alexametrics
27.9 C
Probolinggo
Wednesday, 16 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

Rel KA di Gempol Belum Dipindah karena Belum Ada Anggaran

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

GEMPOL, Radar Bromo – Rencana relokasi jalur rel kereta api (KA) Sidoarjo–Gununggangsir harus tertunda lagi. Penundaan terjadi karena refocusing anggaran.

Relokasi jalur rel KA ini bertujuan memindahkan jalur (track) rel KA di Porong. Jalur rel yang ada sekarang terancam luapan lumpur panas. Salah satunya dampak penurunan permukaan tanah (subsidence) yang terus terjadi.

Menurut rencana, jalur rel akan dipindahkan memutar dari Sidoarjo Kota melewati Sidoarjo selatan menuju Gempol. Melewati Kejapanan, Carat, dan Legok, menuju Bangil, Pasuruan, dan seterusnya.

Proyek tersebut digagas sejak tragedi lumpur panas di Porong terjadi pada 2006. Pada 2018 dan 2019, sejumlah tahap telah dilakukan. Di antaranya, penentuan titik jalur baru, pembuatan peta bidang, inventarisasi bangunan dan tanaman yang perlu dibebaskan, dan sebagainya.

Namun, sejak pandemi Covid-19 pada 2020, kelanjutan proses itu terhenti. Termasuk, kelanjutan pada 2021 ini. ”Proses relokasi rel KA-nya, baik di wilayah Sidoarjo dan Gempol ditunda sementara dulu karena refocusing,” jelas staf Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur Totok Hariyadi kemarin.

Apa saja tahapan yang tertunda? Totok menyebutkan, seharusnya saat ini sudah masuk tahap pengumuman peta bidang, appraisal (penaksiran) harga, pembebasan lahan, sampai pembayaran. Setelah itu, baru realisasi pembangunan fisik. Karena pandemi, semua tahapan itu haru tertunda untuk sementara.

”Untuk kelanjutannya, kami masih menunggu arahan dari pusat,” kata Totok. Selain itu, perlu koordinasi dengan pihak lain. Misalnya, pemerintah desa setempat. Relokasi jalur rel KA Sidoarjo—Gununggangsir ini diproyeksikan sebagai double track (jalur ganda). Mirip jalur kereta di Kertosono dan Madiun. (zal/far)

Mobile_AP_Rectangle 1

GEMPOL, Radar Bromo – Rencana relokasi jalur rel kereta api (KA) Sidoarjo–Gununggangsir harus tertunda lagi. Penundaan terjadi karena refocusing anggaran.

Relokasi jalur rel KA ini bertujuan memindahkan jalur (track) rel KA di Porong. Jalur rel yang ada sekarang terancam luapan lumpur panas. Salah satunya dampak penurunan permukaan tanah (subsidence) yang terus terjadi.

Menurut rencana, jalur rel akan dipindahkan memutar dari Sidoarjo Kota melewati Sidoarjo selatan menuju Gempol. Melewati Kejapanan, Carat, dan Legok, menuju Bangil, Pasuruan, dan seterusnya.

Mobile_AP_Half Page

Proyek tersebut digagas sejak tragedi lumpur panas di Porong terjadi pada 2006. Pada 2018 dan 2019, sejumlah tahap telah dilakukan. Di antaranya, penentuan titik jalur baru, pembuatan peta bidang, inventarisasi bangunan dan tanaman yang perlu dibebaskan, dan sebagainya.

Namun, sejak pandemi Covid-19 pada 2020, kelanjutan proses itu terhenti. Termasuk, kelanjutan pada 2021 ini. ”Proses relokasi rel KA-nya, baik di wilayah Sidoarjo dan Gempol ditunda sementara dulu karena refocusing,” jelas staf Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur Totok Hariyadi kemarin.

Apa saja tahapan yang tertunda? Totok menyebutkan, seharusnya saat ini sudah masuk tahap pengumuman peta bidang, appraisal (penaksiran) harga, pembebasan lahan, sampai pembayaran. Setelah itu, baru realisasi pembangunan fisik. Karena pandemi, semua tahapan itu haru tertunda untuk sementara.

”Untuk kelanjutannya, kami masih menunggu arahan dari pusat,” kata Totok. Selain itu, perlu koordinasi dengan pihak lain. Misalnya, pemerintah desa setempat. Relokasi jalur rel KA Sidoarjo—Gununggangsir ini diproyeksikan sebagai double track (jalur ganda). Mirip jalur kereta di Kertosono dan Madiun. (zal/far)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2