alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Monday, 16 May 2022

Penjual Durian Kosong di Pasar Wisata Cheng Hoo Terungkap, Disanksi

PANDAAN, Radar BromoPenjual durian di Pasar Wisata Cheng Hoo, Pandaan, sedang menjadi sorotan. Sebabnya, seorang penjual durian sengaja menjual durian kosong alias menjual kulit durian.

Bahkan, kasus itu viral di media sosial (medsos). Sebab, seorang pembelinya merekam detik-detik saat membuka durian yang dibeli di Pasar Wisata Cheng Hoo. Dan ternyata isinya kosong alias hanya kulit durian.

Video itu sendiri viral beberapa hari terakhir. Video berdurasi 2 menit 17 detik itu merekam seorang perempuan pembeli durian yang sedang kesal. Dia bercerita, membeli tiga durian di Pasar Wisata Cheng Hoo seharga Rp 50 ribu.

Satu durian mentah, karena itu dibuangnya. Lalu, satu lagi dibuka. Namun, kosong alias tidak ada isinya.

Dia lantas membelah durian ketiga yang dalam kondisi diikat tali. Proses membelah durian itupun direkam video. Dan saat dibuka, ternyata isinya juga kosong.

Akibat kejadian ini, pedagang durian lain areal parkir Pasar Wisata Cheng Hoo pun ikut terdampak. Jualan durian mereka jadi lebih sepi dari biasanya.

“Viral video durian kosong ini ramai sejak Rabu (9/2) pekan kemarin. Dan baru diketahui pedagang, paguyuban, dan pengelola pasar pada Kamis (10/2) atau keesokan harinya,” cetus pengelola Pasar Wisata Cheng Hoo dari Disperindag Kabupaten Pasuruan Wahyu Wibowo.

Setelah video itu viral, pengelola pasar menindaklanjutinya dengan mencari oknum penjual durian kosong tersebut. Bahkan, akhirnya pelaku atau oknum penjual durian kosong itu berhasil ditemukan.

“Oknum penjual durian kosong atau penjual kulit durian sudah terungkap. Dia berinisial D asal Desa/ Kecamatan Lumbang. D ini sudah mengakui ulahnya tersebut,” katanya.

Agar kasus serupa tidak terjadi, pengelola pasar melakukan langkah berupa pembinaan ke pedagang durian.         Sementara, oknum penjual kulit durian akan diberi sanksi berupa surat peringatan atau teguran.

Munculnya penjual kulit durian itu disayangkan para penjual durian lainnya. Sebab, total sebanyak 10 lapak menggunakan pikap berasal dari Kecamatan Lumbang berjualan di sana.

“Gara-gara video ini dan ulah satu orang, pedagang durian lainnya kena getahnya. Kan sudah ketahuan orangnya, tentunya harus disanksi tegas,” ujar salah seorang penjual durian asal Lumbang yang menolak disebutkan namanya. (zal/hn)

               

PANDAAN, Radar BromoPenjual durian di Pasar Wisata Cheng Hoo, Pandaan, sedang menjadi sorotan. Sebabnya, seorang penjual durian sengaja menjual durian kosong alias menjual kulit durian.

Bahkan, kasus itu viral di media sosial (medsos). Sebab, seorang pembelinya merekam detik-detik saat membuka durian yang dibeli di Pasar Wisata Cheng Hoo. Dan ternyata isinya kosong alias hanya kulit durian.

Video itu sendiri viral beberapa hari terakhir. Video berdurasi 2 menit 17 detik itu merekam seorang perempuan pembeli durian yang sedang kesal. Dia bercerita, membeli tiga durian di Pasar Wisata Cheng Hoo seharga Rp 50 ribu.

Satu durian mentah, karena itu dibuangnya. Lalu, satu lagi dibuka. Namun, kosong alias tidak ada isinya.

Dia lantas membelah durian ketiga yang dalam kondisi diikat tali. Proses membelah durian itupun direkam video. Dan saat dibuka, ternyata isinya juga kosong.

Akibat kejadian ini, pedagang durian lain areal parkir Pasar Wisata Cheng Hoo pun ikut terdampak. Jualan durian mereka jadi lebih sepi dari biasanya.

“Viral video durian kosong ini ramai sejak Rabu (9/2) pekan kemarin. Dan baru diketahui pedagang, paguyuban, dan pengelola pasar pada Kamis (10/2) atau keesokan harinya,” cetus pengelola Pasar Wisata Cheng Hoo dari Disperindag Kabupaten Pasuruan Wahyu Wibowo.

Setelah video itu viral, pengelola pasar menindaklanjutinya dengan mencari oknum penjual durian kosong tersebut. Bahkan, akhirnya pelaku atau oknum penjual durian kosong itu berhasil ditemukan.

“Oknum penjual durian kosong atau penjual kulit durian sudah terungkap. Dia berinisial D asal Desa/ Kecamatan Lumbang. D ini sudah mengakui ulahnya tersebut,” katanya.

Agar kasus serupa tidak terjadi, pengelola pasar melakukan langkah berupa pembinaan ke pedagang durian.         Sementara, oknum penjual kulit durian akan diberi sanksi berupa surat peringatan atau teguran.

Munculnya penjual kulit durian itu disayangkan para penjual durian lainnya. Sebab, total sebanyak 10 lapak menggunakan pikap berasal dari Kecamatan Lumbang berjualan di sana.

“Gara-gara video ini dan ulah satu orang, pedagang durian lainnya kena getahnya. Kan sudah ketahuan orangnya, tentunya harus disanksi tegas,” ujar salah seorang penjual durian asal Lumbang yang menolak disebutkan namanya. (zal/hn)

               

MOST READ

BERITA TERBARU

/