alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Sungai di Petungasri Pandaan Ini Berubah Warna dan Berbau

PANDAAN, Radar Bromo – Sejak sebulan terakhir, sungai Macanan di Lingkungan Macanan, Kelurahan Petungasri, Kecamatan Pandaan, dikeluhkan warga. Sebab, air sungai berubah warna. Bahkan, saat malam hari menimbulkan bau menyengat. Diduga, sungai tercemar limbah.

Taufik, warga Lingkungan Macanan menjelaskan, sebelumnya kondisi sungai Macanan cukup jernih. Namun, sebulan terakhir warna air sungai berubah. Biasanya, perubahan warna itu terlihat jelas di pagi hingga siang hari.

“Kalau pagi airnya berwarna hitam. Kadang-kadang juga berwana biru, kuning, putih, dan lainnya. Tidak berbusa, hanya berwarna. Biasanya pagi sampai siang kayak gitu,” tuturnya.

Lalu, siang hingga sore kondisi air sungai kembali normal. Namun, saat malam hari sering tercium bau menyengat dari sungai.

GANGGU KENYAMANAN: Bau yang ditimbulkan sungai ini kerap dikeluhkan warga. (Foto: Rizal F Syatori/jawa Pos Radar Bromo)

“Kalau malam seringkali baunya lumayan menyengat,” lanjut Taufik.

Kondisi sungai Macanan itu dibenarkan Lutfi, ketua RT 04/RW 08, Lingkungan Macanan. Sebulan terakhir menurutnya, kondisi sungai Macanan semakin parah.

“Selama ini kondisi sungai memang kayak gitu. Tapi tidak separah sebulan terakhir. Sebulan terakhir ini kondisinya parah,” ucap Lutfi.

Lutfi menduga, air sungai tercemar limbah berupa warna. Ia menduga, limbah itu berasal dari limbah zat pewarna bahan kain di pabrik tekstil.

“Kalau melihat air sungai yang gonta-ganti warna, sepertinya sungai di kampung kami tercemar zat pewarna dari pabrik tekstil. Instansi terkait harus turun dan meresponsnya. Karena ini mengganggu dan meresahkan lingkungan,” tuturnya.

Camat Pandaan Yudianto saat dikonfirmasi menegaskan, akan menampung keluhan warga. Sekaligus melakukan langkah untuk menyikapi pencemaran sungai yang dikeluhkan warga di Lingkungan Macanan.

“Keluhan warga setempat kami akomodasi dan tampung. Selanjutnya kami tindak lanjuti dengan melaporkannya ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan untuk mengambil langkah,” tegasnya. (zal/hn/fun)

PANDAAN, Radar Bromo – Sejak sebulan terakhir, sungai Macanan di Lingkungan Macanan, Kelurahan Petungasri, Kecamatan Pandaan, dikeluhkan warga. Sebab, air sungai berubah warna. Bahkan, saat malam hari menimbulkan bau menyengat. Diduga, sungai tercemar limbah.

Taufik, warga Lingkungan Macanan menjelaskan, sebelumnya kondisi sungai Macanan cukup jernih. Namun, sebulan terakhir warna air sungai berubah. Biasanya, perubahan warna itu terlihat jelas di pagi hingga siang hari.

“Kalau pagi airnya berwarna hitam. Kadang-kadang juga berwana biru, kuning, putih, dan lainnya. Tidak berbusa, hanya berwarna. Biasanya pagi sampai siang kayak gitu,” tuturnya.

Lalu, siang hingga sore kondisi air sungai kembali normal. Namun, saat malam hari sering tercium bau menyengat dari sungai.

GANGGU KENYAMANAN: Bau yang ditimbulkan sungai ini kerap dikeluhkan warga. (Foto: Rizal F Syatori/jawa Pos Radar Bromo)

“Kalau malam seringkali baunya lumayan menyengat,” lanjut Taufik.

Kondisi sungai Macanan itu dibenarkan Lutfi, ketua RT 04/RW 08, Lingkungan Macanan. Sebulan terakhir menurutnya, kondisi sungai Macanan semakin parah.

“Selama ini kondisi sungai memang kayak gitu. Tapi tidak separah sebulan terakhir. Sebulan terakhir ini kondisinya parah,” ucap Lutfi.

Lutfi menduga, air sungai tercemar limbah berupa warna. Ia menduga, limbah itu berasal dari limbah zat pewarna bahan kain di pabrik tekstil.

“Kalau melihat air sungai yang gonta-ganti warna, sepertinya sungai di kampung kami tercemar zat pewarna dari pabrik tekstil. Instansi terkait harus turun dan meresponsnya. Karena ini mengganggu dan meresahkan lingkungan,” tuturnya.

Camat Pandaan Yudianto saat dikonfirmasi menegaskan, akan menampung keluhan warga. Sekaligus melakukan langkah untuk menyikapi pencemaran sungai yang dikeluhkan warga di Lingkungan Macanan.

“Keluhan warga setempat kami akomodasi dan tampung. Selanjutnya kami tindak lanjuti dengan melaporkannya ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan untuk mengambil langkah,” tegasnya. (zal/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/