alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Thursday, 19 May 2022

Layani Makan di Tempat, Kursi Warung di Pandaan Dijungkir

PANDAAN, Radar Bromo – Razia warung di Kabupaten Pasuruan terus dilakukan. Warung yang kedapatan layani makan di tempat, diberi teguran. Kursi kursi untuk duduk pembeli dijungkir kemudian diletakkan di atas meja dalam posisi terbalik.

Razia kian intens dilakukan selama pemberlakuan PPKM Darurat. PPKM Darurat adalah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Selasa (13/7), lima warung dirazia petugas gabungan. Semuanya berlokasi di tepi jalan raya wilayah Pandaan.

Warung itu buka, antara lain, di Jalan RA Kartini, Lebaksari, dan Karangjati. Penjualnya kedapatan melayani pembeli yang makan di tempat. Padahal, dalam aturan PPKM Darurat, pembeli harus membungkus dan membawa makanan pulang. ”Mestinya beli untuk take away,” kata Kepala Satpol PP Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana.

Apa tindakan Satpol PP? Kursi-kursi untuk duduk pembeli dijungkir kemudian diletakkan di atas meja dalam posisi terbalik. Para pembeli yang tengah makan diminta segera menyelesaikan makan. Setelah itu, bayar dan meninggalkan warung.

”Kelima warung ini kami sanksi berupa teguran. Apabila terjaring razia lagi, ada sanksi tegas tipiring,” ujarnya.

Bagaimana kata pemilik warung? Mereka enggan berkomentar banyak. Rata-rata beralasan terpaksa melayani pembeli yang ingin makan di tempat. Sebab, kondisinya memang sepi. ”Tidak banyak atau jarang yang makan,” ungkap salah seorang pemilik warung.

Setelah melakukan razia warung di lima titik, petugas langsung meluncur ke Terminal Pandaan. Sesampai di terminal tipe A ini, petugas mendatangi sebuah warung kopi. Tempat duduk dan mejanya berada di atas trotoar, pojok terminal. Di tempat itu juga ternyata ramai muda-mudi nongkrong santai.

Begitu turun dari mobil, petugas gabungan langsung membubarkan mereka. Juga terus membuntuti hingga ke tempat motor parkir. Memastikan para remaja itu benar-benar pergi dari lokasi.

”Namanya PPKM Darurat. Ketentuannya kan sudah jelas dilarang makan di tempat. Begitu ada info dari masyarakat, langsung kami datangi warkop pojok terminal ini,” ungkap Bakti.

Petugas kemudian juga mendatangi pegawai dan pengelola warkop tersebut. Sambil mengawasi agar kursi dan mejanya diangkut dari trotoar. Pemiliknya juga ditegur. ”Seperti ini tidak boleh. Apalagi, ada kerumuman plus makan di tempat,” terangnya.

Kepala Terminal Tipe A Pandaan Kriswantoro menyambut baik tindakan petugas gabungan. ”Selama ini sudah sering kami tegur, tapi bandel. Kalau dibubarkan petugas, itu bagus,” katanya.

Satpol PP memastikan, razia warung bakal terus digelar selama pemberlakuan PPKM Darurat. (zal/far)

PANDAAN, Radar Bromo – Razia warung di Kabupaten Pasuruan terus dilakukan. Warung yang kedapatan layani makan di tempat, diberi teguran. Kursi kursi untuk duduk pembeli dijungkir kemudian diletakkan di atas meja dalam posisi terbalik.

Razia kian intens dilakukan selama pemberlakuan PPKM Darurat. PPKM Darurat adalah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Selasa (13/7), lima warung dirazia petugas gabungan. Semuanya berlokasi di tepi jalan raya wilayah Pandaan.

Warung itu buka, antara lain, di Jalan RA Kartini, Lebaksari, dan Karangjati. Penjualnya kedapatan melayani pembeli yang makan di tempat. Padahal, dalam aturan PPKM Darurat, pembeli harus membungkus dan membawa makanan pulang. ”Mestinya beli untuk take away,” kata Kepala Satpol PP Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana.

Apa tindakan Satpol PP? Kursi-kursi untuk duduk pembeli dijungkir kemudian diletakkan di atas meja dalam posisi terbalik. Para pembeli yang tengah makan diminta segera menyelesaikan makan. Setelah itu, bayar dan meninggalkan warung.

”Kelima warung ini kami sanksi berupa teguran. Apabila terjaring razia lagi, ada sanksi tegas tipiring,” ujarnya.

Bagaimana kata pemilik warung? Mereka enggan berkomentar banyak. Rata-rata beralasan terpaksa melayani pembeli yang ingin makan di tempat. Sebab, kondisinya memang sepi. ”Tidak banyak atau jarang yang makan,” ungkap salah seorang pemilik warung.

Setelah melakukan razia warung di lima titik, petugas langsung meluncur ke Terminal Pandaan. Sesampai di terminal tipe A ini, petugas mendatangi sebuah warung kopi. Tempat duduk dan mejanya berada di atas trotoar, pojok terminal. Di tempat itu juga ternyata ramai muda-mudi nongkrong santai.

Begitu turun dari mobil, petugas gabungan langsung membubarkan mereka. Juga terus membuntuti hingga ke tempat motor parkir. Memastikan para remaja itu benar-benar pergi dari lokasi.

”Namanya PPKM Darurat. Ketentuannya kan sudah jelas dilarang makan di tempat. Begitu ada info dari masyarakat, langsung kami datangi warkop pojok terminal ini,” ungkap Bakti.

Petugas kemudian juga mendatangi pegawai dan pengelola warkop tersebut. Sambil mengawasi agar kursi dan mejanya diangkut dari trotoar. Pemiliknya juga ditegur. ”Seperti ini tidak boleh. Apalagi, ada kerumuman plus makan di tempat,” terangnya.

Kepala Terminal Tipe A Pandaan Kriswantoro menyambut baik tindakan petugas gabungan. ”Selama ini sudah sering kami tegur, tapi bandel. Kalau dibubarkan petugas, itu bagus,” katanya.

Satpol PP memastikan, razia warung bakal terus digelar selama pemberlakuan PPKM Darurat. (zal/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/