alexametrics
23.7 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Kaji Lagi Potensi Listrik Tenaga Panas Bumi di Arjuno-Welirang

PRIGEN, Radar Bromo – Pemerintah pusat berencana merealisasikan proyek strategis nasional pembangkit listrik tenaga panas bumi di kawasan Gunung Arjuno dan Welirang. Potensi panas bumi (geothermal) itu sedang dikaji.

Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi ini muncul pada 2012. Kemudian, pada 2014, ditetapkan wilayah kerja panas (WKP) kawasan Arjuno-Welirang. Tepatnya, wilayah kerja Taman Hutan Rakyat (Tahura) R. Soerjo.

”Sudah dilakukan kajian studi sosial ekonomi. Sekarang tengah berjalan kajian potensi dan lingkungan,” jelas Kepala UPT Tahura R. Soerjo Ahmad Wahyudi.

Pemerintah, lanjut dia, telah menunjuk BUMN PT Geodipa Energi sebagai lembaga pelaksana kajian potensi dan studi lingkungan. Wahyudi mengaku belum tahu persis kapan kajian potensi dan studi lingkungan itu selesai. Juga, siapa saja yang terlibat selain PT Geodipa. Yang pasti, Tahura tidak terlibat langsung.

Potensi panas bumi di KWP Arjuno-Welirang sementara diperkirakan mencapai 180 mega watt (MW). Kajian potensi diperlukan sebagai pertimbangan untuk rencana pembangunan pembangkit listrik. Menurut para pakar, panas bumi merupakan energi terbarukan yang ramah lingkungan. Di sisi lain, ketersediaan listrik menjadi kebutuhan penting masyarakat.

”Kami mengikuti kebijakan pemerintah,” ujar Ahmad Wahyudi. (zal/far)

PRIGEN, Radar Bromo – Pemerintah pusat berencana merealisasikan proyek strategis nasional pembangkit listrik tenaga panas bumi di kawasan Gunung Arjuno dan Welirang. Potensi panas bumi (geothermal) itu sedang dikaji.

Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi ini muncul pada 2012. Kemudian, pada 2014, ditetapkan wilayah kerja panas (WKP) kawasan Arjuno-Welirang. Tepatnya, wilayah kerja Taman Hutan Rakyat (Tahura) R. Soerjo.

”Sudah dilakukan kajian studi sosial ekonomi. Sekarang tengah berjalan kajian potensi dan lingkungan,” jelas Kepala UPT Tahura R. Soerjo Ahmad Wahyudi.

Pemerintah, lanjut dia, telah menunjuk BUMN PT Geodipa Energi sebagai lembaga pelaksana kajian potensi dan studi lingkungan. Wahyudi mengaku belum tahu persis kapan kajian potensi dan studi lingkungan itu selesai. Juga, siapa saja yang terlibat selain PT Geodipa. Yang pasti, Tahura tidak terlibat langsung.

Potensi panas bumi di KWP Arjuno-Welirang sementara diperkirakan mencapai 180 mega watt (MW). Kajian potensi diperlukan sebagai pertimbangan untuk rencana pembangunan pembangkit listrik. Menurut para pakar, panas bumi merupakan energi terbarukan yang ramah lingkungan. Di sisi lain, ketersediaan listrik menjadi kebutuhan penting masyarakat.

”Kami mengikuti kebijakan pemerintah,” ujar Ahmad Wahyudi. (zal/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/