alexametrics
24 C
Probolinggo
Sunday, 28 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Buruh Indraco Protes Wajib Rapid Test Tiap Bulan tapi Biaya Sendiri

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

BANGIL, Radar Bromo–Sejumlah buruh produsen pengolahan kopi, PT Indraco Global Indonesia di Purwosari, Kamis (14/1) mendatangi kantor DPRD setempat. Mereka mengeluhkan sejumlah kebijakan perusahaan yang dianggap tidak memihak kepada buruh.

Bukan hanya soal upah yang dibayar tidak sesuai UMK (upah minimum kabupaten) yang dikeluhkan. Tetapi juga kewajiban bagi para buruh untuk melakukan rapid test serologi setiap bulannya yang biayanya ditanggung oleh buruh atau mandiri.

Kuasa hukum buruh, Akhmad Sholeh mengungkapkan, nasib buruh pabrik perusahaan pengolahan kopi yang bekerja di PT Indraco Global Indonesia sangat memprihatinkan. Kondisi pandemi, membuat para buruh semakin tertekan. Tidak hanya upah mereka yang jauh dari UMK.

Para buruh juga tidak diikutsertakan BPJS Ketenagakerjaan serta Kesehatan. Bahkan, mereka juga diwajibkan untuk menjalani tes rapid setiap bulan dengan biaya mandiri. “Ini jelas memberatkan bagi ratusan buruh di perusahaan pengolahan kopi setempat,” sampainya.

Sholeh memaparkan, ada setidaknya 141 buruh yang mengalaminya. Selain harus menanggung biaya rapid setiap bulan yang bisa mencapai Rp 150 ribu, mereka juga tidak mendapatkan upah, ketika harus menjalani isolasi jika terpapar korona.

“Buruh sangat mendukung protokol kesehatan yang diterapkan perusahaan, tapi mereka keberatan jika harus membiayai sendiri untuk rapid test-nya. Belum lagi, ketika dinyatakan positif (Covid), tidak ada santunan yang diberikan,” sambung dia.

Ia mengaku, ada 118 buruh outsourcing yang mengadukan permasalahan tersebut ke lembaga advokasinya tersebut. Beberapa langkah perundingan telah dilakukan. Namun belum banyak menghasilkan hal yang menguntungkan buruh.

“Makanya, kami datang ke sini untuk mengadukan nasib teman-teman buruh ini. Supaya ada solusi bagi mereka,” beber dia.

DI sisi lain, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan Ruslan mengapresiasi kehadiran para buruh ke kantor dewan. Menurutnya, langkah itu sudah cukup tepat.  “Kami berharap ada solusi atas pertemuan ini,” jelasnya.

 

PHK Mengancam

 

SEMENTARA itu, Umar Hanafi, pimpinan PT Indraco Global Indonesia mengungkapkan, kondisi perusahaan saat ini bisa diibaratkan sebuah kapal di tengah lautan. Kapal tersebut kini oleng lantaran diterjang ombak besar, yakni Covid-19.

Dampak Covid-19 tersebut memang besar. Perusahaan tidak bisa maksimal dalam hal pemasaran produknya. “Kami yakin, teman-teman ini bisa membuat kopi yang enak. Tapi untuk membuat kopi yang laku dijual, bagaimana? Kondisi perusahaan saat ini bisa diibaratkan kapal yang diterjang ombak. Oleng. Apa yang bisa dibuang harus dibuang. Demi keselamatan bersama,” tandasnya.

Ia menambahkan, pihak perusahaan memang berusaha untuk memenuhi hak-hak buruh. Seperti misalnya, untuk tes rapid yang akhirnya diupayakan bisa ditanggung perusahaan. Begitupula dengan upah setara UMK.

Namun, yang perlu diperhatikan, juga kondisi perusahaan di tengah pandemi sekarang ini. “Makanya, kami minta teman-teman untuk bekerja semaksimal mungkin. Supaya, perusahaan ini masih bisa bertahan,” terangnya.

“Kami sudah melakukan pembicaraan dengan pimpinan di level yang lebih atas. Dan bukan tidak mungkin, ada pemberhentian karyawan, demi menyelamatkan perusahaan. Siapa yang diberhentikan nantinya, kami tidak tahu. Karenanya, kami minta agar teman-teman bekerja sebaik-baiknya,” pintanya.

Menurut Umar, terkait buruh yang harus menjalani isolasi mandiri, pihaknya sudah mengadukan ke Satgas. Harapannya, ada support dari Satgas. Kenyataannya, hal itu tidak ada.

Pengawas Disnaker Provinsi Jatim di Pasuruan Sugeng Widodo memandang masih perlu mengkaji persoalan-persoalan yang ada di perusahaan kopi tersebut.

