alexametrics
30.9 C
Probolinggo
Thursday, 29 July 2021

Buruh PT Tirta Sukses Perkasa Sukorejo Kembali Lurug Pabrik

SUKOREJO, Radar Bromo – Ratusan buruh pabrik produksi air mineral dalam kemasan PT Tirta Sukses Perkasa (TSP) kembali berunjuk rasa. Senin (14/6), mereka mogok kerja dan mendatangi pabrik di Desa Lemahbang, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, itu.

Mereka datang sejak pagi dan berkumpul di depan pintu gerbang pabrik. Di tempat itu, mereka menggelar doa bersama dan istighotsah. Baru kemudian menggelar orasi.

Personel Polsek jajaran dan Sabhara Polres Pasuruan pun mengawal ketat aksi itu. Bahkan, kendaraan water cannon milik Polres Pasuruan standby di dalam pabrik, menghadap ke gerbang pabrik atau para buruh yang unjuk rasa.

“Aksi ini lanjutan dari aksi sebelumnya. Selain unjuk rasa, sekaligus mogok kerja,” terang Ketua PUK SP RTMM PT TSP Suherman.

Lelaki yang juga ketua PC FSP RTMM Kabupaten Pasuruan ini menyebut, unjuk rasa tetap menuntut hal yang sama. Buruh minta penyesuaian upah 2021 dan pemberian uang pesangon pensiun sesuai ketentuan.

Sebenarnya, menurut Suherman, penyelesaikan bipartit antara perwakilan buruh dengan manajemen perusahaan sudah dilakukan beberapa kali. Namun, selalu tidak ada titik temu.

“Gajinya masih pakai upah lama. Dan pemberian pesangon pensiun tidak sesuai dengan perjanjian kerja bersama. Jika tuntutan kami tidak dipenuhi manajemen perusahaan, maka aksi yang sama terus kami lakukan,” katanya.

Sementara itu, PT. TSP melalui Manajer HRD Hengki sempat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bromo. Namun, yang bersangkutan enggan memberikan keterangan.

Ngapunten, saya tidak dalam kapasitas untuk memberikan keterangan. Ini menjadi ranah pimpinan pusat di Jakarta,” terangnya.

Menjelang siang, sempat berlangsung pertemuan bipartit antara perwakilan buruh dengan manajemen perusahaan dan Disnaker Kabupaten Pasuruan. Namun, tetap tidak ada titik temu.

“Tidak ada titik temu, dua pihak tetap pada pendirian masing-masing. Kami menyarankan salah satu atau kedua belah pihak mencatatkan perselisihan ke dinas. Karena ini masih bipartit dan sampai ke pencatatan perselisihan,” tutur Plt Kabid Hubungan Industrial di Disnaker Kabupaten Pasuruan Syaiful Anwar.

Di sisi lain, unjuk rasa itu menimbulkan kemacetan lalu lintas di ruas jalan nasional Malang–Surabaya di Desa Lemahbang. Bahkan, macet terjadi sejauh satu kilometer selama tiga jam. Pukul 08.00 sampai 11.00.

Macet terjadi sejak di depan pabrik PT TSP, hingga simpang tiga Palang, Desa Lemahbang. Sebab, lokasi pabrik memang berada di tepi jalan. Tepatnya di sebelah barat ruas jalan nasional Malang–Surabaya.

“Kendaraan berjalan merambat dari simpang tiga Palang. Kami kira ada kecelakaan. Ternyata demo buruh di depan pabrik,” ujar Firman, salah seorang sopir bus antar kota.

Petugas Poslantas Sukorejo dibantu personel Satlantas Polres Pasuruan pun langsung turun mengatur arus lalu lintas. Personel Sabhara Polres Pasuruan dan polsek jajaran yang mengawal unjuk rasa lantas meminta para buruh masuk ke lokasi dekat gerbang pabrik.

Tidak berada di tepi dan bahu jalan dengan duduk-duduk ataupun berdiri. Sehingga, arus lalu lintas tidak macet.

“Pengaturan maksimal sudah kami lakukan. Kemacetan dari arah Malang menuju Surabaya memang tidak bisa dihindari. Imbas aksi demo dan mogok kerja buruh ini,” kata Kaposlantas Sukorejo Aiptu Abdillah Yakub.

