alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Wednesday, 16 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

Kaji Lagi Potensi Listrik Tenaga Panas Bumi di Arjuno-Welirang

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PRIGEN, Radar Bromo – Pemerintah pusat berencana merealisasikan proyek strategis nasional pembangkit listrik tenaga panas bumi di kawasan Gunung Arjuno dan Welirang. Potensi panas bumi (geothermal) itu sedang dikaji.

Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi ini muncul pada 2012. Kemudian, pada 2014, ditetapkan wilayah kerja panas (WKP) kawasan Arjuno-Welirang. Tepatnya, wilayah kerja Taman Hutan Rakyat (Tahura) R. Soerjo.

”Sudah dilakukan kajian studi sosial ekonomi. Sekarang tengah berjalan kajian potensi dan lingkungan,” jelas Kepala UPT Tahura R. Soerjo Ahmad Wahyudi.

Pemerintah, lanjut dia, telah menunjuk BUMN PT Geodipa Energi sebagai lembaga pelaksana kajian potensi dan studi lingkungan. Wahyudi mengaku belum tahu persis kapan kajian potensi dan studi lingkungan itu selesai. Juga, siapa saja yang terlibat selain PT Geodipa. Yang pasti, Tahura tidak terlibat langsung.

Potensi panas bumi di KWP Arjuno-Welirang sementara diperkirakan mencapai 180 mega watt (MW). Kajian potensi diperlukan sebagai pertimbangan untuk rencana pembangunan pembangkit listrik. Menurut para pakar, panas bumi merupakan energi terbarukan yang ramah lingkungan. Di sisi lain, ketersediaan listrik menjadi kebutuhan penting masyarakat.

”Kami mengikuti kebijakan pemerintah,” ujar Ahmad Wahyudi. (zal/far)

Mobile_AP_Rectangle 1

PRIGEN, Radar Bromo – Pemerintah pusat berencana merealisasikan proyek strategis nasional pembangkit listrik tenaga panas bumi di kawasan Gunung Arjuno dan Welirang. Potensi panas bumi (geothermal) itu sedang dikaji.

Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi ini muncul pada 2012. Kemudian, pada 2014, ditetapkan wilayah kerja panas (WKP) kawasan Arjuno-Welirang. Tepatnya, wilayah kerja Taman Hutan Rakyat (Tahura) R. Soerjo.

”Sudah dilakukan kajian studi sosial ekonomi. Sekarang tengah berjalan kajian potensi dan lingkungan,” jelas Kepala UPT Tahura R. Soerjo Ahmad Wahyudi.

Mobile_AP_Half Page

Pemerintah, lanjut dia, telah menunjuk BUMN PT Geodipa Energi sebagai lembaga pelaksana kajian potensi dan studi lingkungan. Wahyudi mengaku belum tahu persis kapan kajian potensi dan studi lingkungan itu selesai. Juga, siapa saja yang terlibat selain PT Geodipa. Yang pasti, Tahura tidak terlibat langsung.

Potensi panas bumi di KWP Arjuno-Welirang sementara diperkirakan mencapai 180 mega watt (MW). Kajian potensi diperlukan sebagai pertimbangan untuk rencana pembangunan pembangkit listrik. Menurut para pakar, panas bumi merupakan energi terbarukan yang ramah lingkungan. Di sisi lain, ketersediaan listrik menjadi kebutuhan penting masyarakat.

”Kami mengikuti kebijakan pemerintah,” ujar Ahmad Wahyudi. (zal/far)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2