Khusus untuk hal yang berkaitan dengan isolasi mandiri, pihak perusahaan seharusnya memang menggaji. Walaupun itu hanya 50 persen. “Hal ini sesuai dengan surat edaran dari Menaker. Agar karyawan yang menjalani isolasi karena terpapar Covid-19, harusnya masih dibayar perusahaan,” jelasnya. (one/mie)

 

 

 

 

 

Mobile_AP_Rectangle 1

BANGIL, Radar Bromo–Sejumlah buruh produsen pengolahan kopi, PT Indraco Global Indonesia di Purwosari, Kamis (14/1) mendatangi kantor DPRD setempat. Mereka mengeluhkan sejumlah kebijakan perusahaan yang dianggap tidak memihak kepada buruh.

Bukan hanya soal upah yang dibayar tidak sesuai UMK (upah minimum kabupaten) yang dikeluhkan. Tetapi juga kewajiban bagi para buruh untuk melakukan rapid test serologi setiap bulannya yang biayanya ditanggung oleh buruh atau mandiri.

Kuasa hukum buruh, Akhmad Sholeh mengungkapkan, nasib buruh pabrik perusahaan pengolahan kopi yang bekerja di PT Indraco Global Indonesia sangat memprihatinkan. Kondisi pandemi, membuat para buruh semakin tertekan. Tidak hanya upah mereka yang jauh dari UMK.

Mobile_AP_Half Page

Para buruh juga tidak diikutsertakan BPJS Ketenagakerjaan serta Kesehatan. Bahkan, mereka juga diwajibkan untuk menjalani tes rapid setiap bulan dengan biaya mandiri. “Ini jelas memberatkan bagi ratusan buruh di perusahaan pengolahan kopi setempat,” sampainya.

Sholeh memaparkan, ada setidaknya 141 buruh yang mengalaminya. Selain harus menanggung biaya rapid setiap bulan yang bisa mencapai Rp 150 ribu, mereka juga tidak mendapatkan upah, ketika harus menjalani isolasi jika terpapar korona.

“Buruh sangat mendukung protokol kesehatan yang diterapkan perusahaan, tapi mereka keberatan jika harus membiayai sendiri untuk rapid test-nya. Belum lagi, ketika dinyatakan positif (Covid), tidak ada santunan yang diberikan,” sambung dia.

Ia mengaku, ada 118 buruh outsourcing yang mengadukan permasalahan tersebut ke lembaga advokasinya tersebut. Beberapa langkah perundingan telah dilakukan. Namun belum banyak menghasilkan hal yang menguntungkan buruh.

“Makanya, kami datang ke sini untuk mengadukan nasib teman-teman buruh ini. Supaya ada solusi bagi mereka,” beber dia.

DI sisi lain, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan Ruslan mengapresiasi kehadiran para buruh ke kantor dewan. Menurutnya, langkah itu sudah cukup tepat.  “Kami berharap ada solusi atas pertemuan ini,” jelasnya.

 

PHK Mengancam

 

SEMENTARA itu, Umar Hanafi, pimpinan PT Indraco Global Indonesia mengungkapkan, kondisi perusahaan saat ini bisa diibaratkan sebuah kapal di tengah lautan. Kapal tersebut kini oleng lantaran diterjang ombak besar, yakni Covid-19.

Dampak Covid-19 tersebut memang besar. Perusahaan tidak bisa maksimal dalam hal pemasaran produknya. “Kami yakin, teman-teman ini bisa membuat kopi yang enak. Tapi untuk membuat kopi yang laku dijual, bagaimana? Kondisi perusahaan saat ini bisa diibaratkan kapal yang diterjang ombak. Oleng. Apa yang bisa dibuang harus dibuang. Demi keselamatan bersama,” tandasnya.

Ia menambahkan, pihak perusahaan memang berusaha untuk memenuhi hak-hak buruh. Seperti misalnya, untuk tes rapid yang akhirnya diupayakan bisa ditanggung perusahaan. Begitupula dengan upah setara UMK.

Namun, yang perlu diperhatikan, juga kondisi perusahaan di tengah pandemi sekarang ini. “Makanya, kami minta teman-teman untuk bekerja semaksimal mungkin. Supaya, perusahaan ini masih bisa bertahan,” terangnya.

“Kami sudah melakukan pembicaraan dengan pimpinan di level yang lebih atas. Dan bukan tidak mungkin, ada pemberhentian karyawan, demi menyelamatkan perusahaan. Siapa yang diberhentikan nantinya, kami tidak tahu. Karenanya, kami minta agar teman-teman bekerja sebaik-baiknya,” pintanya.

Menurut Umar, terkait buruh yang harus menjalani isolasi mandiri, pihaknya sudah mengadukan ke Satgas. Harapannya, ada support dari Satgas. Kenyataannya, hal itu tidak ada.

Pengawas Disnaker Provinsi Jatim di Pasuruan Sugeng Widodo memandang masih perlu mengkaji persoalan-persoalan yang ada di perusahaan kopi tersebut.

Khusus untuk hal yang berkaitan dengan isolasi mandiri, pihak perusahaan seharusnya memang menggaji. Walaupun itu hanya 50 persen. “Hal ini sesuai dengan surat edaran dari Menaker. Agar karyawan yang menjalani isolasi karena terpapar Covid-19, harusnya masih dibayar perusahaan,” jelasnya. (one/mie)

 

 

 

 

 

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2