alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Saturday, 25 September 2021

Sebelum Ada yang Tenggelam, Sungai Rekesan Pernah Jadi Wisata Ini

PRIGEN, Radar Bromo – Sudah ada peringatan larangan mandi di Kali Rekesan, Prigen. Sungai lokasi tenggelamnya M. Choirul, pemuda asal Surabaya, pada Minggu pagi (12/9), pernah menjadi lokasi wisata, namun dihentikan.

Lokasi wisata tersebut pernah aktif pada sekitar 2017. Pemuda setempat membuka wisata river tubing dengan menyusuri arus air Sungai Rekesan. ”Hanya beberapa bulan. Lalu, berhenti hingga sekarang,” kata Lurah Prigen Samaji.

Kondisi sungai waktu itu selalu bersih. Para pemuda bergotong royong membersihkan sungai. Peralatan wisata river tubing itu menggunakan ban dalam truk atau mobil. Pengunjung dilengkapi pengaman helm dan pelampung. Mereka juga didampingi pemandu yang terdiri atas pemuda-pemuda desa setempat.

Mandi-Asyik Foto di Sungai Prigen, Pemuda Surabaya Tewas Tenggelam

Jarak tempuh rutenya pun hanya sekitar 150 meter. Airnya jernih dan dingin, serta hawanya sejuk. Aman-aman saja waktu itu. Tapi, umur tempat wisata tersebut hanya beberapa bulan. Kemudian tutup. Tidak ada lagi kegiatan. Warga sekitar pun tidak pernah mandi di sana.

Bahkan, pemerintah desa memasang larangan mandi dan bermain di sungai. ”Saya kaget dapat info ada pemuda Surabaya tewas tenggelam di sungai,” ujar Samaji. Dia berharap musibah serupa tidak terjadi lagi,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, kegiatan M. Choirul dan teman-temannya mandi dan hunting foto di Kali Rekesan berujung tragedi. Pemuda 21 tahun asal Kelurahan Manukan, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya, itu ditemukan tewas tenggelam, pada Minggu pagi (12/9), sekitar pukul 06.00.

Pagi itu, awalnya korban dan lima temannya berangkat menuju ke sungai untuk hunting foto dan mandi. Sampai di sungai, korban bersama dua temannya menuju ke tengah sungai. Apes, saat jalan itu, dia terpeleset dan tewas tenggelam. (zal/far)

PRIGEN, Radar Bromo – Sudah ada peringatan larangan mandi di Kali Rekesan, Prigen. Sungai lokasi tenggelamnya M. Choirul, pemuda asal Surabaya, pada Minggu pagi (12/9), pernah menjadi lokasi wisata, namun dihentikan.

Lokasi wisata tersebut pernah aktif pada sekitar 2017. Pemuda setempat membuka wisata river tubing dengan menyusuri arus air Sungai Rekesan. ”Hanya beberapa bulan. Lalu, berhenti hingga sekarang,” kata Lurah Prigen Samaji.

Kondisi sungai waktu itu selalu bersih. Para pemuda bergotong royong membersihkan sungai. Peralatan wisata river tubing itu menggunakan ban dalam truk atau mobil. Pengunjung dilengkapi pengaman helm dan pelampung. Mereka juga didampingi pemandu yang terdiri atas pemuda-pemuda desa setempat.

Mandi-Asyik Foto di Sungai Prigen, Pemuda Surabaya Tewas Tenggelam

Jarak tempuh rutenya pun hanya sekitar 150 meter. Airnya jernih dan dingin, serta hawanya sejuk. Aman-aman saja waktu itu. Tapi, umur tempat wisata tersebut hanya beberapa bulan. Kemudian tutup. Tidak ada lagi kegiatan. Warga sekitar pun tidak pernah mandi di sana.

Bahkan, pemerintah desa memasang larangan mandi dan bermain di sungai. ”Saya kaget dapat info ada pemuda Surabaya tewas tenggelam di sungai,” ujar Samaji. Dia berharap musibah serupa tidak terjadi lagi,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, kegiatan M. Choirul dan teman-temannya mandi dan hunting foto di Kali Rekesan berujung tragedi. Pemuda 21 tahun asal Kelurahan Manukan, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya, itu ditemukan tewas tenggelam, pada Minggu pagi (12/9), sekitar pukul 06.00.

Pagi itu, awalnya korban dan lima temannya berangkat menuju ke sungai untuk hunting foto dan mandi. Sampai di sungai, korban bersama dua temannya menuju ke tengah sungai. Apes, saat jalan itu, dia terpeleset dan tewas tenggelam. (zal/far)

MOST READ

BERITA TERBARU