Kemacetan juga terjadi lantaran sopir kendaraan mengurangi kecepatan untuk melihat unjuk rasa yang berlangsung. Lalu, banyaknya aktivitas penyeberangan dari buruh selama unjuk rasa. (zal/hn)

SUKOREJO, Radar Bromo – Ratusan buruh pabrik produksi air mineral dalam kemasan PT Tirta Sukses Perkasa (TSP) kembali berunjuk rasa. Senin (14/6), mereka mogok kerja dan mendatangi pabrik di Desa Lemahbang, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, itu.

Mereka datang sejak pagi dan berkumpul di depan pintu gerbang pabrik. Di tempat itu, mereka menggelar doa bersama dan istighotsah. Baru kemudian menggelar orasi.

Personel Polsek jajaran dan Sabhara Polres Pasuruan pun mengawal ketat aksi itu. Bahkan, kendaraan water cannon milik Polres Pasuruan standby di dalam pabrik, menghadap ke gerbang pabrik atau para buruh yang unjuk rasa.

“Aksi ini lanjutan dari aksi sebelumnya. Selain unjuk rasa, sekaligus mogok kerja,” terang Ketua PUK SP RTMM PT TSP Suherman.

Lelaki yang juga ketua PC FSP RTMM Kabupaten Pasuruan ini menyebut, unjuk rasa tetap menuntut hal yang sama. Buruh minta penyesuaian upah 2021 dan pemberian uang pesangon pensiun sesuai ketentuan.

Sebenarnya, menurut Suherman, penyelesaikan bipartit antara perwakilan buruh dengan manajemen perusahaan sudah dilakukan beberapa kali. Namun, selalu tidak ada titik temu.

“Gajinya masih pakai upah lama. Dan pemberian pesangon pensiun tidak sesuai dengan perjanjian kerja bersama. Jika tuntutan kami tidak dipenuhi manajemen perusahaan, maka aksi yang sama terus kami lakukan,” katanya.

Sementara itu, PT. TSP melalui Manajer HRD Hengki sempat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bromo. Namun, yang bersangkutan enggan memberikan keterangan.

Ngapunten, saya tidak dalam kapasitas untuk memberikan keterangan. Ini menjadi ranah pimpinan pusat di Jakarta,” terangnya.

Menjelang siang, sempat berlangsung pertemuan bipartit antara perwakilan buruh dengan manajemen perusahaan dan Disnaker Kabupaten Pasuruan. Namun, tetap tidak ada titik temu.

“Tidak ada titik temu, dua pihak tetap pada pendirian masing-masing. Kami menyarankan salah satu atau kedua belah pihak mencatatkan perselisihan ke dinas. Karena ini masih bipartit dan sampai ke pencatatan perselisihan,” tutur Plt Kabid Hubungan Industrial di Disnaker Kabupaten Pasuruan Syaiful Anwar.

Di sisi lain, unjuk rasa itu menimbulkan kemacetan lalu lintas di ruas jalan nasional Malang–Surabaya di Desa Lemahbang. Bahkan, macet terjadi sejauh satu kilometer selama tiga jam. Pukul 08.00 sampai 11.00.

Macet terjadi sejak di depan pabrik PT TSP, hingga simpang tiga Palang, Desa Lemahbang. Sebab, lokasi pabrik memang berada di tepi jalan. Tepatnya di sebelah barat ruas jalan nasional Malang–Surabaya.

“Kendaraan berjalan merambat dari simpang tiga Palang. Kami kira ada kecelakaan. Ternyata demo buruh di depan pabrik,” ujar Firman, salah seorang sopir bus antar kota.

Petugas Poslantas Sukorejo dibantu personel Satlantas Polres Pasuruan pun langsung turun mengatur arus lalu lintas. Personel Sabhara Polres Pasuruan dan polsek jajaran yang mengawal unjuk rasa lantas meminta para buruh masuk ke lokasi dekat gerbang pabrik.

Tidak berada di tepi dan bahu jalan dengan duduk-duduk ataupun berdiri. Sehingga, arus lalu lintas tidak macet.

“Pengaturan maksimal sudah kami lakukan. Kemacetan dari arah Malang menuju Surabaya memang tidak bisa dihindari. Imbas aksi demo dan mogok kerja buruh ini,” kata Kaposlantas Sukorejo Aiptu Abdillah Yakub.

Kemacetan juga terjadi lantaran sopir kendaraan mengurangi kecepatan untuk melihat unjuk rasa yang berlangsung. Lalu, banyaknya aktivitas penyeberangan dari buruh selama unjuk rasa. (zal/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU