasa (14/9), Satpol PP Kabupaten Pasuruan turun ke lokasi. Aparat penegak peraturan daerah (perda) itu melihat banner dipasang berjajar di tepi jalan. Pemasangnya juga brutal. Banner itu dipaku ke batang pohon di sepanjang ruas jalan Surabaya—Malang tersebut.

Jumlahnya puluhan. Satu demi satu dicek. Ternyata benar-benar liar. Tidak ada satu pun media promosi yang berizin. Tak terlihat stempel dari instansi resmi Pemkab Pasuruan. Baik ukuran besar maupun kecil.

”Kami patroli dan menemukan banner liar ini. Jumlahnya 30 titik,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana.

Begitu tidak ada tanda izinnya, semua langsung dicopot oleh petugas. Setelah itu, anggota Satpol PP memasukkannya ke mobil patroli dan membawa semuanya ke kantor mereka di Raci.

”Pemasangannya melanggar perda, sekaligus tepi jalan. Langsung dicopot,” bebernya. Bakti menyatakan akan terus melakukan patroli untuk merazia pelanggaran serupa. Tidak hanya wilayah Pandaan, tetapi juga seluruh Kabupaten Pasuruan. (zal/far)

PANDAAN, Radar BromoSatu per satu media promosi yang mengotori pemandangan di bypass Pandaan dipreteli. Pengusaha memasang media promosi berupa banner itu tanpa izin. Semuanya liar.

Selasa (14/9), Satpol PP Kabupaten Pasuruan turun ke lokasi. Aparat penegak peraturan daerah (perda) itu melihat banner dipasang berjajar di tepi jalan. Pemasangnya juga brutal. Banner itu dipaku ke batang pohon di sepanjang ruas jalan Surabaya—Malang tersebut.

Jumlahnya puluhan. Satu demi satu dicek. Ternyata benar-benar liar. Tidak ada satu pun media promosi yang berizin. Tak terlihat stempel dari instansi resmi Pemkab Pasuruan. Baik ukuran besar maupun kecil.

”Kami patroli dan menemukan banner liar ini. Jumlahnya 30 titik,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana.

Begitu tidak ada tanda izinnya, semua langsung dicopot oleh petugas. Setelah itu, anggota Satpol PP memasukkannya ke mobil patroli dan membawa semuanya ke kantor mereka di Raci.

”Pemasangannya melanggar perda, sekaligus tepi jalan. Langsung dicopot,” bebernya. Bakti menyatakan akan terus melakukan patroli untuk merazia pelanggaran serupa. Tidak hanya wilayah Pandaan, tetapi juga seluruh Kabupaten Pasuruan. (zal/far)

MOST READ

BERITA TERBARU